Awalnya Terkesan 'Wah' Mahar Pakai Fortuner, Kini Mobilnya Malah Disita Polisi

seserahan
seserahan fortuner di pati ternyata hasil curian | keepo.me

Seserahan pakai mobil Fortuner di Pati berujung nestapa.

Beberapa waktu lalu viral seserahan berupa mobil Fortuner di Pati. Kabar yang tak kalah menghebohkan pun muncul karena ternyata mobil tersebut adalah hasil curian. Namun bukan mempelai pria yang mencuri mobil tersebut melainkan karyawan di dealer Nasmoco Pati itu sendiri.

Sang mempelai pria, Ucok Budianto (28) mengaku bahwa ia membeli mobil tersebut dari Didik Setiyadi (33) alias Dika dengan uang cash. Namun ia tak menyangka bahwa mobil tersebut adalah barang curian.

Ucok Budianto diketahui memberikan seserahan berupa Toyota Fortuner dan satu unit motor Honda Beat. Ucok merupakan pengusahan penggilingan bakso di Pati. Bentuk seserahan yang ia berikan kepada Mega Tristiani (23) sempat heboh di media sosial.

1.

Ditipu oleh karyawan dealer

seserahan
ditipu oleh karyawan dealer | regional.kompas.com

Ucok Budianto tentu kaget saat mendengar bahwa mobil seserahan dalam pernikahannya adalah barang curian. Ucok mengaku membayar cash kepada karyawan dealer bernama Dika warga kecamatan Jaken, Pati.

Dokumen-dokumen yang diberikan Dika kepada Ucok ternyata palsu karena pihak dealer tidak mengetahui tentang pembelian mobil Toyota Fortuner.

“Pelaku mencuri mobil tersebut di kantornya dan menjualnya kepada korban. Sudah dibayar tunai dan disetorkan kantornya. Akad jual beli tidak diketahui pihak Nasmoco,” ujar AKP Yusi Andi Sukmana dihubungi oleh Kompas.com (20/6).

Kasus pencurian ini terungkap saat pihak dealer penasaran dengan viralnya seserahan berupa Toyota Fortuner hingga memutuskan untuk melakukan pengecekan stok di gudang.

Saat diaudit ditemukan satu mobil Fortuner yang tidak ada di tempat. Pihak dealer langsung melakukan penyelidikan dan menemukan pelakunya adalah karyawannya sendiri.

Baca juga: Dilamar Kekasih, Mahar Polwan Ini Bikin Jiwa Kemiskinan Netizen Bergetar

2.

Hasil penjualan digunakan untuk judi online

seserahan
uang penjualan digunakan untuk judi online | www.jurnalpatrolinews.co.id

Dika merupakan salah satu karyawan marketing yang sudah satu tahun bekerja di dealer Nasmoco Pati. Saat mengetahui Dika yang mencuri mobil, pihak Nasmoco langsung melapor ke kepolisian setempat untuk menangkap pelaku. Dika pun digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Dilansir dari Kompas.com, modus yang digunakan Dika yaitu dengan dalih hendak menserviskan mobil Fortuner tersebut. Supaya petugas Nasmoco tidak curiga, Dika yang sudah setahun bekerja pun beralasan mobil Fortuner itu adalah mobil bekas.

“Uang cash pembelian Fortuner sudah diserahkan sebelum lebaran. Pelaku ini sudah bekerja selama setahun di Nasmoco Pati,” ungkap Yusi.

Uang dari sebesar Rp. 506.600.000 yang diberikan Ucok secara cash kepada pelaku dipergunakan untuk judi online.

Saat diminta keterangan oleh polisi, Dika mengaku uang penjualan tersebut sudah habis ia gunakan untuk judi online. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun hukuman penjara.

3.

Ucok adalah pengusaha penggilingan bakso

seserahan
pengusaha penggilingan bakso | bali.tribunnews.com

Aksi Ucok Budianto saat memberikan seserahan berbentuk mobil kepada istrinya sempat menghebohkan warga Pati hingga viral di media sosial.

Ucok menikah dengan Mega pada hari Minggu (16/6) lalu dengan seserahan berupa satu unit Toyota Fortuner dan satu unit Honda Beat. Tak hanya itu, Ucok juga memberikan mahar berupa emas 10 gram kepada pengantin wanita.

Masyarakat pun penasaran apa profesi dari Ucok hingga mampu memberikan seserahan berupa mobil dan motor. Ternyata Ucok adalah pengusaha penggilingan bakso di Pati.

Menurut Kepala Kantor Kementrian Agama, Kabupaten Pati, Imron Rosyidi menyebut bahwa prosesi lamaran dengan seserahan bernilai tinggi memang sudah biasa terjadi di Pati.

“Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan lagi. Hal ini memang sudah biasa terjadi seserahan motor, mobil, lemari dan bahkan ternak seperti sapi. Biasanya sudah kesepakatan dan tidak ada paksaan. Ini bentuk keseriusan ingin memperistri,” terang Imron.

Artikel Lainnya

Setelah terungkapnya kasus pencurian ini, Ucok harus merelakan mobilnya dibawa ke kantor polisi untuk dijadikan sebagai barang bukti. Atas kejadian ini, semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar waspada terhadap penipuan yang bisa mengincar kita kapan saja.

Tags :