Tragis! Percaya Minum Alkohol Bisa Cegah Corona, 27 Warga Iran Justru Keracunan hingga Tewas

Ilustrasi iran
Ilustrasi iran | www.kompas.com

Nekat minum alkohol oplosan karena dipercaya cegah corona

Tingginya kasus kematian akibat virus corona di Iran membuat masyarakat panik hingga melakukan apa pun yang diyakini bisa mencegah corona. Salah satu cara yang dipercaya untuk mencegah corona adalah dengan mengonsumsi alkohol oplosan. Warga Iran pun nekat menenggak alkohol oplosan hingga ratusan jiwa keracunan.

Sebanyak 27 korban dilaporkan meninggal dunia karena keracunan parah. Sebelumnya di Iran beredar kabar bahwa alkohol bisa mencegah corona. Ternyata berita tersebut hanya kabar bohong namun banyak orang yang percaya hingga akhirnya berakhir tragis.

1.

Keracunan usai tenggak alkohol oplosan

Ilustrasi iran
Ilustrasi penanganan pasien | dunia.tempo.co

Dilansir dari Tempo.co, Rabu (11/03/20), seorang pejabat sebuah rumah sakit di Teheran, Iran, mengatakan pihaknya telah menerima banyak pasien akibat keracunan dalam beberapa hari terakhir karena meminum alkohol dengan harapan dapat mencegah infeksi virus corona atau COVID-19.

Rumah sakit di Provinsi Khutzen, Teheran, Ahwaz dan Alborz, Iran menerima setidaknya 218 pasien keracunan alkohol oplosan. Dari 218 korban, di antaranya mengeluh mual hingga muntah.

Baca juga: Susuri Jalan hingga 50 Kilometer, Ayah dan Anak Penyintas Kanker Ini Kebingungan Cari Masker

Bahkan beberapa pasien sampai mengalami kebutaan akibat alkohol oplosan. Tak sampai di situ, 27 orang harus meregang nyawa akibat mengonsumsi alkohol oplosan secara berlebihan.

“Salah satu korban menjadi buta, dan beberapa lainnya dalam kondisi kritis,” kata jubir Universitas Ilmu Kedokteran Universitas Ahwaz, Ali Ehsanpour.

Mengonsumsi alkohol, wine atau bir yang sifatnya memabukan adalah perbuatan ilegal di Iran sejak tahun 1979. Namun gara-gara virus corona yang mewabah di Iran, warga pun percaya jika alkohol bisa mencegah corona.

Baca juga: Pengakuan Pilu Pasien Positif Corona di Depok: Saya Tertekan Bukan karena Sakitnya

2.

Akibat percaya hoaks

Ilustrasi iran
Ilustrasi penanganan pasien corona | dunia.tempo.co

Ternyata kepercayaan masyarakat Iran tersebut berawal dari munculnya pesan berantai yang meyakinkan masyarakat bahwa alkohol bisa mencegah corona. Kekhawatiran terkait corona yang telah banyak menginfeksi masyarakat Iran membuat mereka yang sehat nekat melakukan apa pun demi mencegahnya.

Tragisnya, alkohol yang bisa mencegah corona adalah kabar bohong dan sudah terlanjur dipercaya. Warga Khutzen, Ahwaz, dan Alborz berburu alkohol industri yang banyak dijual di pasar untuk tujuan sanitasi.

Baca juga: 385 Kasus Baru Muncul Hanya dalam 3 Hari, Wabah Virus Corona di Iran Makin Mengerikan

“Beberapa warga Ahwaz telah mendengar bahwa minum alkohol dapat membantu mereka melawan corona, sehingga mereka menggunakannya sebagai tindakan pencegahan,” ujar salah satu warga.

Akibat kejadian ini, para dokter di Iran berusaha meyakinkan masyarakat bahwa alkohol sama sekali tidak bisa mencegah corona.

3.

Tingginya kasus corona di Iran

Ilustrasi iran
Masyarakat Iran beraktivitas di tengah wabah corona | dunia.tempo.co

Kepanikan warga Iran terhadap virus corona ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, Iran adalah salah satu negara tertinggi yang warganya terinfeksi virus asal Wuhan, China ini. Sebuah laporan mengklaim bahwa kasus kematian virus corona di Iran mencapai 927 korban jiwa. Namun pemerintah Iran menyangkal data tersebut.

Baca juga: Panik Virus Corona, Warga Jakarta Borong Sembako dan Stok Makanan di Swalayan

Pada 9 Maret lalu, pemerintah Iran melaporkan korban meninggal virus corona berjumlah 237 orang. Namun laporan yang dikeluarkan pemerintah itu dianggap tidak valid karena tidak mencakup korban jiwa di beberapa provinsi.

"Selain itu, jumlah resmi 237 kematian, yang tidak termasuk Teheran dan Qom, tidak dirinci dan tidak jelas berapa banyak yang telah meninggal di provinsi yang berbeda," tulis laporan Radio Farda.

Artikel Lainnya

Kini virus corona sudah mulai mereda di kota asalnya, Wuhan, China, namun justru mewabah di negara lain termasuk Indonesia. Saat ini di Indonesia dilaporkan ada 27 pasien positif corona. Lalu 2 di antaranya sudah berhasil sembuh, sementara 1 orang meninggal dunia.

Tags :