Tagih Janji, Beberapa Warga Madura Terekam Bawa Celurit Untuk Tebas Leher La Nyalla Mataliti!

La Nyalla Mattalitti
La Nyalla Mattalitti |

Serem nih!

Siapa yang tidak kenal dengan La Nyalla Mattalitti, mantan politikus Gerindra ini dulunya pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI periode 2013 - 2015.

Berbicara soal La Nyalla, pria berdarah bugis ini memang sangat terkenal di Jawa Timur khususnya Surabaya, bahkan pada pilkada Jawa Timur 2018 kemarin, La Nyalla digadang-gadang bakal menjadi poros ke-3 dari partai berlambang kepala garuda (Gerindra) namun karena sebab lain hal, akhirnya ia harus mengurungkan niatnya maju berkompetisi bersama Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf.

Nah hal mengejutkan juga sempat terlontar dari mulut La Nyalla sendiri, dilansir dari nasional.tempo.co, 11 Desember 2018, Eks Kader Gerindra La Nyalla Mattalitti blak-blakan mengakui bahwa dirinya pernah menyebarkan isu Presiden Joko Widodo atau Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada pemilu 2014 silam.

Saya sudah minta maaf ke Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI, ujar La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin, Selasa, 11 Desember 2018

Saya minta maaf bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI dan agamanya enggak jelas, saya sudah minta maaf, ujar La Nyalla.

La Nyalla Mattalitti
Beberapa orang Madura membawa celurit | www.nusanews.id

Usai pernyataan kontroversial dari La Nyalla, beredar kabar kalau La Nyalla juga pernah mengeluarkan pernyataan bahwa jika Jokowi kalah di Madura maka dia bersedia dipotong lehernya.

Hal ini tertulis dengan jelas di berbagai media, salah satunya dari Detikcom, Selasa (11/12/2018),

Saya kan sudah ngomong potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura, ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Orang di Madura itu dulu milih Prabowo karena nggak ngerti, dikira Pak Jokowi ini PKI. Kan saya sudah jelasin, saya yang sebarin Obor (tabloid Obor Rakyat, red). Orang Madura itu paling sensitif, paling nggak mau dibilang ini bukan agama Islam. Ini nggak mungkin dipilih, padahal begitu ini nanti dibuka ini kembali. Padahal yang Islam itu Pak Jokowi

Kala itu pada Pilpres 2014, Prabowo, yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, menang telak dari Jokowi-Jusuf Kalla di Madura.

Nah pada Pilpres 2019, 'dejavu' terulang kembali di Madura, Jawa Timur, pasangan Prabowo - Sandi masih unggu di atas pasangan Jokowi - Ma'ruf, di beberapa TPS yang tersebar di Madura, seperti TPS 05, Desa Sokobanah Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Prabowo - Sandiaga mendapatkan 184 suara, sedangkan Jokowi - Ma'ruf nol saura.

Terkait hasil perhitungan sementara itu, di dunia maya, netizen akhirnya menagis janji La Nyalla yang siap sedia potong leher jika Prabowo menang di Madura. Janji itu menggelinding dan semakin membesar setelah hasil quick count Pilpres 2019 menyatakan Prabowo menang di Madura.

Salah satu contohnya seperti yang dituliskan oleh pemilik akun Facebook atas nama Hubaib Ibnu Syafi, Kamis (18/4/2019).

Madura Siap Memotong Kepala La Nyala Mattalitti,tulisnya.

Artikel Lainnya

Tak hanya berupa tulisan, sang pemilik akun itu juga menyelipkan sebuah video yang berdurasi kurang dari 30 detik yang merekam beberapa pria tengah berkumpul di pelataran sebuah rumah di malam hari, pada salah satu tangan mereka menggenggam sebuah celurit khas Madura.

Tags :