3 Kesalahan Fatal yang Pernah Dilakukan Google Maps Ini Bikin Nyawa Melayang

Kesalahan Fatal yang Dilakukan Google Maps!
Kesalahan Fatal yang Dilakukan Google Maps | www.youtube.com

Sampe bikin perang dua negara, lho!

Yang kita ketahui aplikasi Google Maps adalah sebuah aplikasi yang dapat membantu seseorang mencari jalan menuju ke tempat yang diinginkan. Namun, di balik semua kebaikan yang diberikan olehnya, ada beberapa kasus di mana orang-orang malah menemui jalan buntu, bahkan nyaris kehilangan nyawa ketika menggunakan aplikasi ini.

Nah, di bawah ini terdapat beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Google Maps sebagai sebuah aplikasi canggih di zaman modern ini. Yuk, Keepo!

1.

Tersesat dan hampir mati karena menggunakan Google Maps

Kesalahan Fatal yang Dilakukan Google Maps!
Tersesat dan hampir mati karena menggunakan Google Maps | scribol.com

Seorang wanita asal Amerika Serikat bernasib apes tatkala dirinya harus bertahan selama lima hari karena tersesat ketika menuju ke tempat tujuan. Adalah Amber Vanhecke, wanita berusia 24 tahun yang harus menderita selama berhari-hari di daerah terpencil Grand Canyon.

Pada waktu itu, Amber berencana untuk melakukan solo traveling menuju wilayah perbukitan Grand Canyon. Ia pun menggunakan aplikasi Google Maps sebagai penunjuk jalan. Namun, aplikasi tersebut malah mengarahkannya ke jalan yang tidak ada alias buntu.

Ketika ia mau berbalik arah, mobil yang dikendarainya pun kehabisan bahan bakar. Lebih runyam lagi karena sinyal ponsel miliknya tiba-tiba hilang. Ia pun mencoba menghubungi layanan darurat 911, namun tidak berhasil.

Pada hari ketiga dalam ketersesatannya, ia semakin panik karena perbekalan yang dibawanya sudah habis. Ia bahkan telah merekam pesan perpisahan kalau-kalau dirinya ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa.

Pada hari keempat, ia melakukan sesuatu. Ia mengumpulkan bebatuan dan menyusunnya menjadi kata “HELP”. Tentunya dengan harapan ada pesawat atau helikopter yang melihat tanda tersebut. Namun sayangnya, usahanya berakhir dengan sia-sia.

Pada hari kelima, Amber memutuskan untuk mendaki dan keluar dengan sisa-sisa tenaganya dengan harapan agar mendapatkan sinyal ponsel. Usahanya pun akhirnya berbuah manis.

Setelah ponselnya mendapatkan sinyal, ia langsung menghubungi layanan darurat. Tak lama setelah itu, sebuah helikopter penyelamat datang dan menemukan mobilnya.

Akhirnya, wanita malang tersebut berhasil selamat dari kematian setelah 119 jam tersesat. Ia pun langsung dibawa ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi yang parah.

2.

Dituntun Google Maps masuk ke sarang penjahat

Kesalahan Fatal yang Dilakukan Google Maps!
Dituntun Google Maps masuk ke sarang penjahat | odia.ig.com.br

Nasib apes harus diterima oleh dua pasangan turis, masing-masing asal Spanyol dan Argentina tatkala mereka ditembak oleh kawanan penjahat pada saat tengah melancong ke Negara Brazil. Kejadian penembakan itu terjadi di wilayah Favela, sebuah daerah kumuh yang berada di Kota Rio De Janeiro.

Cerita bermula ketika dua pasang turis malang itu tengah menikmati suasana Kota Rio De Janeiro dengan berjalan-jalan di sekitar tempat wisata. Karena tidak hafal jalan, mereka pun menggunakan aplikasi Google Maps.

Apesnya nih, Google Maps malah menuntun mereka ke Favela yang merupakan sarang dari para kriminal. Ketika tengah berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan Google Maps, sekelompok orang menghampiri mereka dan menembaki kendaraan yang mereka tumpangi.

Akibatnya, seorang turis bernama Natalia Lorena Capetti (42) mendapatkan luka tembak di bagian punggung. Wanita tersebut sempat dalam kondisi kritis hingga akhirnya petugas medis dapat menyelamatkan nyawanya.

Pihak kepolisian menyatakan jika kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 di dekat Morro dos Prazeres Favela. Aksi penembakan itu diduga dilakukan oleh para bandar narkoba yang menguasai wilayah tersebut.

Wilayah Morro dos Prazeres memang sudah menjadi momok bagi para turis yang berkunjung ke Rio De Janeiro. Bahkan, pada Desember silam, seorang warga Italia harus meregang nyawa karena ditembak oleh para bandar narkoba. Penyebabnya pun sama, yakni karena mengikuti petunjuk yang diberikan GPS.

3.

Dua negara hampir terlibat perang karena Google Maps

Kesalahan Fatal yang Dilakukan Google Maps!
Dua negara hampir terlibat perang karena Google Maps | www.foxnews.com

Kasus yang terakhir ini bisa dianggap sangat fatal karena melibat dua negara. Eden Pastora, komandan pasukan Nicaragua memerintahkan pasukannya untuk menyerang dan memasuki wilayah Costa Rica.

Pasukannya pun kemudian mengibarkan bendera Nicaragua di wilayah perbatasan sebagai peringatan pada Costa Rica karena dianggap telah mencaplok wilayah mereka.

Eden pun menjelaskan kepada surat kabar La Nacion bahwa tindakannya didasarkan pada layanan Google Maps yang menggambarkan bahwa Costa Rica telah memasuki wilayah perbatasan Nicaragua.

Persoalan batas negara yang ditampilkan oleh aplikasi Google Maps ini kemudian menjadi hal yang serius sampai-sampai Jose Miguel Insulza selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Amerika bertemu dengan dua kepala negara tersebut guna penyelesaian permasalahan ini.

Meski begitu, Presiden Costa Rica, yakni Laura Chincilla tetap bersikukuh bahwa pasukan Nicaragua telah melanggar hukum perbatasan. Ia pun siap membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu menurut analis Google Geopolicy, Charlie Hale, ia menyatakan jika memang terdapat kesalahan dari Google Maps dalam menampilkan peta batas kedua negara tersebut.

Kesalahan tersebut terletak pada penggambaran perbatasan di bagian Pantai Karibia yang berada di dekat Sungai San Juan.

Artikel Lainnya

Itu dia tiga kesalahan terbesar yang telah dilakukan oleh Google Maps. Meski begitu, kita tidak bisa memungkiri jika kehadiran aplikasi ini sangat membantu, terutama untuk mereka yang tengah berpergian dan tidak terlalu hafal jalan menuju ke lokasi tujuan.

Ya, semoga ke depannya aplikasi ini semakin membaik sehingga tidak ada lagi kesalahan-kesalahan fatal berikutnya.

Tags :