Jepang Sahkan "Pembuatan" Organ Manusia Pada Tikus dan Babi, Netizen Indonesia: Astagfirullah!

ilustrasi
ilustrasi | news.detik.com

Wah pasti netizen Indonesia pada ribut nih!

Semakin hari, permintaan organ manusia sebagai donor, semakin tak terbendung. Bahkan karena hal ini, para ilmuwan dari berbagai negara mau tidak mau, harus memutar otak agar kebutuhan organ donor ini tercukupi.

Berbagai penelitian pun dilakukan oleh berberapa ilmuwan dari berbagai negara, salah satunya menumbuhkan embrio sel hewan dan manusia tumbuh, tapi tidak dibiarkan sampai tumbuh hingga sempurna dsb.

Namun kini, semua manusia patut bernafas lega, pasalnya di negeri matahari terbit, Jepang telah mengesahkan aturan yang mengijinkan pengembangan embrio "mutan" untuk kepentingan pembuatan organ manusia, keputusan Kementerian Ilmu Pengetahuan Jepang pun menyetujui proposal terhadap penelitian ini tentu selangkah lebih maju di bidang kesehatan, dan Jepang sendiri digadang-gadang menjadi negara pertama yang mengizinkan kelahiran dari embrio gabungan antara hewan dan manusia.

Adalah Hiromitsu Nakauchi yang menjadi orang pertama yang akan mempelopori penelitian ini, rencananya ia akan memasukkan sel induk manusia ke dalam tikus hidup, kemudian mentransfer sel itu ke hewan lain, misal babi. Lebih lanjut, Nakauchi akan menumbuhkan sel batang manusia itu pada embrio tikus putih terlebih dahulu, dan kemudian ke babi, lalu mentransplantasikan sel-sel itu ke hewan lain.

Dari penelitiannya ini tentu, Nakauchi berharap bisa menciptakan hewan dengan organ manusia lengkap yang nantinya bisa menjadi organ dono bagi manusia itu sendiri.

Baca juga : Gak Jadi Mati Saat Coba Bunuh Diri, Pria Ini Putuskan Operasi Transplantasi Wajah, Hasilnya Di Luar Dugaan

ilustrasi
ilustrasi | news.detik.com

Sempat dilarang

Sebelumnya, pada Maret 2019, mencabut larangan pengembangan embrio manusia-hewan yang memiliki usia 14 hari. Pencabutan aturan ini juga otomatis melarang ilmuwan untuk mengujicoba transplantasi organ yang sebelumnya dikembangkan di dalam embrio hewan ke hewan lainnya.

Meski telah dicabut, beberapa ahli biotika juga bersuara terkait konsekuensi yang nanti terjadi jika para peneliti di Jepang tersebut tetap memindahkan sel manusia kedalam otak hewan. Namun anggapan miring semacam ini langsung dibantah oleh Nakauchi sendiri.

Baca juga : 5 Kasus Malpraktek yang Paling Mengerikan di Dunia Kedokteran

Menurutnya, penelitian yang ia lakukan itu hanyalah untuk mempengaruhi organ yang memang direncanakan untuk tumbuh. Alih-alih berbahaya, Nakauchi justru tercatat pernah berhasil menyembuhkan tikus yang menderita diabetes dengan cara menumbuhkan pangkreas tikus sehat di dalam sebuah embrio tikus yang sebelumnya telah dipindahkan ke tubuh tikus yang sakit.

Tikus, tikus putih, dan babi memang bukanlah inang terbaik untuk perkembangan organ manusia karena adanya "jarak genetik" antara sel hewan itu dan sel manusia.

Namun Nakauchi berharap eksperimennya ini dapat membantu para ilmuwan di seluruh dunia untuk selangkah lagi memahami bagaimana cara kerjanya.

ilustrasi
ilustrasi | news.detik.com
Artikel Lainnya

Keputusan menghebohkan pemerintah Jepang tersebut ternyata tidak menyulut para ilmuwan dunia untuk berkomentar, para netizen budiman di Indonesia juga turut memberikan komentar terkait diperbolehkannya penelitian milik Nakauchi tersebut, berikut sederet komentar netizen dilansir detikcom, Jumat (02/8/19),

@Tsukimiahari 0124 Setelah ada berita ini kayaknya bisa kebayang gimana masa masa yg akan mendatang nanti, bisa kebayang gimana hal baik dan buruk yg akan timbul nantinya

@Naruku thalabul ilmi faridhatun ala kulil muslimin , bagi yang tahu artinya aja

@Aflah Nasution Astagfirullah

Tags :