Demi Membantu Menafkahi Keluarganya, Bocah Perempuan Ini Rela Berjualan Gorengan Sampai Larut Malam

Bocah berjualan sampai larut malam
Bocah berjualan sampai larut malam |

Bersyukurlah kalau hidupmu tidak sekeras ini

Kalau kamu merupakan seorang pelajar yang hanya fokus untuk belajar dan tak perlu pusing memikirkan cara mencari nafkah, sudah sepatutnya kamu bersyukur. Pasalnya, banyak anak-anak di luar sana yang harus mencari nafkah setelah bersekolah. Ada yang menjadi pengamen, ada yang memulung, dan ada juga yang berjualan makanan serta minuman.

Salah satunya adalah bocah perempuan yang baru duduk di kelas 4 SD ini. Bocah asal Cilacap yang bernama Wulan ini sehari-hari harus berjuang mencari nafkah setelah selesai menimba ilmu di D Negeri Petungan, Cilacap. Dia harus melakukan ini karena ibunya berada di Malaysia dan tak pernah pulang lagi ke Indonesia. Sementara, sang ayah hanyalah seorang pengangguran.

Jadi, saat ini Wulan dan adiknya tinggal bersama tante dan neneknya. Setelah pulang sekolah, mulai pukul 5 sore dia akan berkeliling untuk menjajakan gorengan. Mirisnya, dia terkadang tak boleh pulang kalau semua gorengan jualannya itu belum habis terjual. Hal inilah yang menyebabkan Wulan terkadang harus berjualan sampai 12 malam. Padahal, dia besoknya harus bersekolah lagi.

Bocah berjualan sampai larut malam
Bocah berjualan sampai larut malam | www.facebook.com

Uang hasil penjualan gorengan itu diberikan seluruhnya kepada tantenya yang sudah bersedia menampung Wulan dan adiknya. Wulan hanya mendapat uang saku Rp 2 ribu dari hasil penjualan gorengan tersebut. Dalam video yang viral di media sosial, Wulan ditanyai oleh beberapa orang mengenai kehidupannya yang keras tersebut. Gorengan yang dijual Wulan harganya bervariasi, contohnya lemper dijual dengan harga Rp 2.500.

Astagfirulloh bagaimana ht orang tuanya,sedangkan tantenya yg membuat gorengan ini tdk ikut memasarkan dngn alasan malu dan tdk level,sekarang pun adeknya sedang sakit dan diopname di RS Umum,untung ada neneknya yg baik,” tulis akun Facebook Callista Khanza Sport.

Saat menjajakan dagangannya, Wulan biasanya melalui rute alun-alun, Katamso, Tengger, S Parman, Sangkal Putung, dan sekitarnya. Callista memviralkan kehidupan Wulan supaya ada netizen yang tergerak membeli dagangan Wulan agar Wulan bisa lebih cepat pulang ke rumah.

Karena, di usianya yang masih muda, dia seharusnya lebih banyak bermain dan belajar, bukan berjualan gorengan sampai larut malam. Terlebih, Wulan sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan adiknya. Kisah Wulan ini kemudian mendapatkan beragam tanggapan dari netizen yang merasa trenyuh dan terharu dengan pahit getirnya kehidupan yang dijalani oleh Wulan.

Artikel Lainnya

Mereka juga mengecam sang tante yang tega menyuruh Wulan berjualan sampai larut malam agar semua gorengan itu habis terjual.

“Ya Allah semoga sll dimudahkan rejekimu ya nak..dagangannya selalu laku habis..aamiin..,” tulis akun Herlina Dewi, dalam kolom komentar.

“Secantik apa sih tante ya, bilang ga level lagi buat jualan? Mbok kasian masa ank kecil suruh jualan goreng.n keliling? Kasian Lahhh,” tulis Akun Riska Sari.

Jadi, kalau hanya menjalani sekolah saja kamu sering mengeluh, sering-seringlah melihat kehidupan orang lain yang kondisi ekonominya pas-pasan. Semoga dengan begitu kamu bisa lebih bersyukur dalam menjalani hidup ini.

Tags :