Skripsi Membuahkan Produk Aditif Bahan Bakar yang Diekspor Mancanegara, Ini Kisah Febrian Agung!

Aditif bahan bakar
Skripsi lulusan ITB jadi produk aditif bahan bakar yang laku keras di pasaran |

Tapi banyak pertanyaan tentang produknya nih!

Siapa yang pernah mendengar tentang Eco Racing? Zat aditif untuk bahan bakar ini ternyata merupakan produk asli buatan lokal yang diklaim berfungsi menaikkan oktan pada bahan bakar dan menghemat bensin hingga 50%.

Eco Racing, dilansir dari Kompas.com, ternyata sudah menjadi salah satu komoditas yang diekspor ke berbagai negara termasuk negara-negara Eropa dan Amerika.

Menurut Febrian Agung, penemu Eco Racing, produk ini juga sedang dibantu pemerintah untuk dapat masuk ke Thailand dan India mengingat tingkat polusi yang sangat tinggi di kedua negara tersebut.

Aditif bahan bakar
Eco Racing adalah produk hasil penelitian mahasiswa ITB |

Produk terobosan dari Febrian Agung ini ternyata berangkat dari skripsinya mengenai biofuel dan biodiesel dari serat nabati.

Setelah selesai dan menjadi syarat kelulusannya dari Institut Teknologi Bandung, ternyata hasil karya skripsi Febrian dilanjutkan dan diteliti lebih lanjut olehnya selama sepuluh tahun hingga terciptalah Eco Racing.

Kini Febrian membangun perusahaannya sendiri yang memproduksi dan menjual Eco Racing bernama PT Bandung Eco Sinergi Teknologi.

Meski Eco Racing diklaim sudah diekspor ke mancanegara, namun di tahun 2018 PT Bandung Eco Sinergi Teknologi yang menaunginya sempat disebut oleh OJK sebagai salah satu perusahaan yang patut diwaspadai karena belum memiliki izin yang jelas.

OJK pun melaporkan perusahaan tersebut ke Bareskrim dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Akan tetapi hingga kini belum diketahui bagaimana kelanjutan dari status dan legalitas PT Bandung Eco Sinergi Teknologi.

Artikel Lainnya

Persoalan keamanan penggunaan zat aditif bahan bakar peningkat oktan pun masih dipertanyakan hingga kini. Dilansir dari Viva.co.id, Diko Oktaviano selaku Technical Support dari PT NGK Busi Indonesia menyatakan bahwa penggunaan Octane booster justru berpotensi merusak mesin dan busi.

Regulasi terkait octane booster pun belum diatur oleh pemerintah meski kini kita banyak melihat produk aditif bahan bakar penambah oktan yang dijual bebas di pasaran. Sehingga perihal efektivitas dan keamanan aditif bahan bakar ini dikembalikan sepenuhnya pada konsumen.

Bagaimanapun, kisah Febrian Agung dalam menindaklanjuti skripsinya dan membuahkan produk perlu kita apresiasi. Setidaknya skripsi miliknya tidak berakhir jadi bungkus kacang dan gorengan atau berdebu di rak perpustakaan semata.

Bagaimana menurutmu? Apakah skripsimu membuahkan hasil nyata?

Tags :