Temukan 975 Orang Mendadak Terserang Hepatitis A, Kemenkes Tetapkan KLB di Jawa Timur

Sejumlah warga sedang mendapatkan perawatan pasca terserang wabah Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. | nusantara.medcom.id

Kementerian Kesehatan tetapkan status KLB setelah 975 warga Jawa Tmur terinfeksi virus Hepatitis A dalam waktu satu bulan.

Wabah penyebaran virus Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus menaikkan status penyakit menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hal ini tidak lepas dari ditemukannya 975 orang dari 8 kecamatan yang terjangkit virus Hepatitis A dalam rentang waktu sebulan terakhir di kawasan Pacitan. Padahal kawasan Pacitan sebelumnya tidak pernah memiliki catatan wabah Hepatitis A.

Lalu, apa yang membuat wabah Hepatitis A ini menyebar begitu cepat di Jawa Timur?

1.

Penyebaran diduga dari air

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menjenguk gadis yang memakan tangannya sendiri di RSJ Menur, Surabaya, Kamis (7/5/2019). | www.rmoljatim.com

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur menduga penyebaran wabah virus Hepatitis A terjadi karena kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam masyarakat.

Hal ini membuat kebersihan air menjadi mudah tercemar terutama virus-virus penyakit seperti Hepatitis A. Padahal sebelumnya, penularan virus diklaim sudah mengalami penurunan.

“Penularannya sudah menipis sebetulnya. Tapi dari awal probelmnya (wabah Hepatitis A) karena PHBS ini, terutama berkaitan dengan air bersih,” jelas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dikutip dari Detikcom, Selasa (2/7).

Baca Juga: Anies Kembali Tuai Kritik, Akan Buat Baju ‘Persija Day’ Untuk PNS DKI, PDIP Sebut: Lebay Banget!

2.

Tetapkan KLB selama dua bulan

Seorang perawat terlihat tengah melakukan pengecekan pada pasien wabah Hepatitis A di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Minggu (30/6). | regional.kompas.com

Kemenkes memutuskan untuk menjadikan temuan wabah Hepatitis A di Pacitan sebagai KLB. Status ini pun disebut akan terus dipantau hingga waktu 2 bulan kedepan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Wiendra Waworuntu menjelaskan penetapan status ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit dan memastikan wabah Hepatitis A berhenti di wilayah Jawa Timur.

“Sekitar dua bulan kita baru mengatakan berhenti penularan, dicabut status KLB (Hepatitis A),” ujar Wiendra dikutip dari CNN Indonesia.

“Yang penting paling tidak ada kasus baru dalam dua kali masa inkubasi. Dua kali masa inkubasi itu yaitu 2 kali 28 jam, sekitar dua bulan,” jelasnya.

Baca Juga: Pria Asal Depok Rela Rogoh Kocek 1M Demi Seekor Burung Dara, Apa Istimewanya?

3.

Ada 975 orang tertular dalam sebulan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Eko Budiono menjenguk salah satu pasien wabah Hepatitis A di RSUD Pacitan. | news.detik.com

Hasil pantauan pemprov Jawa Timur, penyakit Hepatitis A sempat menyebar dengan cepat di 8 kecamatan di Kabupaten Pacitan dalam waktu sebulan terakhir.

Sumber air minum pun disebut menjadi salah satu alasan penyebaran Hepatitis A begitu cepat terjadi. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi wabah berada di Sudimoro dengan 527 orang terjangkit Hepatitis A.

Persebaran penyakit yang menyerang hati ini meluas ke Ngadirojo dengan 176 orang, Sukorejo dengan 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang dan Ketrowinojoyo 4 orang.

“Tadinya sempat meluas ke 8 kecamatan dan ini sudah mulai berkurang, layanan-layanan dimaksimalkan di puskesmas,” beber Khofifah.

Artikel Lainnya

Serangan wabah penyakit Hepatitis A yang terjadi di Kabupaten Pacitan menjadi perhatian khusus Kementerian Kesehatan karena kini ditetapkan sebagai KLB.

Tercemarnya air bersih di sejumlah sungai diduga menjadi alasan persebaran Hepatitis A terjadi begitu cepat hingga menulari sebanyak 975 orang.

Masyarakat pun diimbau untuk bisa menjaga budaya hidup sehat dan bersih agar bisa mengurangi resiko terserang virus Hepatitis A.

Tags :