Bikin Ngeri! 4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Sekarang

4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini!
4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini! | dunia.tempo.co

Ngeri banget lihatnya.

Praktik barbar yang dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu masih menyisakan sejarah yang begitu kelam. Bagaimana seseorang disiksa dan dibunuh di depan banyak orang menjadi kenyataan yang sungguh menyakitkan. Tidak hanya untuk mereka yang disiksa, tetapi juga untuk mereka yang menyaksikan.

Meski bertujuan memberikan contoh hukuman kepada para pelanggar sehingga nantinya tidak ada yang berbuat demikian, namun tetap saja perlakuannya sungguh tidak memanusiakan. Pada kenyataannya, praktik yang demikian masih terjadi hingga saat ini di beberapa belahan dunia.

Praktik seperti kanibalisme hingga hukuman gantung masih dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat. Seperti apa kengerian dari praktik barbar yang masih dilakukan oleh manusia di zaman modern ini? Berikut ulasannya untuk kamu semua!

1.

Kanibalisme

4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini!
Kanibalisme | www.yukepo.com

Praktik barbar pertama yang masih dilakukan pada era sekarang adalah praktik kanibalisme. Kanibalisme yang dimaksud di sini adalah praktik memakan daging manusia yang telah mengakar dan menjadi budaya dalam kelompok masyarakat tertentu.

Baca juga: Selain Temuan Mayat di Tangki Air, Ini Daftar Kasus Kematian di Hotel Cecil

Suku yang masih melakukan praktik mengerikan ini bernama suku Korowai yang berada di pedalaman Papua. Bisa dibilang kehidupan suku ini sangat terisolasi dari kehidupan dunia luar sehingga mereka masih memegang erat budaya dari leluhur mereka.

Dalam melakukan praktik kanibalisme, suku Korowai dipimpin oleh seorang Khakhua (dukun). Sebelum dijadikan santapan, korban yang telah ditunjuk akan disiksa hingga dibunuh terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mereka menyantap korban dengan bagian otak sebagai makanan pembuka mereka.

Catatan tentang budaya mengerikan ini pernah dituliskan oleh seorang jurnalis bernama Paul Raffaele. Ia memutuskan untuk tinggal bersama dengan suku Korowai sebagai bagian dari investigasinya.

Kebanyakan dari para kanibal merasa bahwa rasa daging manusia hampir sama dengan daging babi atau sapi. Akan tetapi, menurut Raffaele, cita rasa daging manusia lebih mirip dengan daging dari burung kasuari.

Baca juga: Mengerikan! Konon 6 Hantu Ini Gemar Memperkosa Manusia

Selain suku Korowai, praktik kanibalisme ini dipercaya masih dilakukan oleh beberapa kelompok yang ada di Pasifik Selatan.

2.

Eksekusi mati di depan umum

4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini!
Eksekusi mati di depan umum | dunia.tempo.co

Sebelum abad ke-20, eksekusi mati di depan umum menjadi momen yang paling menyenangkan dan menghibur para penonton. Namun, di era modern seperti sekarang ini, hal tersebut menjadi hal yang mengerikan untuk disaksikan, terutama untuk anak kecil.

Praktik ini pun sepenuhnya telah dihapuskan di beberapa negara barat karena dinilai melanggar HAM. Selain itu, pemerintah juga melarang hukuman mati untuk para kriminal. Sebagai gantinya, para kriminal dengan tindak kejahatan berat akan mendapat hukuman penjara seumur hidup.

Meski demikian, beberapa negara masih memberlakukan hukuman ini. Pemerintah setempat berpendapat jika hukuman mati dapat mencegah orang lain untuk melakukan tindak kejahatan. Namun, apakah itu efektif?

Baca juga: Hantu dan Makhluk Mitologi Pra-Islam, Sumber Ketakutan Sekaligus Misteri Budaya Arab

Salah satu di antara negara yang lantang memberlakukan hukuman mati adalah Iran. Hal itu dilakukan setelah negara tersebut mengalami peningkatan kejahatan.

Pada awalnya, pejabat Iran memerintahkan hukuman gantung dengan cara tertutup. Namun, belakangan mereka memutuskan untuk mengeksekusi mati para terpidana secara terbuka agar dapat disaksikan oleh khalayak umum. Eksekusi mati tersebut dilakukan di pusat Kota Teheran.

Tidak semua narapidana mendapat hukuman gantung. Mereka digolongkan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan tindak kejahatannya. Kebanyakan narapidana yang mendapatkan hukuman gantung adalah mereka yang melakukan pembunuhan, pemerkosaan, homoseksual, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

3.

Hukuman rajam

4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini!
Rajam | islamberkomunikasi.blogspot.com

Rajam adalah sebuah metode hukuman yang dilakukan dengan cara melemparkan para terpidana dengan menggunakan batu hingga tewas. Pelaku kejahatan akan dikubur setengah badan dalam posisi berdiri, kemudian para penonton akan mulai menghujamkan batu ke arah mereka.

Baca juga: Banyak Kejanggalan hingga Dianggap Angker, Ini Cerita Mistis yang Menghantui Gedung DPR

Namun, batu yang digunakan bukan sembarang batu. Maksudnya batu yang digunakan untuk merajam adalah batu yang berukuran tidak kecil dan tidak juga besar.

Hal itu sesuai dengan tujuan dari hukuman rajam, yakni menyiksa para pelaku kejahatan secara perlahan hingga mati. Kalau ada penonton yang menggunakan batu berukuran besar untuk merajam, berarti sama saja mereka membantu para penjahat.

Hingga saat ini, hukuman rajam masih dianggap legal di beberapa negara, seperti Arab Saudi, Pakistan, Yaman, Uni Emirat Arab, Sudan, dan Iran. Para pelaku kejahatan yang dihukum dengan hukuman ini kebanyakan merupakan para pezina.

Selain rajam, hukuman mengerikan lainnya juga masih diberlakukan di beberapa negara. Misalnya, Arab Saudi yang masih melegalkan hukuman mencongkel mata dan memenggal kepala serta Nigeria yang melegalkan hukuman amputasi bagi mereka yang melakukan tindak pencurian.

4.

Perburuan penyihir

4 Praktik Barbar Ini Masih Dilakukan hingga Saat Ini!
Perburuan penyihir | www.kaskus.co.id

Ternyata pada era modern seperti sekarang masih terdapat perburuan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai penyihir. Hal tersebut dibuktikan dengan kejadian yang menimpa seorang wanita di Papua New Guinea pada Februari 2013 silam.

Pakaiannya dilucuti, kemudian disiksa dengan batang besi panas, hingga dibakar hidup-hidup di atas tumpukan ban bekas karena dianggap sebagai seorang penyihir. Ratusan orang pun menyaksikan kejadian mengerikan tersebut.

Baca juga: Tragedi Bintaro 1987 Ini Meninggalkan Sejumlah Kisah Mistis yang Mengerikan

Pada kenyataannya, Papua New Guinea bukanlah satu-satunya negara yang masih melakukan perburuan terhadap penyihir. Beberapa kelompok masyarakat yang ada di Afrika juga masih melakukan hal yang sama.

Presiden Gambia, Yahya Jammey misalnya telah mengesahkan perburuan terhadap orang-orang yang diduga penyihir pada tahun 2009. Atas perintah sang presiden, warga kemudian menjadi was-was dan banyak yang melarikan diri karena merasa diteror oleh pemerintah. Setelah perintah tersebut, sedikitnya enam orang tewas karena dianggap sebagai penyihir.

Contoh lainnya terjadi di India yang mana sekitar 150 hingga 200 orang tewas tiap tahunnya karena dianggap sebagai penyihir. Entah benar atau tidak, pemerintah negara setempat memang masih memberlakukan hukuman terhadap para penyihir.

Selain India, Arab Saudi pun melakukan hal yang sama dan akan memberikan hukuman mati kepada mereka yang diduga telah melakukan sihir.

Artikel Lainnya

Itu dia beberapa tindakan barbar yang ternyata masih dilakukan oleh masyarakat pada era modern ini. Sungguh mengerikan, bukan?

Tags :