Pasien Virus Corona di Indonesia Meninggal Dunia, Kondisinya Sakit Berat!

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto | nasional.kompas.com

Kondisi pasien positif corona sudah berat saat dibawa ke RSPI Sulianti Saroso

Juru bicara pemerintah penanganan corona Achmad Yurianto menyampaikan seorang pasien positif corona meninggal dunia. Pasien tersebut adalah pasien corona nomor 25 yang merupakan seorang wanita Warga Negara Asing (WNA).

Pasien tersebut dinyatakan positif corona pada hari Selasa (10/03/20) kemarin. Sehari setelah dirawat, pasien nomor 25 dinyatakan meninggal karena kondisinya yang terus menurun karena diperparah beberapa penyakit yang sudah sejak lama diderita.

1.

Laporkan pasien corona meninggal dunia

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto | nasional.kompas.com

Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (11/03/20), Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengonfirmasi salah seorang pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) meninggal dunia. Demikian disampaikan Yuri, sapaan akrab Yurianto, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Pasien tersebut adalah seorang warga negara asing yang berusia 53 tahun. Pasien tersebut baru dipastikan positif corona pada Selasa (10/03/20) kemarin. Pasien dinyatakan meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB, pagi tadi.

Baca juga: Pengakuan Pilu Pasien Positif Corona di Depok: Saya Tertekan Bukan karena Sakitnya

“Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia,” ujar Yuri.

2.

Menderita penyakit komplikasi

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Ilustrasi penanganan corona | www.cnbcindonesia.com

Kondisi pasien nomor 25 telah menderita berbagai penyakit yang sudah kronis sebelum terinfeksi corona. Virus corona ini justru memperparah kondisi pasien hingga meninggal dunia. Hal ini dikarenakan pasien telah menderita berbagai penyakit sebelum terinfeksi corona di antaranya diabetes dan hipertensi.

“Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," jelas Yuri.

Baca juga: Heboh Boikot Aice, Buruh Mogok Kerja Protes Jam Kerja Malam hingga Banyak Kasus Keguguran

Pemerintah telah menghubungi kedutaan besar negara asal pasien nomor 25. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan kedutaan besar terkait pemulangan jenazah ke negara asal.

“Kedutaan besar sudah tahu sejak awal. Sekarang dalam proses pengiriman ke negara. Selama perawatan didampingi suami," kata Yuri

Yurianto menegaskan jika kematian pasien nomor 25 itu dikarenakan penyakit komplikasi lalu diperparah dengan infeksi virus corona.

Baca juga: Kesal Tak Boleh Turun Pesawat untuk Cek Corona, Wanita Ini Sengaja Batuk di Depan Pramugari

3.

Pasien corona di Indonesia

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto | www.cnnindonesia.com

Hingga kini kasus corona di Indonesia sendiri mencapai 27 orang yang terdiri dari 23 WNI dan 4 WNA termasuk pasien nomor 25 yang meninggal dunia. Terjadi peningkatan pasien positif corona yang cukup banyak pada hari Selasa (10/03/20) kemarin sebanyak 8 pasien.

Baca juga: 385 Kasus Baru Muncul Hanya dalam 3 Hari, Wabah Virus Corona di Iran Makin Mengerikan

"Kemarin sudah mengumumkan pasien dengan kode 01 sampai 19. Saya akan lanjutkan hari ini, hasil lab siang tadi dan analisis bersama ahli. Total jumlah (pasien) baru delapan," kata Yurianto kepada wartawan di kompleks istana kepresidenan.

Kini para pasien positif corona keseluruhannya dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Para pasien dirawat intensif di ruang isolasi. Dari kasus corona di Indonesia, pemerintah melaporkan bahwa seorang pasien corona sudah dinyatakan sembuh.

Artikel Lainnya

Lebih dari sepekan setelah Presiden Jokowi mengumumkan adanya pasien corona di Indonesia, kini jumlah pasien terus meningkat. Satu di antaranya meninggal dunia dan satu pasien dinyatakan sembuh. Masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Tags :