Mantan Model Majalah Playboy Ini Bercucuran Air Mata Karena Tak Menyangka Menjadi Influncer Tuh Susah Banget

Mengeluh jadi influencer
Mengeluh jadi influencer | www.instagram.com

Pantes aja banyak yang bikin sensasi sebagai jalan pintas

Sekarang ini, menjadi influencer udah merupakan salah satu profesi alternatif yang disukai oleh banyak orang. Siapa sih yang nggak pengen populer, mendapatkan banyak uang, bisa jalan-jalan gratis atau mendapatkan produk-produk cantik hasil endorse. Menjadi influencer juga nggak wajib punya konten yang bagus-bagus amat. Kalau cewek, bermodalkan keseksian aja udah bisa jadi selebgram populer.

Salah satunya adalah wanita bernama Sarah Harris ini. Dia adalah seorang mantan model Playboy, sehingga tidak heran kalau wajahnya cantik banget dan tentu saja bertubuh seksi. Makanya, dengan cepat dia bisa mengumpulkan banyak followers di dunia maya. Kehidupan yang dia pamerkan di Instagram pun sangat menggoda. Dia sering berlibur ke tempat-tempat menarik di berbagai belahan dunia.

Tapi, siapa sangka ada sisi kelam dari menjadi seorang influencer. Hal inilah yang diungkapkan oleh Sarah dalam video yang dia unggah ke YouTube. Sambil menangis tersedu-sedu, dia menceritakan sering menerima berbagai komentar jahat dari netizen.

Tak jarang pula dia didiskriminasi karena berasal dari kota kecil. Bukan berarti dia tidak bersyukur dengan kehidupan sekarang, hanya saja selalu ada pro dan kontra untuk setiap pekerjaan yang digeluti.

Ironisnya, Sarah tidak hanya disepelekan lantaran berasal dari kota kecil, teman-teman dari daerahnya juga mengucilkan dia. Mereka menganggap kehidupan Sarah sekarang udah beda banget dengan mereka. Tak terjangkau gitu, deh. Padahal, Sarah merasa dia masih begini-begini saja. Sarah juga sedih banget ketika ada orang yang mengaku teman, padahal sebenarnya hanya ingin memanfaatkan kepopulerannya saja.

Apa yang paling mengesalkan adalah orang menganggap kami hanya duduk dengan handphone tidak melakukan apa-apa. Ada banyak waktu dan usaha untuk editing, mencari manajemen, membalas email, komentar, dan DM. Kamu harus mengatur blog di website, aplikasi, hal-hal yang tidak dipikirkan orang. Foto adalah bagian kecil dari pekerjaan," ungkapnya.

Dia juga merasa menjadi influencer itu penuh tekanan berat. Soalnya, netizen senantiasa menganggap bahwa kehidupannya itu sempurna banget, dan dia harus selalu bersikap baik. Padahal, influencer juga manusia biasa yang bisa merasakan gejolak emosi. Sayangnya, emosi ini tak bisa sembarang ditunjukkan ke dunia maya kalau tidak mau mendapat tanggapan jelek dari netizen.

Jika kamu melewati kesulitan atau keluargamu sakit atau kamu hanya sedang punya waktu yang tidak menyenangkan, hal-hal seperti itu bisa membuatmu down. Sangat sulit berpura-pura 100% oke ketika kamu tidak," kata Sarah.

Artikel Lainnya

Sarah juga mengaku sering mendapatkan cyberbullying dari netizen. Mulai dari kehidupan pribadinya, keluarganya, hingga kekasihnya. Sarah hanya meminta kepada netizen agar berpikir terlebih dahulu sebelum melontarkan komentar mengerikan di dunia maya. Karena kata-kata jahat tersebut bisa membuat seseorang mengalami depresi parah.

Ternyata, menjadi influencer itu nggak senikmat kelihatannya, ya. Apalagi dengan netizen yang bisa berkomentar sesukanya di media sosial. Jadi, kalau kamu ingin memasuki dunia ini, pastikan dulu mentalmu sudah siap, ya.

Tags :