Kisah Haru, Seorang Ayah Anyamkan Tas Tali Rafia untuk Anaknya

Ayah, tas anyaman, kisah haru
Meski tasnya mungkin tidak mewah, tapi itu dari ayah | curazy.com

Tas ini tidak mewah, tapi ini dari ayah

Keistimewaan suatu barang kadang tidak terletak pada kemewahannya, tapi tentang tangan siapa yang memberikannya. Suatu barang yang disimpan, bagi orang lain bisa saja dianggap hanya benda yang remeh, tapi bagi pemiliknya justru merupakan harta yang tak bisa ternilai.

Selain kegunaan secara fungsional, benda atau hadiah tertentu terdapat pula segi-segi sentimental yang begitu personal. Pada benda-benda itu kadang ada yang ikut melekat, seperti makna atau cerita. Mungkin saja ini sebabnya, mengapa suatu hadiah atau pemberian dari seseorang kita sebut sebagai kenang-kenangan.

Kisah haru yang diunggah oleh akun Facebook "Sophous Soun" pada Senin (17/6) lalu, memiliki hablun yang sama tentang barang yang berharga, kisah ini tentang tas biru yang punya cerita haru.

Ayah, tas anyaman, kisah haru
Ini tidak mewah, tapi ini dari ayah | curazy.com

Seorang ayah, yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli tas baru, telah membuatkan tas rajut yang ia anyam sendiri untuk anaknya. Dalam keterbatasannya, ia tetap berusaha untuk memberikan sesuatu yang bisa ia berikan.

Baca juga: Sepasang Kekasih Menikah di Mapolres. Suasananya Bikin Haru!

Kisah ini terjadi di Kamboja. Awalnya, akun Facebook Sophous Suon mengunggah sejumlah potret anak kecil yang memakai seragam sekolah tanpa memakai sepatu. Anak laki-laki tersebut menenteng sebuah tas unik berukuran kecil yang terbuat dari rajutan tali rafia berwarna biru.

Ayah, tas anyaman, kisah haru
Tas ini tidak mewah, tapi ini dari ayah | curazy.com

Dari keterangan akun Facebook itu, tas biru tersebut adalah hadiah dari seorang ayah untuk anaknya, dirajut oleh tangannya sendiri. Alasannya, sebagaimana yang disebut tadi, sang ayah tak memiliki cukup uang untuk membelikan anaknya tas baru, sementara tas lama sudah tak layak pakai.

Tas biru itu berbahan tali rafia, dilengkapi dengan sepasang tali gendong dan dua kancing berwarna hitam sebagai kunci penutup. Meski dari tali rafia, tas itu tetap menjadi tempat yang sanggup menampung beberapa buku sekolah milik anak itu.

tas ini tidak mewah, tapi ini dari ayah | curazy.com
Artikel Lainnya

Unggahan itu telah mendapat 825 like, 117 komentar, dan 5000 kali dibagikan. Sebagian besar warganet menyoroti perjuangan sang ayah, tak sedikit yang memuji dan mengaku tersentuh.

Tapi, mengapa ini menjadi sesuatu yang viral? Apakah tas tersebut begitu bagus? Jika kita lihat kembali tas biru itu, dengan mata yang jujur, bukankah itu tas rajut biasa saja?

Warganet yang ikut memviralkan kisah ini mungkin sepakat, bahwa bukan wujud tas rajut biru itu yang istimewa, tapi lebih pada cerita di baliknya; ada makna kasih sayang orangtua pada anaknya, yang tulus dan tak berbatas meski dalam suatu kondisi yang penuh keterbatasan.

Mungkin tas rajut itu biasa saja, dianyam dari tali rafia yang saling bersilang, dari bahan yang biasa-biasa saja. Tapi, barangkali, di mata anak itu tas biru tersebut memilki keistimewaan yang mendalam.

Baginya itu bukan hanya jalinan serat rafia, tapi helaian kasih seorang ayah yang sedikit demi sedikit terus dianyam hingga menjadi tempat yang aman bagi harapan dan buku-buku kecilnya.

Tags :