Kerangka Anak-anak Korban Ritual Ditemukan di Peru, Inilah Fakta Dibaliknya!

makam kuno
Makam Las Llamas di Peru yang juga punya tragedi mengerikan | international.sindonews.com

Mengapa anak-anak dikorbankan pada waktu itu?

Kehidupan tidak bisa lepas dari sejarah atau peristiwa masa lalu. Baik itu hal yang baik terjadi maupun hal yang sebenarnya tidak kita inginkan terjadi. Kita tidak bisa mengubahnya dan biarlah hal itu menjadi benar dengan keasliaannya tanpa diubah-ubah untuk kepentingan belaka.

Akan tetapi, kehidupan masa kini adalah hal yang bisa kita ubah. Apa yang kita perbuat hari ini juga akan menjadi sejarah. Belum lagi kalau hal itu adalah sesuatu yang besar dan menyangkut hidup orang banyak. Tentu akan menjadi perbincangan.

Kita juga berbenturan dengan kebenaran, karena yang pada saat itu menjadi benar belum tentu dianggap benar pada suatu hari kelak.

makam kuno
Anak-anak yang dikorbankan ditata berjajar | nationalgeographic.grid.id

Misalnya saja pada zaman dulu kala di Peru diberitakan tentang pengorbanan anak. Mungkin saat itu dianggap hal yang lumrah, namun apakah bila berkaca di waktu sekarang, apakah hal itu masih layak?

Baru-baru ini para arkeolog di Peru mengungkapkan makam peninggalan suku Inca, tepatnya di situs arkeologi Mata Indio.

Situs yang terletak seribu kilometer dari kota Lima, Peru tersebut sudah berusia lebih dari 500 tahun. Dilansir dari National Geographic, diduga penghuni makam telah dikuburkan dengan kerabat mereka.

Saat ini sudah ditemukan lima kerangka orang dewasa. Selain itu ditemukannya pula kerangka empat anak-anak. Dalam penelitian itu, anak-anak diduga sengaja dikorbankan untuk sebuah ritual.

Anak-anak itu diletakkan di bawah lantai batu makam. Mereka ditata berjajar dari timur ke barat. Dari keterangan Alfredo Nunez yang merupakan salah satu arkeolog yang terlibat dalam studi, pengaturan mayat itu sangat penting pada masa tersebut dan merupakan ‘sumbu simbolik.’

makam kuno
Diduga makam itu adalah untuk orang yang berada | nationalgeographic.grid.id
Artikel Lainnya

Kesimpulan yang ada dari para peneliti, dikatakan bahwa makam itu bukan makam biasa, melainkan makam dari keluarga-keluarga yang berada. Hal yang menjadi buktinya adalah ditemukannya koleksi kerang laut mewah dari genus Spondylus. Tidak semua orang bisa melakukan hal demikian.

Biasanya orang-orang Inca hanya akan mengubur tokoh penting di masyarakat dengan kerang laut mewah dan indah tersebut. Selain itu, para arkeolog yang bersatu menjadi sebuah tim penelitian telah menemukan beberapa vas dan lubang-lubang di mana diletakkannya berhala simbolis.

Luis Chero Zurita, Direktur situs museum Huaca Rajada-Sipan berujar, “Kami beruntung dapat mendokumentasikan struktur makam serta mengungkap beberapa objek.”

Di sisi lain, makam yang ada di Peru ini juga menjadi makam yang cukup besar. Ukurannya mencakup 60 meter persegi, ukuran tersebut lebih besar dibandingkan dengan kompleks makam-makam lainnya di area tersebut.

Tags :