Santuy! Benturkan Kepala Ponakan hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok Saat Diperiksa Polisi

Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi
Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi | regional.kompas.com

Korban dianiaya karena minum teh.

Seorang wanita bernama Vianita Handayani Elfana Hasan ditangkap oleh polisi setelah melakukan tindak aniaya terhadap keponakannya sendiri PR (7) hingga tewas. Kendati demikian, tidak tampak adanya penyesalan atau pun rasa bersalah. Bahkan pelaku masih bisa tidur nyenyak dan mendengkur.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (20/2/2020), peristiwa nahas itu terjadi di Desa Kaliorang RT 15 Jalan HM Ardan, kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kasus ini terungkap ketika suami Vianita yang bernama Baharudin (49) pulang kerja pada Selasa (18/2/2020).

Pada saat itu Baharudin mendapati korban tak sadarkan diri dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Menurut hasil pemeriksaan dari Puskesmas Kecamatan Kaliorang, korban meninggal akibat benturan yang sangat keras di kepala bagian belakang.

Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi
Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi | statik.tempo.co

Setelah menerima laporan terkait kasus tersebut, polisi langsung bergerak mengamankan Vianita untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Vianita tega membenturkan kepala bocah malang itu ke pintu. Setelah itu pelaku menganiayanya hingga mengalami luka memar di perut, punggung, bibir, dan dagu.

Baca juga: Tito Karnavian Sebut Pengangguran Biang Kerok Hoaks, Netizen: Kami Tetep Sibuk Rebahan kok

"Pengakuan pelaku (Vianita), dia emosi karena anak ini minum teh. Kalau minum teh korban kena semacam alergi gitu. Jadi dia (pelaku) jengkel benturkan ke pintu," ujar Kapolsek Kaliorang, AKP Pujito.

Selain memeriksa motif pelaku, polisi juga mendalami tentang dugaan gangguan mental pada diri Vianita. Pasalnya, pelaku menunjukkan perilaku yang sangat aneh setelah membenturkan kepala PR hingga bocah 7 tahun itu meninggal.

Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi
Santuy! Benturkan Kepala Bocah hingga Tewas, Pelaku Malah Tidur Ngorok saat Diperiksa Polisi | lh3.googleusercontent.com

Menurut Pujito, Vianita jadi tidak mau berdiri dan diajak bicara saat didatangi polisi. Bahkan setelah melakukan perbuatan yang cukup kejam, Vianita tetap bisa tidur ngorok.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Anak Ini Di-bully Napi Lain, Kepalanya Dimasukkan ke Kloset!

Hingga pada akhirnya, Vianita dibawa ke Kantor Polsek Kaliorang dengan cara digotong beramai-ramai. Di kantor polisi pun, Vianita bergeming. Sehingga, polisi terpaksa menunda pemeriksaan karena kondisi Vianita.

"Dia tetap tidur bahkan sampai nyenyak ngorok semalaman. Dia baru bisa diperiksa Rabu pagi. Itu pun pengakuannya masih belum konsisten," kata Pujito.

Sekarang, Vianita telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang. Akibatnya ia terancam hukuman 7 tahun penjara.

Artikel Lainnya

Diketahui kemudian bahwa korban memang tinggal bersama pelaku dan suaminya sejak berusia dua tahun karena masalah keluarga. Ayah kandung PR saat ini bekerja di Kabupaten Paser Utara. Sementara itu, ibu kandungnya sedang menjalani masa tahanan di Lapas Balikpapan. Jenazah PR dimakamkan di tempat ayah kandungnya di Penajam Paser Utara.

Tags :