Keluarkan KTP di Akhir Debat, Sandiaga Sindir Program Kartu Sakti Jokowi-Ma'ruf?

Debat cawapres
Aksi saling berjabat tangan cawapres 01, Ma'ruf Amin dengan cawapres 02, Sandiaga Uno di akhir sesi debat cawapres Minggu (17/3). | www.kompasiana.com

Bikin seru debat ketiga pilpres!

Debat cawapres pilpres 2019 berjalan seru, Cawapres 02 Sandiaga Uno terlihat tidak canggung melontarkan argumen debat hingga sindiran pada Cawapres 01 Ma’ruf Amin.

Sandiaga pun menyentil kubu 01 dengan menyebut rakyat terbebani banyaknya kartu yang dikeluarkan paslon 01 dalam program kerjanya.

Aksi sentilan ini dia tunjukan dengan keluarkan KTP sembari memaparkan program yang lebih konkrit. Lalu, berhasilkah aksi pamer KTP Sandiaga ini kalahkan kartu sakti Ma’ruf?

1.

Rakyat terbebani banyak kartu

Debat cawapres
Dalam debat cawapres, Sandiaga Uno menyebut jika rakyat terbebani dengan banyak kartu. | www.kompasiana.com

Aksi sentilan Sandiaga terkait kartu sakti yang diluncurkan kubu Jokowi-Ma’ruf menjadi sorotan menarik dalam gelaran debat cawapres, Minggu (17/3).

Sesaat setelah Ma’ruf Amin memamerkan tiga kartu saktinya dalam pemaparan program, Sandi langsung memberikan tanggapan dan menyebut rakyat sudah terbebani dengan banyak kartu.

“Sudah kita sampaikan rakyat terbebani dengan banyak kartu,” tegas Sandiaga dalam debat dikutip dari Detikcom, Senin (17/3).

2.

Produksi kartu sakti juga disebut menjadi beban negara

Debat cawapres
Cawapres 01, Ma'ruf Amin pamerkan kartu sakti dalam debat cawapres pilpres 2019. | vibizmedia.com

Bukan hanya membuat rakyat terbeban, Sandi juga menyebutkan jika pembuatan banyak kartu hanya akan menambah beban negara.

Pernyataan Sandi juga menunjukan rasa optimis bisa menghemat banyak anggaran yang mencapai triliunan rupiah.

“Pasti ada birokrasi (pembuatan kartu), ada biaya, ada beban negara menghabiskan triliunan (rupiah),” ucapnya.

3.

Keluarkan KTP sebagai terobosan

Debat cawapres
Cawapres 02, Sandiaga Uno pamerkan KTP sebagai solusi yang lebih konkrit dibandingkan kartu sakti. | pilpres.tempo.co

Sandi pun menyebut jika sudah ada satu kartu yang paling sakti untuk mengakomodir rakyat Indonesia dan tidak menambah beban anggaran negara, yaitu KTP.

KTP juga disebut sebagai konsolidator program pemerintah seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

“Kita akan gunakan KTP tersebut sebagai konsolidator program pemerintah. Jadi cukup membawa kartu tersebut ke fasiltas pemerintah untuk mendapat layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan,” kata Sandiaga.

4.

Sempat disanggah Ma’ruf

Debat cawapres
Ma'ruf Amin sempat memberikan sanggahan terkait penggunaan kartu KTP yang dilontarkan Sandiaga Uno. | tirto.id

Terobosan pemaksimalan KTP yang dikeluarkan Sandiaga pun sempat mendapatkan sanggahan dari lawannya, Ma’ruf Amin.

Cawapres 01 itu menyebut jika KTP belum bisa dimainkan untuk merespon semua masalah yang ada dalam masyarakat Indonesia sekarang ini.

“Saya kira selama ini KTP belum bisa dimainkan untuk respon seluruh masalah. Maka kita pakai kartu perseorangan supaya lebih mudah. Apabila nanti sudah saatnya tidak perlu pakai kartu, pakai HP saja,” kata Ma’ruf Amin di Hotel Sultan, Jakarta.

Artikel Lainnya

Perdebatan antara cawapres 01 Ma’ruf Amin dan cawapres 02 Sandiaga Uno memang sangat menarik. Pertarungan menggunakan kartu-kartu sakti pun tersaji dengan sangat menarik.

Lalu, kartu manakah yang akan menang, kartu sakti miliki Jokowi-Ma’ruf atau kartu KTP ala Prabowo-Sandiaga? Mari kita lihat dalam Pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang!

Tags :