Minta Siswa Pakai Kardus di Kepala supaya Tidak Nyontek, Guru Ini Dinilai Melanggar HAM!
11 September 2019 by Amadeus Bima
Beban seorang guru sekarang ini berat banget
Salah satu kebiasaan buruk yang masih dilakukan oleh banyak pelajar di seluruh dunia saat menghadapi ujian adalah mencontek. Semakin berkembang teknologi, maka semakin canggih pula cara menconteknya. Kebiasaan buruk ini tentu saja membuat guru pusing tujuh keliling, karena selain mengajarkan soal pelajaran, mereka juga hendak mengajarkan kejujuran.
Makanya para guru berupaya keras untuk memberantas masalah ini. Mulai dari mengawasi lebih ketat, melarang siswa membawa gadget ke ruang ujian, mengacak soal ujian, hingga memasang kardus di kepala muridnya. Tindakan yang terakhir itu dilakukan oleh salah seorang guru di Meksiko. Dia meminta para siswa yang ujian untuk memakai kotak kardus di kepalanya.
Jadi, peserta ujian tidak akan bisa melirik ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa dengan leluasa membuka contekan. Namun, tindakan ini justru berujung kontroversi.
Luis Juárez Texis, Direktur Campus 01 "El Sabinal" di College of Bachelors, di negara bagian Tlaxcala Meksiko, dituduh melanggar hak asasi para muridnya.
Orangtua siswa di sekolah tersebut tidak terima dengan cara Luis mengawas ujian. Menurut mereka tidak perlulah sampai memasang kardus di kepala anak-anak mereka. Hal ini dianggap merendahkan. Karenanya, para orangtua sepakat meminta otoritas pendidikan Meksiko mengambil tindakan tegas, yaitu memecat Luis Juárez Texis dari sekolah.
Baca juga: Nekat Mencontek Saat Nggak Ada Guru, Pelajar Ini Kaget Setengah Mati Saat Melihat Ke Atas

Kami mengecam tindakan ini sebagai bentuk penghinaan, fisik, emosional dan psikologis kekerasan, di mana siswa 01 El Sabinal, Tlaxcala sebagai korbannya. Ini adalah bagaimana Luis Juárez Texis memperlakukan dan mempermalukan siswa. Sebagai orangtua kami prihatin pada pendidikan akademis anak kami.
Kami memohon otoritas pendidikan federal dan negara bagian serta lembaga yang menjamin hak generasi muda untuk bertindak segera dengan pemecatan Luis Juárez Texis. Kami berharap jenis kekerasan terhadap siswa Tlaxcalteca tidak diabaikan, dan pemerintah dapat memecatnya," demikian pernyataan para orangtua siswa.
Berlawanan dengan pendapat para orangtua, netizen justru memuji apa yang dilakukan oleh Luis. Menurut mereka, hal ini efektif mencegah murid menyontek saat ujian.
Netizen juga mengatakan bahwa tidak ada bahaya yang mengancam murid-murid dengan memakai kardus di kepalanya. Paling cuma merasa rada gelap doang.

Luis juga mengatakan bahwa sebagai pengawas ujian, dia telah membuat kesepakatan terlebih dulu dengan peserta ujian. Dia menegaskan para siswa secara sukarela memakai kardus tersebut dan tidak protes sama sekali. Makanya dia heran saat orangtua justru protes dan bawa-bawa HAM. Selain Luis, pencegahan unik mencontek juga pernah terjadi di Indonesia.
Kalau menurut kamu sendiri gimana? Apakah Luis melanggar HAM atau justru menerapkan metode yang efektif untuk mencegah mencontek?