Memilukan! Sang Ibu Lebih Peduli dengan Anjing Peliharaan, Anaknya Pilih Bunuh Diri
23 Agustus 2021 by Ardina Barata
Anjing memang hewan yang bisa menjadi sahabat namun jangan abaikan buah hatimu
Salah satu hewan peliharaan yang digemari oleh banyak orang, salah satunya adalah anjing. Hewan yang katanya berawal dari serigala lewat bukti fosil dan DNA tersebut bisa menjadi sahabat yang sangat dekat dengan manusia, lebih tepatnya terhadap tuannya. Bahkan, hewan berkaki empat ini dipelajari khusus dalam ilmu kinologi.
Akan tetapi, tidak dapat dibenarkan pula, memelihara anjing namun mengabaikan kehidupan manusia. Apalagi manusia tersebut adalah anak sendiri yang tentunya butuh perhatian dan kasih sayang. Kisah memilukan tentang kecemburuan seorang anak kecil dengan anjing baru-baru ini ramai dan viral di media sosial.

Kisah itu terjadi pada Amber Peat yang masih berusia 13 tahun. Seorang gadis yang masih dalam masa perkembangan fisik maupun mental merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya. Bahkan, dia berpikir bahwa orangtuanya lebih menyayangi anjing peliharaannya daripada dirinya. Hingga akhirnya gadis ini memilih bunuh diri.
Gadis tersebut ditemukan meninggal di semak-semak. Dia juga menuliskan sebuah surat tentang keluh kesahnya selama ini. Pesan terakhirnya tersebut dituliskan dalam secarik kertas. Isi suratnya adalah tentang kesedihannya karena sang ibu lebih menyayangi anjing daripada dirinya.
Sang ibu yang bernama Kelly tersebut pun menyesal atas semua yang terjadi. Namun nasi telah menjadi bubur, waktu tak bisa kembali lagi. Dikutip dari The Sun, sang ibu, Kelly dan suaminya, Danny Peat sedang menjalani pemeriksaan.

- Udah Sempat Bikin Warga Sekitar Heboh Karena Dikira Bunuh Diri, Rupanya Wanita Ini Cuma Tiduran Doang
- Kejamnya Jari Netizen Indonesia! Kasus Bunuh Diri Pemuda ini Malah Jadi Bahan Becandaan
- Suami Istri Asal Indonesia Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina, Ternyata Tujuannya untuk Hal Ini. Ngeri!
Sebelum peristiwa malang itu terjadi, Amber pernah menghilang pada 2 Juni 2015 lalu. Hingga 8 jam Amber menghilang, namun Kelly dan ayah tirinya tersebut tidak mencarinya. Apakah mereka tidak mencintainya lagi? Jelasnya orangtuanya lebih peduli pada anjingnya, hal itu juga dikatakan Amber kepada gurunya.
Bahkan wali kelasnya di Sekolah Menengah Tibshelf yang bernama David Wallace pernah mengantarnya pulang ke rumah setelah Amber melarikan diri pada tengah malam. Pada mulanya David ingin menelepon orangtuanya agar menjemput Amber, namun Amber berkata bahwa orangtuanya tidak bisa menjemputnya karena anjing mereka sedang melahirkan.
Selain peristiwa-peristiwa di atas, Amber juga pernah mencoba bunuh diri dengan mencekik lehernya sendiri. Beruntunglah saat itu didapati oleh teman-temannya sehingga percobaan bunuh dirinya berhasil digagalkan. Sayangnya, keluargalah yang menjadi satu-satunya tempat bagi gadis kecil itu menghabiskan waktunya.
Sudah semestinya keluarga mengerti tentang anaknya yang sedang berkembang. Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh keluarga tentang bagaimana harus mencintai anak-anak yang tentu sangat mudah cemburu terhadap sesuatu hal.