Sosok Eyang Ibung, Ramalkan Gempa Banten 4 Jam Sebelum Kejadian! Ini Faktanya
03 Agustus 2019 by Moseslaz
Bahkan jadi trending topic di Twitter
Usai terjadinya gempa Banten yang sempat berpotensi tsunami, masyarakat tak hanya dihebohkan dengan fakta dampak dari gempa tersebut. Publik juga dibingungkan dengan viralnya nama Eyang Ibung.
Akun Facebook bernama Eyang Ibung ini jadi perbincangan warganet karena membuat sejumlah status yang meramalkan terjadinya gempa bumi Banten.

Status Facebook Eyang Ibung yang menggegerkan warganet saat ia mengingatkan untuk salat Ashar, karena tak lama lagi akan terjadi gempa.
Baca juga: Ramalan Gempa Dahsyat dan Tsunami 20 Meter Terjang Pesisir Jawa, Ini Penjelasan BMKG!
Selanjutnya, ia melanjutkan tulisan di statusnya, yang mengingatkan warganet supaya tetap waspada sampai Sabtu malam, 3 Agustus 2019.
"Tetap waspada sampai malam minggu, InsyaAllah hari minggu sampai senen sore, gempa istirahat dulu...!" paparnya.
Tidak berselang lama, Eyang Ibung lagi-lagi memberi peringatan bahwa akan terjadi gempa Bumi susulan.
"Tetap waspada... Kira-kira jam 12an masih ada gempa lagi...!" jelas dia.
Dilansir melalui Viva.co.id, sosok Eyang Ibung mengaku dirinya adalah seorang peramal jodoh. Di profil Facebooknya, ia menulis bekerja sebagai penghulu KUA Kecamatan Tambun Selatan dan juga bekerja di Kementerian Agama RI.
Baca juga: Curi Alat Pendeteksi Gempa Senilai Rp 700 Juta, Pelaku: Buat Main di Warnet
Eyang Ibung mengaku bekerja di SDIT Plus Cordova, Departemen Agama Bekasi, harokah photography management, dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI).
Dia juga menyebut pernah belajar di IAIN Jakarta jurusan tafsir hadits di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STAI Haji Agus Salim, dan Madrasah Aliyah (MA) Anwarul Falah.
Namun saat ditelusuri lagi, akun Facebook Eyang Ibung ini menghilang. Tapi sebelum menghilang ia meminta netizen agar tak percaya dengannya sembari meminta daerah Nusa Tenggara Barat dan Papua untuk selalu waspada hingga Sabtu Sore.

Meski begitu, banyak warganet yang tak mau percaya dengan hal semacam ramalan pengguna Facebook tersebut. Hal itu juga diimbau oleh BMKG agar tak percaya pada isu yang belum tentu benar serta tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Memang jika tengah terjadi bencana, di media sosial sering orang yang tak bertanggungjawab menyebarkan info palsu atau bohong yang biasa dikenal dengan hoaks. Seperti misal mengunggah bencana yang sudah lama terjadi lalu diberi keterangan bahwa itu adalah bencana yang baru terjadi.
Bagi warganet selalu diimbau untuk bijaksana dalam menerima informasi perihal bencana. Pastikan dulu kebenarannya melalui lembaga yang yang terverifikasi dan resmi, dan juga jangan asal membagikan kabar yang belum benar-benar diketahui kepastiannya ya guys.