Helicopter Prabowo Tak Dapat Izin Mendarat di Medan, BPN Klarifikasi!

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto |

BPN mengklaim perijinan susah!

Rencana Prabowo Subianto untuk menghadiri Isra Miraj di Medan dipastikan batal, pasalnya helikopter yang ditumpanginya tak memiliki izin untuk melakukan pendaratan di kota Medan, padahal acara yang dilangsungkan di Istana Maimun, Medan, tersebut sudah menyebar undangan, dan akan dimulai tepat pukul 08.00 WIB.

Kesulitan melakukan pendaratan itu juga diakui oleh Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu. Pria yang akrab disapa Gus itu mengakui pihaknya sudah berupaya mendapatkan izin sejak Minggu (31/3/2019) sampai Selasa (2/4/2019) malam. Mulai menentukan lokasi di Lapangan Merdeka, Lapangan Banteng sampai Stadion Teladan, hasilnya nihil.

Bahkan ada dari pihak swasta yang menawarkan tempatnya sebagai helipad, namun BPN menilai dari sisi keamanan tidak terjamin.

Izin memang dipersulit, faktanya kami enggak bisa dapat sampai hari terakhir. Kami gak dapat izin sama sekali, kata Gus saat dikonfirmasi Kompas.com lewat sambungan telepon Kamis (4/4/2019).

BPN akhirnya menjatuhkan pilihan di Lapangan Sejati di Tuti Kuning, Jalan AH Nasution, Medan dan pihak BPN juga menampik jika lokasi tersebut atas rekomendasi dari Pemkot Medan melalui Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan M Husni.

Kita merasa Lapangan Merdeka dan Teladan yang paling dekat ke acara. Kita tahu, selalu kok, mendarat ada. Di Merdeka, belum waktu yang lama ada mendarat heli di situ. Orang lain bisa, kok kami 02 gak bisa? Itu pertanyaannya, katanya.

Lebih lanjut Gus menilai sudah sejatinya sebagai warga negara diperlakukan sama dan tidak ada perbedaan satu sama lain, apalagi semua aturan ini sudah termaktub di dalam undang-undang. Gus juga berkomentar kalau memang pihaknya bukan penguasa jadi segala urusan harus mematuhi aturan yang ada.

Memang kami sedang tidak berkuasa. Tapi kan, berkuasa tak berkuasa hak setiap warga negara itu sama, imbuhnya.

Saat ditanya awak media kenapa memakai helikopter, Gus menjawab agar lebih menghemat waktu, diceritakannya, dari Jakarta, Prabowo mendarat di Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang, nah dari sinilah Prabowo direncanakan memakai helikopter menuju lokasi acara.

Jadi untuk menghemat waktu, semua didesain untuk heli. Kami sih, sudahlah, sabar sajalah... Pesan Pak Prabowo, kami jangan memberi ruang sekecil apapun untuk kesalahan. Kami sadar betul kami ini di luar kekuasaan, di luar pemerintahan, ujar Gus.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto | regional.kompas.com

Dilansir dari kompas, Kamis (4/4/2019), Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan M Husni membenarkan tidak keluarnya izin mendarat helikopter yang ditumpangi Prabowo, khususnya di Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan.

Alasannya tentu karena Lapangan Merdeka tengah dalam masa perbaikan, sementara Stadion Teladan dipakai hanya untuk kegiatan olahraga.

Bahkan pihaknya kemudian menawarkan Lapangan Taman Cadika di Jalan Karya Wisata dan Lapangan Sejati di Jalan AH Nasution, keduanya sama-sama berada di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Lapangan Candika juga sudah biasa digunakan sebagai landasan helikopter, Bupati Simalungun JR Saragih.

Tidak ada izin yang dipersulit, dua hari lalu sudah diberikan. Saya sampaikan ke Ihwan Ritonga, Wakil Ketua DPRD Medan Fraksi Gerindra, ucap Husni.

Namun penjelasan dari Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan itu dibantah oleh Gus Irawan, menurut pihaknya justru sampai malam detik terakhir, mereka masih menunggu perijinan dikeluarkan.

Kepala dinas itu lari-lari, kok...Hari terakhir kita masih minta izin, saya bantah itu..! ujar Gus.

Meski tanpa kehadiran Calon Presiden Nomor Urut 02, kegiatan Isra Miraj berjalan lancar tanpa adanya atribut yang dikenakan massa yang hadir.

Artikel Lainnya

Tags :