'Pegang' Alat Vital di Lapangan Saat Timnas U-22 Lawan Kamboja, Aksi Marinus Wanewar Bikin Indonesia Malu
21 Oktober 2019 by Boy N.
Ini sih memalukan bangsa.
Bukan sepak bola Indonesia namanya jika sepi dari kontroversi. Salah satunya adalah peristiwa memalukan saat tim nasional kita sukses masuk babak semifinal SEA Games 2017.

Menang dari Kamboja dengan skor 2-0, tim Merah Putih bersiap melawan Malaysia yang juga dinyatakan lolos dengan status pemuncak klasemen Grup A.
Sayangnya, di luar prestasi Indonesia ini, ada perbuatan yang kurang terpuji yang dilakukan oleh salah satu penyerang Indonesia saat laga melawan Kamboja itu, yaitu Marinus Wanewar.
Baca Juga: Rekannya Minta Jadi PNS hingga TNI, Marinus Malah Minta Hal Ini. Jokowi Cuma Ngakak!

Hal ini diungkap oleh pelatih Kamboja, Vasconcellos Andrade Vitorino. Dia kecewa karena harus ngeliat perilaku buruk yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia U-22 itu.
Marinus dianggap melakukan perbuatan gak senonoh, yaitu secara sengaja seperti nunjukin gerakan alat vital ke arah pemain Kamboja.
Baca Juga: Menolak Berhubungan Intim dan Ditinggal Tidur, Seorang Istri Tega Potong Kemaluan Suami

Indonesia main bagus.
Indonesia main baik.
Tapi kok malah nunjukin alat vital???
Tentu aksinya ini bikin pemain Kamboja mengamuk. Mereka pada ribut di akhir pertandingan dan mengerubungi Kamboja. Marinus langsung diamankan Miguel Gandia, asisten pelatih Timnas Indonesia U-22.
Baca Juga: Celana Dalam Ini Akan Melindungi ‘Alat Berharga’ Kamu Dari Radiasi Handphone
Kalau menurut pengakuan Marinus, dia kesal karena tak tahan dengan permainan kasar Kamboja. Katanya, pas pertandingan dia dipukul dan dihantam pemain lawan. Apalagi katanya wasit juga berat sebelah. Marinus akhirnya geregetan.
Buat Marinus Manewar,tolong dan jangan sok sokan emosi kayak Diego Costa?Jadilah striker yg bijak,sportif,dan rajin membuat gol?? #TimnasDay
— Endi. (@endi_diseto) August 24, 2017
Semoga ini bisa jadi pelajaran buat pemain Timnas ya. Pikir dulu sebelum bertindak, daripada malah merugikan diri sendiri dan tim. Paling penting adalah bermain sebaik mungkin dan sabar jika menghadapi provokasi dari tim lawan.