Misteri Kematian Jasad Bayi Tanpa Kepala di Samarinda, Diduga Jadi Santapan Biawak Liar

Misteri Bayi Tanpa Kepala di Samarinda, Diduga Jadi Santapan Biawak Liar!
Petugas bersama warga melakukan penyisiran sepanjang parit yang jadi lokasi penemuan bayi tanpa kepala di Samarinda, Kalimantan Tmur, Senin (9/12). | www.merdeka.com

Proses pencarian kepala bayi di Samarinda dilakukan, polisi dan warga malah menemukan banyak biawak liar.

Polisi terus melakukan pencarian kepala serta organ tubuh jasad bayi bernama Muhammad Yusuf Gazali (4) yang ditemukan tewas di sebuah parit, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal ini menjadi fokus kepolisian karena penyebab kematian balita Yusuf masih menjadi misteri usai dinyatakan hilang selama beberapa minggu sebelum ditemukan tewas tanpa kepala.

Lantas seperti apa hasil penyisiran kepolisian dalam mengungkap kasus ini?

1.

Kondisi parit yang keruh persulit pencarian

Misteri Bayi Tanpa Kepala di Samarinda, Diduga Jadi Santapan Biawak Liar!
Proses pencarian organ tubuh bayi tanpa kepala yang hilang di Samarinda. | news.detik.com

Dilansir dari Detik.com, Senin (9/12), polisi yang melakukan pencarian organ tubuh korban bersama dengan warga sempat mengalami kesulitan.

Baca Juga: Dititip ke Day Care, Bayi di Samarinda Hilang Lalu Ditemukan Tewas Tanpa Kepala!

Kondisi air yang keruh usai hujan lebat beberapa hari sebelumnya ditengarai jadi penyebab warga dan polisi tak kunjung menemukan bagian tubuh lain dari balita Yusuf.

“Kesulitan, kondisi air, kondisi air keruh dan ketinggiannya bervariasi, sepinggang orang dewasa. Kemudian lumpur juga tinggi,”ujar warga bernama Joko.

Area pencarian pun sementara ini difokuskan pada lokasi dimana balita Yusuf hilang pertama kali dengan lokasi penemuan jasad yang berjarak 4-5 kilometer jauhnya.

Baca Juga: Rela Emas Melayang, Peselancar Filipina Selamatkan Atlet SEA Games Indonesia Dari Maut!

2.

Diduga jadi santapan biawak

Misteri Bayi Tanpa Kepala di Samarinda, Diduga Jadi Santapan Biawak Liar!
Jasad bayi tanpa kepala yang berhasil dievakuasi ke RSUD Samarinda. | bali.tribunnews.com

Joko juga mengungkapkan jika selama proses pencarian kepala balita Yusuf, warga banyak menjumpai hewan-hewan pemakan daging salah satu di antaranya adalah biawak.

Temuan ini pun membuat sejumlah warga menduga jika kepala balita Yusuf serta organ tubuhnya sudah menjadi santapan hewan liar tersebut.

“Di saat penyisiran, kami temukan banyak biawak,”

Namun, warga tidak ingin berpikir terlalu jauh dan terus melakukan pencarian tubuh korban yang dipercaya masih berada di sekitar kawasan parit.

Baca Juga: Ditemukan Sperma Hingga Bekas Lipstik, Ini Fakta Baru Kematian Kepala Sekolah Tasikmalaya!

3.

Lama hilangnya korban juga jadi kendala kepolisian

Misteri Bayi Tanpa Kepala di Samarinda, Diduga Jadi Santapan Biawak Liar!
Petugas mencoba menyusuri lokasi pertama penemuan bayi tanpa kepala. | www.korankaltim.com

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Assa juga mengungkapkan kendala lain dalam mengumpulkan kembali organ tubuh balita Yusuf, yaitu waktu hilang yang sudah lama.

Terhitung sejak dilaporkan oleh orang tuanya, balita Yusuf sudah menghilang selama 16 hari. Hal ini yang membuat polisi kesulitan dalam mengungkap penyebab kematian korban.

“Banyak anggota tubuh korban yang tidak ada dan itu kemungkinan besar sudah cukup lama kejadiannya. Kan dari tanggal 22 sampai kemarin (Senin, 9 Desember) itu ada 16 hari,”

Balita Yusuf sendiri dinyatakan hilang saat dititipkan orang tuanya di sebuah rumah penitipan anak alias day care. Tetapi, saat dilanda hujan lebat tiba-tiba balita Yusuf menghilang.

Artikel Lainnya

Kasus bayi tanpa kepala di Samarinda memang sedang menjadi perbincangan hangat. Hal ini tidak lepas dari kondisi korban yang ditemukan dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Polisi dan warga pun terus berusaha mencari bagian tubuh lain korban yang diduga sudah menjadi santapan biawak liar yang banyak ditemui di lokasi kejadian.

Semoga kasus kematian bayi tanpa kepala ini bisa segera diusut tuntas sehingga orang tua korban mendapatkan kepastian terkait kematian menyedihkan buah hatinya.

Tags :