Miris! Wanita Berkursi Roda Ini Dilarang Masuk ke Toko Cokelat Karena Dianggap akan Mengotori Lantai!

difabel dilarang masuk toko | www.facebook.com

Masih ada aja diskriminasi kayak gini!

Diskriminasi itu bisa terjadi tidak hanya sebatas perbedaan gender atau karena isu SARA. Namun, juga bisa terjadi karena masalah penampilan fisik. Misalnya, orang yang gendut atau terlalu kurus kemungkinan besar akan dibully oleh teman-teman atau orang-orang di lingkungannya. Namun, yang paling sering mengalami diskriminasi adalah kaum difabel.

Mulai dari fasilitas umum yang belum memadai, atau tidak bisa melamar pekerjaan tertentu karena kondisinya itu. Coba saja lihat jalur guiding block yang ada di pedestrian.

Banyak jalur yang dihalangi oleh pedagang kaki lima, menabrak pohon, atau bahkan mengarah ke selokan tanpa ada pembatas.

Bahaya, banget, kan? Bahkan, nih, ada orang yang nggak segan-segan merebut fasilitas khusus kaum difabel, misalnya tempat parkir yang ada di dekat pintu atau tempat duduk di angkutan umum.

Baru-baru, seorang wanita penyadang difabel juga mengalami diskriminasi serius di Malaysia. Hanya gara-gara memakai kursi roda, dia ditolak masuk ke dalam toko cokelat.

Kejadian ini bermula ketika wanita tersebut bersama keluarganya hendak masuk ke dalam toko Beryl's Chocolate di Design Village, Penang Malaysia. Tapi, petugas toko malah melarang wanita difabel tadi untuk masuk ke dalam.

Difabel dilarang masuk toko | www.facebook.com

Alasannya benar-benar menyakitkan hati. Pegawai toko cokelat itu melarang wanita difabel tersebut masuk ke dalam toko karena menganggap dia akan mengotori lantai dengan kursi roda itu.

Kursi roda itu juga bisa saja malah merusak lantai yang terbuat dari keramik bermozaik tersebut. Tak terima dengan diskriminasi tersebut, adik ipar dari wanita itu yang bernama Rozita Othman, mengunggahnya di media sosial.

Hari ini bawa kakak seorang kakak OKU jalan-jalan kat Design Village. Sampai kat kedai coklat Beryl's DesignVillage kakak ipar tak dibenarkan masuk sebab beliau berkerusi roda. Staff kat sana beritahu nanti akan rosakkan mozek/lantai mereka yg kononnya cantik," tulis Rozita.

Postingan ini pun langsung viral di media sosial dan membuat netzen ramai-ramai mengecam dan menghujat toko cokelat tersebut karena telah melakukan diskriminasi.

Masa hanya karena seseorang tidak bisa berjalan dengan normal, maka dia dilarang untuk melihat ataupun membeli barang di dalam toko. Emang coklat hanya eksklusif untuk orang berfisik normal?

Difabel dilarang masuk toko | www.facebook.com

Tapi, ada juga netizen yang berupaya membela petugas toko itu dan mengatakan bahwa kursi roda memang bisa membuat hiasan di lantai jadi rusak. Jadi, apa yang dilakukan oleh pegawai toko itu pasti merupakan perintah dari atasannya.

Rasanya salah faham ni.. Sesetengah kedai mmg kalo akan bagi masuk kalau ada wheelchair sbb lantai mosaic yg mudah pecah. It's common sense. Sa rasa dorang bukan bmaksud OKU x boleh beli coklat kat sana," tulis akun Facebook bernama Reini Yalum.

Untuk meredam kegaduhan, pihak Beryl's Chocolate meminta maaf atas apa yang telah dialami oleh kakak ipar Rozita. Mereka mengatakan tidak mempunyai aturan seperti itu dan sepertinya ini adalah kesalahpahaman pegawai semata. Juru bicara dari Beryl's mengatakan semua orang yang memakai kursi roda bisa masuk ke dalam toko tanpa mengalami diskriminasi.

DIfabel dilarang masuk toko | www.facebook.com

Parah banget ya kemanusiaan zaman sekarang? Diskriminasi terjadi dimana-mana dan membuat kita seakan-akan tidak bisa hidup dengan damai. Semoga benar kalau ini cuma kesalahpahaman semata. Kamu sendiri pernah mengalami diskriminasi atau bullying karena fisik, nggak? Jangan ragu untuk bercerita di kolom komentar, ya.

Tags :