Tepis Anggapan Islamophobia, Trump Adakan Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

Donald Trump
Acara buka puasa bersama di Gedung Putih | www.vox.com

Donald Trump mengundang perwakilan dari negara mayoritas muslim untuk buka bersama

Acara buka puasa bersama merupakan salah satu tradisi di bulan Ramadan. Tak hanya agenda makan bersama, acara buka puasa bersama juga menjadi ajang berkumpul dengan teman lama, rekan kerja, maupun keluarga. Rupanya acara buka puasa bersama pun menjadi tradisi di Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat memiliki sebuah tradisi di bulan Ramadan, yakni mengadakan acara buka puasa bersama. Belum lama ini, Presiden Donald Trump pun melanjutkan tradisi tersebut. Tahun ini, Trump menyerukan perlawanan terhadap terorisme dari berbagai agama.

1.

Trump undang delegasi negara mayoritas muslim ke Gedung Putih

Donald Trump
Acara buka puasa bersama di Gedung Putih | www.upi.com

Dilansir oleh Associated Press, acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Trump bertempat di ruang makan kenegaraan Gedung Putih pada Senin, 13 Mei 2019, waktu setempat. Acara tersebut dihadiri oleh para duta besar dan diplomat yang berasal dari negara-negara mayoritas muslim.

Dalam acara tersebut, Trump berksempatan untuk menyampaikan pidatonya di awal acara. Trump mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan masyarakat.

“Dan Ramadan adalah saat masyarakat bersatu mewujudkan harapan, toleransi, dan perdamaian. Dengan semangat inilah, kita berkumpul untuk iftar, tradisi makan Ramadan untuk membuka puasa,” ujar Trump, dikutip dari Kumparan.

Baca Juga: Prabowo Sebut Akan Tulis Surat Wasiat, BPN: Ada Unsur Kematian

2.

Serukan perlawanan terhadap terorisme

Donald Trump
Acara buka puasa di Gedung Putih | www.trtworld.com

Selanjutnya Trump juga mengatakan saat ini dunia telah mengalami duka karena adanya berbagai serangan yang dilancarkan kelompok teroris. Sebagaimana yang terjadi di Masjid Christchurch, Selandia Baru, atau di Gereja Sri Lanka.

Trump menyerukan perlawanan terorisme dan persekusi kepada kelompok mana pun. Menurut Trump, setiap orang berhak melakukan ibadah tanpa rasa takut akan dipersekusi.

“Dalam kenangan mereka yang diberkati, kami memutuskan mengalahkan kejahatan terorisme dan persekusi agama agar semua orang bisa beribadah agama agar semua orang bisa beribadah tanpa rasa takut, tanpa bahaya, dan hidup dengan keyakinan yang mengalir di hati mereka,” tambah Trump.

Baca Juga: Petisi Tolak Perpanjangan Izin Menyeruak, FPI: EGP!

3.

Tradisi lama Gedung Putih

Donald Trump
Acara buka puasa di gedung putih | www.politico.com

Acara buka puasa bersama di Gedung Putih ini menjadi tradisi kenegaraan sejak ibu negara saat itu, Hillary Clinton, mengadakannya pada tahun 1996. Sebenarnya acara buka puasa bersama di Gedung Putih ini pertama kali diadakan oleh Presiden Thomas Jefferson saat ia menjamu tamu kenegaraan dari Tunisia pada tahun 1805.

Tradisi tersebut akhirnya berlangsung hingga saat ini. Selain menjalankan tradisi, acara buka puasa bersama di Gedung Putih pun menjadi ajang pertemuan pemerintah AS dengan perwakilan dari negara-negara mayoritas muslim “Saya ingin mengucapkan kepada seluruh muslim di Amerika dan seluruh dunia, Ramadan Kareem,” ucap Trump.

Artikel Lainnya

Apa yang disampaikan dalam acara buka puasa bersama ini mewakili setiap warga dunia yang menolak keras tindakan terorisme.

Setiap lapisan masyarakat sudah seharusnya saling bahu-membahu melawan terorisme. Terorisme tidak sepantasnya mendapatkan tempat di dunia. Sebagaimana yang disampaikan oleh Trump, setiap umat beragama harus beribadah tanpa adanya rasa takut dan tanpa bahaya.

Tags :