Sedang Penyidikan Korupsi, 2 Pegawai KPK Dianiaya Sampai Wajah Sobek. Berikut Fakta yang Terjadi!

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK | nasional.sindonews.com

Banyak hal yang mencurigakan!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami penganiayaan kembali. Setelah kasus Novel Baswedan, kini ada dua penyidik KPK yang mengalami penganiayaan saat melakuan penyelidikan terkait adanya indikasi korupsi di Hotel Borobudur, Jakarta pada Sabtu (2/1) lalu.

Sayangnya, banya hal mencurigakan dan menjadi misteri dalam kasus penganiayaan ini, termasuk sosok pelaku yang membuat penyidik KPK mengalami luka sobek di wajah. Pihak KPK pun dengan cepat melaporkan tindakan kriminal ini pada Polda Metro Jaya agar pelaku segera terungkap.

Lalu, fakta apa saja yang muncul setelah pihak kepolisian menerima laporan penganiayaan penyidik KPK ini? Berikut laporannya.

1.

Penganiayaan terjadi usai rapat Pemprov-DPRD Papua

Kabid Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan penganiayaan pegawai KPK terjadi setelah rapat Pemprov-DPRD Papua berlangsung. | www.thejakartapost.com

Dilansir dari detik.com, kasus penganiayaan penyidik KPK ini terjadi usai rapat Pemprov-DPRD Papua di Hotel Borobudur di mana rapat berlangsung. Penyidik sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya indikasi korupsi dalam rapat tersebut.

“Sebelum dua pegawai dianiaya, di lokasi terebut dilakukan rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun angaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada Minggu (3/2) kemarin.

2.

Penyidik KPK mengalami retak hidung dan sobek wajah

Dua penyidik KPK dikabarkan mendapatkan luka cukup serius dibagian wajah. | photo.sindonews.com

Akibat penganiayaan tersebut, KPK menginformasikan jika dua penyidiknya mengalami luka yang cukup parah. Bahkan, menurut Febri, keduanya sekarang sedang mengalami perawatan intensif di rumah sakit pasca kejadian. Padahal dilansir dari liputan6.com saat melakukan penyelidikan, keduanya sudah menunjukan surat tugas.

“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” kata Febri dilansir dari detik.com.

3.

Pelaku penganiayaan menjadi misteri, Polisi mengatakan bukan Gubernur

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam kasus penganiayaan ini. | www.medcom.id

Dilansir dari detik.com, hasil penyelidikan sementara dalam rapat tersebut diduga dihadiri Gubernur Papua Lukas Enemba dan Sekda Papua Heri Dosinaen. Namun, baik KPK dan pihak kepolisian masih belom bisa memastikan pelaku kriminal tersebut itu siapa.

“Ya bukan sama gubernurnya, bukan. Ada seseorang disitu. Belum dapat informasi. Untuk detail saya belum dapat info,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat ditanya terkait pelaku penganiayaan penyidik KPK.

4.

DIawali dengan cekcok foto tanpa izin lalu terjadi penganiayaan dan perampasan

Penganiayaan diduga diawali dengan adanya percekcokan antara pegawai KPK dengan pelaku. | www.kpk.go.id

Kombes Argo Yuwono juga mengatakan jika sempat terjadi cekcok antara dua pegawai KPK dengan pelaku. Hal ini dikarenakan adanya foto-foto tanpa izin seusai rapat Pemprov-DPRD Papua. Pihak KPK pun mengakui jika tidak hanya penganiayaan tapi juga perampasan.

“Kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada ada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” ucap Febri dikutip dari Liputan6.com, Senin (4/2).

5.

Ketua DPR Papua mendukung pengungkapan kasus penganiayaan KPK

Ketua DPR Papua Yunus Wonda mendukung jika benar ada kasus penganiayaan yang terjadi pasca rapat Pemprov-DPRD Papua di Hotel Borobudur. | lintaspapua.com

Dilansir dari Viva.co.id, ketua DPR Papua Yunus Wonda yang juga ikut hadir dalam rapat tersebut tidak melihat secara langsung adanya penganiayaan pada dua anggota KPK. Namun, dirinya mendukung kepolisian mengungkap jika benar terjadi kasus penganiayaan.

“Selaku ketua DPR Papua, saya mempersilahkan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti, jika memang ada kasus penganiayaan yang dimaksudkan. Saya sudah bergeser ke tempat agak jauh dari lokasi,” ucap Yunus.

Artikel Lainnya

Semoga kasus perlawanan pada KPK ini bisa segera diungkap oleh pihak kepolisian dengan cepat. Sehingga, proses pemberantasan korupsi dan pencurian uang rakyat bisa segera diberantas habis hingga ke akarnya oleh KPK tanpa dihalangi oleh pihak mana pun.

Tags :