Kelompok Internasional Diduga Turut Andil Kerusuhan Papua, Polisi Atasi Dengan Cara Ini!
02 September 2019 by Titis Haryo
Polisi duga jaringan internasional turut andil dalam memicu kerusuhan di Papua!
Polri menyebut adanya sejumlah kelompok internasional yang memancing munculnya kerusuhan dan kekacauan di Papua beberapa waktu lalu.
Peristiwa yang bermula dari isu diskriminasi rasial pada kelompok mahasiswa Papua diduga ditunggangi sejumlah pihak untuk memperkeruh suasana dalam negeri.
Langkah apa yang akan dilakukan Polri untuk mengatasi keterlibatan jaringan internasional di kerusuhan Papua? Berikut penjelasannya.
Polri temukan indikasi jaringan internasional dalangi kerusuhan di Papua

Dilansir dari Detik.com, Senin (2/9), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing saat peristiwa kerusuhan dan kekacauan massa pecah di Papua.
Hasil ini didapatkan setelah kelompok intelijen kepolisian melakukan penyelidikan secara mendalam untuk meredakan kondisi panas Papua yang diterpa isu diskriminasi rasial.
Namun, Tito tidak menjelaskan secara rinci kelompok mana saja yang ikut dalam memperkeruh suasana di Papua Barat dan Papua.
“Ada, ada (keterlibatan jaringan internasional). Kita tahulah kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di Internasional,”
Baca Juga: Baku Tembak TNI vs KKB Terjadi Lagi, 1 Prajurit Tewas Tertembus Panah di Kepala!
Polri ajak Menlu dan intelejen untuk menghalau keterlibatan kelompok asing

Tito lalu menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta jaringan intelijen agar bisa menyelesaikan masalah di Papua.
Ajakan pada Menlu dinilai Polri akan jadi langkah penting dalam mendinginkan suasana Papua karena adanya dugaan keterlibatan sejumlah negara yang coba memanfaatkan peristiwa kerusuhan tersebut.
“Jadi kita harus menanganinya memang di dalam negeri maupu di luar negeri. Kerja sama kita dengan ibu Menlu dan jaringan intelejen,”
“Ini kan penanganannya harus komprehensif. Pihak kami, jaringan intelejen dengan beberapa lembaga terkait, sudah bekerja. Intinya, kami tidak bisa menyampaikan seluruhnya di sini. Ini diplomasi antarnegara,” beber Tito.
Baca Juga: Terungkap Alasan Kapolsek Beri Miras ke Mahasiswa Papua Bandung, Ada Hubungan Emosional!
Wiranto sebut LSM luar negeri coba perkeruh suasana Papua

Isu adanya kelompok asing dalam kerusuhan di Papua sempat dibenarkan oleh pemerintah melalui Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.
Dalam konferensi persnya di Kantor Presiden, Jakarta pada Jum’at (30/8), Wiranto menyebut sejumlah LSM dari luar negeri jadi provokator dalam insiden di Papua.
“Pada saat kita menerima laporan dari Kapolri dan Panglima (TNI), kerusuhan (Papua) ini ada yang nunggangi, ngompori, provokasi. Ada yang sengaja (bikin) kekacauan,” jelas Wiranto.
“Pihak luar itu, rata-rata justru dari LSM,”
Wiranto menduga, kelompok-kelompok asing itu sedang mencari keuntungan dengan bergejolaknya kawasan Papua.
Situasi panas yang terjadi di Papua usai insiden kerusuhan dan bentrok antara massa dengan kepolisian bermula dari isu diskriminasi rasial yang dialami oleh sejumlah mahasiswa.
Polri pun menduga, memanasnya situasi hingga pecahnya kerusuhan dikarenakan ada provokasi dan keterlibatan dari pihak asing.
Tindakan dan langkah strategis untuk menghalau intervensi dan keterlibatan asing dalam mengatasi masalah dalam negeri ini pun sudah dilakukan Polri dengan menggandeng Kemenlu dan pihak intelijen.