Ngeri! Tempat Wisata Menarik Ini Ternyata 'Kuburan' Manusia
26 Januari 2020 by Rina Siti Rahayu
Jenazah-jenazah tersebut merupakan jenazah pengunjung atau penduduk sekitar yang telah meninggal belasan abad lalu.
Kita pasti menginginkan berlibur ke tempat-tempat yang unik, indah, dan tidak biasa. Keunikan dan keindahan tempat tersebut menjadi pesona tersendiri yang dapat memikat mata. Namun apakah kamu tahu bahwa ada tempat-tempat indah namun ternyata sering memakan korban jiwa?
Jika ingin pergi ke tempat-tempat di bawah ini, sebaiknya kamu bersiap-siap karena bisa jadi kamu tidak sengaja menemukan mayat!
Antartika

Kamu dapat melihat aurora di Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi. Antartika merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup banyak peminatnya. Lingkungan dan panoramanya yang unik dapat menjadi pengalaman liburan yang tak terlupakan.
Namun tak dapat dimungkiri bahwa Antartika merupakan termasuk ke dalam kawasan dengan kondisi ekstrem. Lingkungan yang didominasi oleh es menyebabkan suhu di tempat ini sangat dingin. Tidak hanya dari suhu udara yang dingin, celah-celah es dan resiko kelaparan merupakan dua faktor penyebab kematian di Antartika.
Baca juga: 5 Fakta Mistis Tentang Alas Roban
Seperti di kebanyakan lokasi ekstrem lainnya, mayat-mayat manusia ditinggalkan begitu saja. Jangan heran ya kalau kamu berlibur kesana lalu tidak sengaja menemukan mayat!
Joshua Tree National Park

Joshua Tree National Park terletak di kawasan Gurun Mohave di California Selatan. Tempat ini dikenal karena memiliki pohon-pohon kuno yang tahan dengan kekeringan. Banyak orang yang tertarik untuk menikmati pemandangan indah di lokasi ini.
Namun kamu tidak bisa sembarangan datang ke sini karena kamu bisa saja bernasib sama seperti orang-orang malang ini. Lokasi ini dikenal dengan banyaknya penemuan mayat. Alasan kematiannya beragam mulai dari kecelakaan dan juga tindak kriminal.
Gunung Everest

Siapa sih yang tidak tahu gunung yang menjadi salah satu puncak tertinggi di dunia ini? Banyak pendaki yang memimpikan berada di puncak gunung yang sulit ditaklukan ini. Namun medan yang sulit serta cuaca ekstrem di Everest telah menelan banyak korban jiwa.
Baca juga: Kisah Mistis Hutan Blora, Bakal Bikin Nyalimu Ciut Kalau Lewat!
Tak terhitung berapa banyak pendaki yang sudah meregang nyawa ketika berusaha menggapai puncak Everest. Meski begitu, masih banyak orang yang bercita-cita untuk menaklukkan gunung cantik ini.
Sama seperti di Antartika, mayat-mayat pendaki yang sulit dievakuasi dibiarkan begitu saja. Bahkan ada yang dijadikan sebagai penanda jalur oleh para pendaki lain. Wah seram juga, ya?
Kebanyakan pendaki lebih suka dibiarkan di gunung jika mereka meninggal ketika mendaki. Pejabat sekitar juga merasa tidak sopan jika harus memindahkan jenazah-jenazah ini karena proses pemindahan ini merupakan masalah pribadi dan juga membutuhkan ongkos yang tidak sedikit.
Pemanasan global membuat lapisan es mencair dan menyebabkan mayat yang awalnya terkubur di bawah salju mendadak muncul ke permukaan. Siap-siap mental ya kalau kamu menemukan mayat ketika mendaki Everest!
Baca juga: Tak Punya Hati! Ini Eksperimen Mengerikan yang Pakai Manusia Sebagai Obyek Utamanya
Danau Roopkund, Taman Nasional Nanda Devi

Bagian utara India berbeda dengan wilayah India lainnya yang memiliki iklim tropis. Di bagian utara memiliki dataran tinggi yang diprediksi memiliki tinggi 25.633 ribu kaki dengan suhu yang sangat dingin. Terdapat sebuah danau misterius dan menakutkan bernama Danau Roopkund di area tersebut.
Baca juga: Merinding! Inilah Suku di Indonesia yang Paling Kental dengan Budaya Klenik
Air di danau tersebut hanya akan mencair ketika musim panas. Pada tahun 1942, seorang penjaga hutan Inggris pernah berpatroli ke daerah itu dan menemukan kerangka manusia dengan jumlah yang cukup banyak.
Pada musim panas itulah kerangka manusia akan bertambah banyak. Sebagian mengambang di permukaan air dan sebagian lainnya tersapu ke pinggir danau.
Awalnya ia mengira kerangka-kerangka tersebut adalah pasukan Jepang yang meninggal ketika melewati rute tersebut selama Perang Dunia ke II.
Namun para peneliti menemukan fakta bahwa kerangka tersebut adalah kerangka salah satu suku India yang meninggal ketika badai hebat di abad ke-9. Mereka tidak dapat bertahan dari dinginnya udara dan akhirnya meninggal.