Hasil Ijtima Ulama IV, GNPF: Terapkan Syariah dan Tegakkan Khilafah!

Penanggung jawab Ijtima Ulama ke IV menyampaikan keterangan pers di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8/2019). | www.kiblat.net

GNPF menyebut Ijtima Ulama IV telah menyepakati penerapan sistem syariah dan penegakan khilafah di NKRI.

Ijtima Ulama IV yang dihadiri Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah sepakat untuk menerapkan sistem syariah dan menegakkan khilafah.

Pertemuan itu juga menelurkan beberapa poin penting yang menyangkut tentang perlawanan pada kecurangan dan kezaliman.

Seperti apa hasil Ijtima Ulama IV? Berikut laporannya.

1.

Tegakkan khilafah

Peserta Ijtima Ulama IV ikut dalam konferensi pers usai bermusyawarah dan berdialog di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Senin (5/8). | tirto.id

Sejumlah kesepakatan sudah diambil dalam Ijtima Ulama ke IV di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/8/2019) lalu.

Salah satu yang menjadi kesepakatan penting adalah penerapan syariah dan penegakan khilafah di Indonesia yang merupakan salah satu kewajiban agama Islam.

“Telah sepakat penerapan syariah dan penegakan khilafah serta amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam,” ucap Ketua Umum GNPF Yusuf Martak dikutip dari Tirto.id, Senin (5/8).

Baca Juga: MK Sudah Ketuk Palu, Ijtimak Ulama IV Masih Bahas Kecurangan dan Pengkhianatan Pemilu 2019

2.

Lawan kezaliman

Ijtima Ulama ke IV yang menjadi wadah dialog habaib dan ulama dihadiri dari berbagai kelompok ormas Islam seperti Front Pembela Islam, GNPF Ulama, dan PA 212 di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Senin (5/8). | www.tarbawia.net

Yusuf Martak juga menyampaikan jika seluruh peserta Ijtima Ulama IV juga telah setuju untuk menegakkan kemanusiaan yang adil dan beradab serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, Ijtima Ulama IV akan menjadi terus berjuang melawan kezaliman dan kecurangan yang ada di Indonesia lewat jalur resmi konstitusi.

“Memperhatikan tambahan, saran masukan peserta Ijtima Ulama IV, bahwa melawan kezaliman dan kecurangan di Indonesia harus tetap melalui konstitusional,” jelasnya.

Baca Juga: Ijtima Ulama IV Digelar, PA 212 Akui Kapok Ajak Partai Politik Berjuang Bersama!

3.

NKRI Bersyariah

Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak bersama dengan Ketua PA 212 Slamet Ma'arif, Ketua FPI Shobri Lubis saat konferensi pers Ijtima Ulama IV di Hotel Lor In, Bogor, Senin (5/8). | www.kiblat.net

Ijtima Ulama IV juga memiliki harapan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara yang bersyariah sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara,” jelas Martak.

Ide agar umat Islam mulai mengkonversi simpanan hartanya dalam bentuk logam mulia pun dicetuskan. Yusuf Martak juga menilai Ijtima Ulama perlu dilembagakan agar menjadi wadah musyawarah habaib dan ulama.

“Perlu dibangun kerja sama dari pusat hingga daerah antar ormas Islam dan parpol yang selama ini istiqomah berjuang bersama habaib dan ulama serta umat Islam dalam membela agama bangsa dan negara,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

Hasil Ijtima Ulama ke IV pun akhirnya disampaikan usai pertemuan para habaib dan ulama GNPF, FPI dan PA 212 dilakukan di Hotel Lor In Sentul, Bogor.

Mereka pun sepakat untuk menciptakan NKRI yang bersyariah dan menegakkan khilafah di dalam kehidupan bangsa dan negara.

Namun, semoga hasil Ijtima Ulama IV ini tetap bisa menyesuaikan dengan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang menjunjung tinggi keberagaman masyarakat.

Tags :