Tiga Kali Berturut, Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Menteri Keuangan Terbaik Se-Asia Pasifik!

Sri Mulyani
Sri Mulyani kembali mendapat penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik |

Prestasi yang bikin bangga!

Selasa (2/3) lalu, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, dinobatkan kembali sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik versi majalah Finance Asia.

Kemenangan Sri Mulyani ini mengalahkan sejumlah menteri keuangan dari negara-negara lain seperti Heng Swee Keat dari Singapura dan Josh Frydenberg dari Australia. Uniknya, Sri Mulyani mendapat penghargaan ini bukan hanya sekali, melainkan tiga kali secara berturut-turut.

Menurut majalah Finance Asia, gelar Menteri Keuangan terbaik ini diberikan lantaran kinerja Sri Mulyani dalam membawa perekonomian Indonesia jadi lebih baik. Dilansir dari CNBC, Sri Mulyani diklaim mencatatkan deficit anggaran terendah dalam 6 tahun terakhir yakni 1,76 persen.

Sri Mulyani
Sri Mulyani dinilai membawa perekonomian Indonesia jadi lebih baik |

Selain itu, program Amnesti Pajak Sri Mulyani juga diapresiasi karena berhasil meningkatkan tax compliance di Indonesia dan meningkatkan penerimaan perpajakan.

Program Global Green Sukuk juga menjadi salah satu prestasi Sri Mulyani di mata dunia. Program investasi berbasis syariah ini khusus digunakan untuk membiayai berbagai proyek terkait iklim dan lingkungan. Inovasi ini berhasil menjual surat utang global sebesar 18 Triliun Rupiah.

Finance Asia juga mengapresiasi kemampuan Sri Mulyani dan pemerintah Indonesia dalam mempertahankan stabilitas nilai mata uang Rupiah di tengah gejolak perekonomian dunia akibat perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat.

Sederet prestasi Sri Mulyani inilah yang lantas membuat dunia memandang dirinya sebagai sosok menteri keuangan yang patut diperhitungkan. Kemampuan dan kelihaian Sri Mulyani dalam menerapkan strategi ini membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Artikel Lainnya

Namun, prestasi ini datang tidak tanpa hambatan. Beberapa pihak di Indonesia telah secara terang-terangan mengkritik keras kinerja Sri Mulyani. Seperti sebutan Menteri Pencetak Utang yang diberikan oleh Capres Prabowo Subianto kepada Sri Mulyani dan tanggapan sinis Fadli Zon terkait penghargaan yang diterima Menteri Keuangan RI.

Kritik memang merupakan sesuatu yang wajar untuk muncul apalagi di tengah situasi politik yang panas mendekati pemilu. Namun, apa salahnya merayakan kabar baik sebagai kabar baik? Beri kritik secara membangun dan apresiasi jika pejabat berprestasi, agar tercipta situasi yang positif di Indonesia.

Tags :