Kaget! Presiden Tanzania Temukan Pepaya, Kambing dan Burung Tertular Corona!

ilustrasi
ilustrasi | google.com

Terkait penemuannya tersebut, John Magufuli menganggap adanya sabotase

Presiden Tanzania, John Magufuli dinyatakan sebagai salah satu dari beberapa pemimpin negara di dunia yang meremehkan Covid-19. Sekolah maupun universitas di negera itu masih tetap buka, bahkan ia memerintahkan rakyatnya untuk tetap bekerja dengan giat. Ia juga mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Madagsakar mengenai ramuan yang katanya mampu menyembuhkan infeksi Covid-19 dalam 10 hari.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Minggu (3/5/2020), Magufuli meminta diadakannya investigasi apabila ditemukan “sabotase”. Pasalnya pemerintahan Tanzania mendapatkan kritikan dari pihak oposisi karena dianggap tidak transparan dalam memberitakan jumlah kasus Covid-19 yang sebenarnya, serta kurang tanggap dalam menangani kasus coronavirus. Pada Rabu (29/4/2020), Tanzania melaporkan 480 kasus dengan jumlah kematian 16 orang akibat virus corona.

Mendapat kritik yang seperti itu, Magufuli menyatakan kemungkinan adanya sabotase. Menurutnya, orang yang terpapar corona belum tentu sakit dan ia tidak begitu yakin pada sumber daya laboraturium.

Peralatan atau stafnya mungkin bisa dikompromikan dan kadangkala, bisa terjadi sabotase, ucap Magufuli.

Baca Juga : Gara-Gara Tabligh Akbar, Jumlah Kasus Corona di Malaysia Melonjak hingga 190 Kasus Baru!

Artikel Lainnya
ilustrasi
Magufuli mengklaim ada pepaya, burung puyuh dan Kambing terinfeksi corona | sporosbank.com

Burung Puyuh, Pepaya Dan Kambing Terinfeksi Corona

Presiden yang telah menjabat dari tahun 2015 silam tersebut mengatakan bahwa dirinya juga telah melakukan penelitiansecara diam-diam pada sejumlah varietas buah-buahan, binatang serta oli kendaraan. Bukan tanpa hasil, Magufuli bahkan mengungkapkan bahwa ia menemukan adanya pepaya, seekor burung puyuh serta seekor kambing yang positif terinfeksi Covid-19, ia mengatakan bahwa hal itu menunjukkan adanya “permainan kotor”.

Berarti ada kemungkinan terjadi kesalahan, atau reagen yang diimpor memiliki masalah. Bisa juga, si teknisi teledor, ungkapnya sebagaimana dikutip dari AFP Minggu (3/5/2020).

Sang presiden bahkan memberi perintah pada Menteri Konstitusi dan Hukum baru, Mwigulu Nchemba untuk melakukan penyelidikan yang lebih dalam mengenai penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Pergilah dan selidiki jika ada kemungkinan kejahatan di dalam laboraturium nasional, dan segeralah bertindak, ucap sang presiden.

Baca Juga : Pendeta Gelar Misa Minum Dettol Buat Cegah Corona, Hasilnya 59 Orang Meninggal

Magufuli mengklaim ada pepaya, burung puyuh dan Kambing terinfeksi corona
Magufuli mengklaim ada pepaya, burung puyuh dan Kambing terinfeksi corona | Okezone.com
ilustrasi
Presiden Tanzania, John Magufuli | Hidayatullah.com

Sebagai menteri yang baru saja dilantik, rupanya Nchemba menggantikan menteri sebelumnya, Augustine Mahiga yang merupakan satu dari tiga anggota parlemenyang tewas dalam rentang waktu 11 hari. Tidak ada penjelasan tentang penyebab kematian tiga orang tersebut, namun beredar kabar bahwa salah satunya meninggal akibat terinfeksi Covid-19 pada April lalu.

Mengenai hal itu, kelompok oposisi telah meminta anggota parlemen untuk melakukan karantina mandiri pada Jumat (1/5/2020) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona pada anggota lain.

Baca Juga : Swedia Terapkan Herd Immunity, Warganya Dibiarkan Tertular Corona!

Magufuli Dianggap Remehkan Covid-19

Presiden Magufuli mengkritik umat muslim yang menutup masjid di Dar Es Salaam pada Jumat (1/5/2020), menurutnya penutupan yang dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus itu terkesan aneh. Ia bahkan meminta rakyatnya untuk tetap bekerja dengan giat. Transportasi bus, pasar dan pertokoan juga dibiarkan tetap beroperasi seperti biasa.

Sangat aneh untuk menghentikan orang percaya memasuki masjid. Jika kalian takut, biarkan yang lain tetap datang dan beribadah, ungkapnya.

Tags :