Astaga! Ada Orang yang Nekat Mencuri Sesajen Saat Upacara Melasti di Pantai Sanur, Bali

Gak takut kena azab apa ya

Pada hari Kamis (7/3), umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi. Sebagai salah satu daerah dengan populasi umat Hindu terbesar di Indonesia, Pulau Bali juga turut larut dalam perayaan ini dengan tertib. Namun, ada saja pihak-pihak yang ingin merusak momen sakral ini dengan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan norma dan adat.

Di media sosial tengah viral video yang memperlihatkan orang mengambil uang sesajen saat upacara Melasti di Pantai Sanur. Upacara Melasti memang biasanya digelar menjelang perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Upacara Melasti ini bertujuan untuk mensucikan diri. Namun, belum selesai umat Hindu Bali menjalankan ibadahnya, sudah ada orang yang mengambil uang sesajen tersebut.

Dalam video singkat itu, terlihat anak muda yang diduga merupakan bocah lokal, mengambil sesajen berisi uang yang dipersembahkan oleh umat Hindu saat Upacara Melasti. Mereka terlihat sudah memantau dan sengaja menunggu seorang wanita umat agama Hindu yang sedang membawa sesajen dan akan menjalankan sembahyang. Dengan gerakan cepat, bocah itu langsung mengambil sesajen tersebut.

Bocah menjarah sesajen |

Setelah wanita itu selesai berdoa, mereka langsung mengambil sesajen tersebut, terutama uangnya. Yang lebih parahnya lagi, ada umat Hindu yang belum selesai berdoa tapi sesajennya langsung mereka bawa kabur. Video ini lantas membuat netizen merasa geram dan mengecam aksi bocah-bocah tersebut. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana ikut angkat bicara atas hal ini.

Dia mengatakan bahwa peristiwa penjarahan ini bisa terjadi karena kurangnya koordinasi antara pengurus adat dengan pecalang yang berjaga. Menurutnya, semua pihak yang bertugas seharusnya berkeliling untuk memastikan bahwa kondisi sudah steril. Kalau hal ini dilakukan seperti seharusnya, tentu saja insiden penjarahan sesajen ini tidak akan terjadi.

Artikel Lainnya

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Waktu tak mungkin diputar kembali. Yang leibh penting adalah menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran sehingga insiden serupa tidak akan terulang di tahun-tahun mendatang. Sudiana menyarankan agar ke depannya diatur pembagian batas wilayah. Sehingga saat umat tengah khusyuk berdoa maupun bersembahyang tidak terganggu dengan pengunjung yang sengaja mencari sesajen.

Miris banget, ya melihatnya. Kalaupun sesajen itu bisa diambil nantinya, setidaknya tunggu dulu dong umat beragamanya selesai menjalankan ibadah. Masa main jarah begitu saja. Itu sih udah sama aja kayak melakukan tindakan pencurian. Gimana tanggapanmu terkait kasus ini?

Tags :