Geger Temuan Korban Mutilasi dengan Tulisan Misterius di Malang, Praktik Dukun?

kepolisian dan relawan
Penemuan mayat korban mutilasi | www.tribunnews.com

Penemuan mayat perempuan misterius korban mutilasi di Malang

Warga Malang tengah dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan yang diduga menjadi korban mutilasi. Penemuan mayat tersebut berada di lantai dua Pasar Besar kota Malang. Pedagang curiga tercium bau menyengat dan mengira bangkai tikus atau kucing di lantai atas.

Lalu para pedagang melaporkan ke petugas keamanan untuk mengecek ke arah sumber bau dan ditemukan potongan tubuh di beberapa lokasi yang berbeda. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membenarkan adanya penemuan mayat perempuan korban mutilasi dan saat ini Polres Malang Kota sedang menyelidiki kasus tersebut.

1.

Kronologi penemuan mayat di Pasar Besar Malang

kepolisian dan relawan
Penyelidikan polisi terhadap korban mutilasi | news.detik.com

Pada hari Selasa (14/5) para pedagang curiga karena mencium bau yang sangat menyengat dan akhirnya memberitahu petugas untuk mengecek lantai dua di pasar terbesar di kota Malang tersebut.

Namun saat mengecek dari sumber bau, salah satu saksi menemukan potongan sepasang kaki manusia. Lalu beberapa bagian tubuh lainnya ditemukan di tempat yang berbeda. Mengetahui hal ini, petugas keamanan langsung melapor pada polres Malang Kota.

“Kami kira bau bangkai tikus atau kucing. Setelah dicek bersama petugas, ternyata ada potongan kaki dan tangan,” kata Trisno Haryanto, salah seorang pedagang di Pasar Besar

Baca juga: Fakta Kasus Fera Oktaria, Pegawai Minimarket yang Tewas Dimutilasi

2.

Ditemukan enam bagian tubuh di tempat terpisah

kepolisian dan relawan
Ditemukan beberapa bagian tubuh di lokasi yang berbeda | faktualnews.co

Dilansir melalui Liputan6.com (14/5), berdasarkan informasi korban mutilasi tersebut adalah seorang perempuan. Sepasang kaki dan tangan korban ditemukan di bawah tangga sisi timur, badan korban ditemukan membusuk di kamar mandi, sedangkan bagian ujung kaki dan tangan tampak terbungkus plastik.

Kondisi mayat yang sudah menghitam membuat korban sulit diidentifikasi sehingga pengambilan sidik jari pun juga terkendala. Di bagian masing-masing telapak kaki korban terdapat tato.

Kedua tato tersebut bertuliskan “Sugeng” dan “Wahyu di Gereja Comboran”. Polisi bahkan sudah mendatangi gereja Comboran untuk memastikan apakah korban termasuk jamaah di Gereja tersebut.

Di antara bagian tubuh korban mutilasi ini juga terdapat tangan maneken yang ditempeli tulisan tangan warna merah.

“Tulisan itu ada di ujung tangan. Melihat kondisinya, sepertinya peristiwa ini sudah terjadi beberapa hari lalu,” terang Agus Merdiko, salah seorang relawan yang membantu proses evakuasi.

Kini jasad korban dibawa ke RS Saiful Anwar untuk di identifikasi, pengambilan sidik jari dan ciri rajah di kedua telapak kaki untuk dijadikan bahan identifikasi

Selain tulisan tangan warna merah, di lokasi juga ditemukan tiga tulisan kertas. Tiga tulisan lainnya tampak ditempel di dinding.

“Inallilahi orang ruwet belakangnya nanti akan dapat kutukan dari Allah…” tulis kalimat di salah satu kertas.

“Ilmu dukunmu yang kau pelajari suatu saat akan memakan dirimu sendiri dan mati dengan mengenaskan. Ingat kejadian di Muharto gang 5 inallilahi,” tulisan lainnya.

Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan apakah tulisan ini ada sangkut pautnya dengan pembunuhan korban dan dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

3.

Terduga pelaku sudah diamankan

kepolisian dan relawan
Penangkapan pelaku | news.detik.com

Pelaku mutilasi di Pasar Besar Malang diketahui bernama Sugeng (49). Sugeng mengaku memutilasi korban hanya dengan menggunakan gunting. Korban dimutilasi tiga hari setelah meninggal.

“Mutilasinya pakai alat gunting seadanya yang dimiliki pelaku. Semua diakui dalam pemeriksaan. Barang bukti sudah kami amankan,” tegas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri dikutip dari Detik.com (16/5).

Pelaku mengaku kalau korban sendiri yang minta jasadnya dimutilasi sebelum korban meninggal serta adanya bisikan ghaib yang diterima pelaku.

“Kata pelaku, saat bertemu korban mengaku asal Maluku. Dia mengatakan jika sakit pada bagian kelaminnya, sempat dicek oleh pelaku menggunakan jarinya, setelah pelaku membawa korban ke area lokasi kejadian. Sore harinya korban meninggal,” papar Asfuri.

Pelaku ditangkap tak jauh dari TKP. Sugeng ditemukan oleh anjing pelacak polisi di kawasan persemayaman Panca Budhi. Anjing melacak dari bau baju pakaian yang diduga milik pelaku yang ditemukan di lokasi kejadian.

Artikel Lainnya

Hingga saat ini polisi terus melakukan penyelidikan dan mengecek kondisi kejiwaan pelaku. Semoga misteri pembunuhan mayat perempuan yang dimutilasi ini segera menemui titik terang dan segera terungkap kebenaranya.

Tags :