Mahasiswa Indonesia Ini Ceritakan Kisahnya Bertemu BJ Habibie di Jerman
23 September 2019 by Amadeus Bima
BJ Habibie benar-benar seorang negarawan yang sederhana
Wafatnya BJ Habibie masih meninggalkan duka mendalam bagi warga Indonesia. Bahkan, rakyat Timor Leste juga ikut berduka dengan meninggalnya Presiden Ke-3 Indonesia ini.
Xanana Gusmao sempat menjenguknya di rumah sakit dan juga berziarah ke makam BJ Habibie yang diikuti oleh mahasiswa asal Timor Leste di Indonesia.
Sebesar itulah pengaruh BJ Habibie bagi beberapa orang. Salah satu yang turut mengenang Habibie adalah mahasiswa yang bernama Naufal Prathama ini.
Dia adalah seorang mahasiswa yang menuntut ilmu di Technical University of Munich, Jerman. Setelah mendengar kabar meninggalnya Habibie, dia membuat thread berisikan pertemuannya dengan orang jenius itu.
Kala itu, sekitar 10 bulan lalu, Naufal sedang berbelanja di sebuah toko di Jerman yang menjual barang-barang dari Asia. Dia membeli mie instan dan santan dari toko tersebut.
Lalu, tiba-tiba ada orang yang menyapa dirinya dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Naufal kaget karena ada orang yang langsung mengetahui bahwa dia orang Indonesia.
Baca juga: Rekam Jejak Kejeniusan BJ Habibie Sebelum Meninggal Dunia
Halo, kamu orang Indo ya? Kenalin, saya Habibie. Tapi biasanya saya dipanggil Eyang” tulis Naufal di akun twitter @palthama pada Kamis (12/9/2019).
Satu sore di toko Asia, saya lagi sibuk masukin indomie dan santan ke keranjang belanja ketika saya mendengar seseorang menyapa saya
— naufal prathama (@palthama) September 12, 2019
“Halo, kamu orang Indo ya? Kenalin, saya Habibie. Tapi biasanya saya dipanggil Eyang”
Rupanya, yang menyapa Naufal adalah Habibie sendiri, seorang tokoh panutannya. Melihat itu, Naufal langsung merinding karena tidak menyangka akan bertemu dengan idolanya.
Karena itulah, dia menjadi gugup dan tidak bisa berbicara dengan lancar. Habibie tampaknya mengerti dengan hal itu, sehingga beliaulah yang lebih aktif berbicara.
Dia menanyakan sejumlah topik mulai dari studi Naufal di Jerman dan tantangan apa saja yang dia hadapi selama berada jauh di negeri orang.
Kesederhanaan dan kerendahan hati ini membuat rasa kagum Naufal terhadap Habibie semakin bertambah. Bayangkan saja seorang yang pernah menjadi presiden, mau menyapa mahasiswa biasa seperti dirinya.
Saya langsung merinding. Bukan semata-mata karena akhirnya saya dapat bertatap muka langsung dengan sosok panutan saya, tapi juga karena kerendahan hatinya: beliau tetap memperkenalkan diri meskipun sudah sangat terkenal,” ujar Naufal.
Dari obrolannya dengan Habibie, Naufal mendapatkan banyak cerita inspiratif. Mulai dari kisah hidup dan perjuangan BJ Habibie, dan juga pesan-pesannya sebagai seseorang yang dulu pernah mengenyam pendidikan dan menjalani karir di Jerman.
Sebelum berpisah, Naufal memberanikan diri untuk berfoto dengan pria yang akrab disapa Eyang tersebut.
Baca juga: Makam BJ Habibie Jadi Lokasi Selfie, Kemensos Ambil Langkah Tegas Kerahkan Satpam Khusus!
Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta berfoto bersama eyang. Beliau mengiyakan sambil tersenyum. pic.twitter.com/bADacapG5C
— naufal prathama (@palthama) September 12, 2019
Saya tak akan pernah melupakan kerendahan hati beliau: seorang mantan Bapak Bangsa, pemegang sederet paten krusial, pemilik kisah hidup yang apik—mau menyapa dan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang dengan saya,” tutur Naufal.
Kalau kamu yang berada di posisi Naufal, apa yang akan kamu lakukan jika disapa oleh tokoh bangsa juga?