Lens Haning Jadi Ketua PKK Laki-Laki Pertama di NTT, Hendak Wujudkan Kesetaraan Keluarga!

Lens Haning
Lens Haning Mantang Bupati Rote Ndao Dilantik Jadi Ketua PKK |

Wah, ganteng sendiri dong!

Mantan Bupati Rote Ndao selama dua periode, Lens Haning, dilantik sebagai ketua tim penggerak PKK pada Kamis (14/2) lalu bersama ketiga istri bupati NTT lainnya. Lens Haning mendapatkan jabatan sebagai ketua PKK ini setelah istrinya, Paulina Haning Bullu dilantik menjadi Bupati Rote Ndao periode 2019-2024 oleh Gubernur NTT saat ini, Viktor Bungillu Laiskodat, di Aula El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur pada hari yang sama.

Pelantikan ini menetapkan Lens haning sebagai ketua tim penggerak PKK laki-laki pertama di NTT dan satu-satunya dari jajaran yang kini sedang menjabat. Lens Haning namun mengaku tidak keberatan dengan jabatan tersebut meski ia satu-satunya. Melansir dari Kompas.com, Lens menyatakan jabatan apa pun yang diberikan ia akan menerimanya. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun kesetaraan keluarga di Rote Ndao.

Lens Haning
Lens Haning Jadi Ketua PKK Laki-Laki Pertama di NTT |

Meski Lens Haning menjadi yang pertama dan satu-satunya Ketua PKK berjenis kelamin laki-laki di NTT, namun jika ditilik dari skala nasional, ia bukan lagi satu-satunya. Tercatat di Palangka Raya jabatan ketua PKK juga dipegang oleh Sriosako, suami dari wakil walikota Palangka Raya. Sriosako mendapat posisi jabatan tersebut sebab walikota Palangka Raya belum memiliki istri sehingga pasangan wakilnya yang diangkat untuk mengisi posisi kosong tersebut.

Organisasi PKK memang erat stigmanya dengan organisasi untuk Ibu-Ibu, mengingat secara tradisional ketua tim penggerak PKK memang selalu diisi oleh istri-istri pejabat. Program dari PKK pun lebih banyak menyasar perempuan serta keluarga. Namun bukan berarti organisasi ini eksklusif untuk perempuan. Lens Haning dan Sriosako membuktikan bahwa laki-laki juga boleh berkiprah di organisasi PKK.

Artikel Lainnya

Aturan yang membolehkan laki-laki untuk menjabat di Organisasi PKK ini tertuang dalam hasil Rakernas VIII PKK Tahun 2016. Aturan ini memperbolehkan laki-laki untuk menduduki jabatan Ketua Tim Penggerak PKK jika Mendagri, Gubernur, Bupati, Walikota, Lurah atau Camat yang menjabat adalah perempuan. Maka jabatan Ketua PKK diberikan kepada suaminya selaku pasangannya. Aturan ini menggeser aturan lama yang menyatakan bahwa dalam kondisi serupa, jabatan tersebut diberikan pada istri dari pejabat di bawah tingkatannya.

Semoga dilantiknya Lens Haning sebagai Ketua PKK Rote Ndao ini benar-benar bisa membawa perubahan dan mewujudkan kesetaraan dalam keluarga di Rote Ndao ya. Karena bukankah tugas membina keluarga tidak berada di tangan istri atau ibu semata, melainkan suami istri yang bekerja sebagai tim?

Tags :