Ijtima Ulama IV Digelar, PA 212 Akui Kapok Ajak Partai Politik Berjuang Bersama!

PA 212 Kapok Ajak Partai Politik Berjuang di Ijtima Ulama
Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. | tirto.id

PA 212 mengaku kapok mengajak partai politik berjuang bersama jelang digelarnya Ijtima Ulama ke IV.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengakui kapok mengajak partai politik dan politisi untuk berjuang bersama jelang digelarnya Ijtima Ulama ke IV pada Senin (5/8).

Dia pun memastikan tidak akan mengundang politisi maupun elite partai dalam pertemuan Ijtima Ulama yang rencananya digelar di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Beriktu penjelasan lengkap dari Novel Bamukmin.

1.

Kapok dengan para politisi

PA 212 Kapok Ajak Partai Politik Berjuang di Ijtima Ulama
Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak bersama dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan usai melakukan Ijtima Ulama ke II di Jakarta, Minggu (16/9/2019) | beritagar.id

Dilansir dari Tempo.co, Minggu (4/8), Novel mengaku kapok untuk melakukan perjuangan bersama dengan para politisi terutama yang sudah masuk dalam susunan pengurus PA 212.

Namun, dia juga menegaskan tidak akan berhenti untuk terus berjuang dalam jalur politik dalam membela kepentingan umat.

“Berpolitik tidak kapok karena harus ada wadah perjuangan, cuma memasukkan orang partai dalam pengurus PA 212 saya pribadi kapok,” ungkap Novel.

2.

Depak Amien Rais

PA 212 Kapok Ajak Partai Politik Berjuang di Ijtima Ulama
Ketua PA 212 Slamet Ma'rif mendampingi Amien Rais dan Prabowo Subianto saat bertemu dengan Habib Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (2/6/2018). | www.detik.com

Novel juga berencana memberikan masukan dalam Ijtima Ulama ke IV agar tidak lagi memasukkan orang-orang partai politik dalam susunan pengurus, termasuk Amien Rais yang saat ini menjadi penasehat PA 212.

Hal ini tidak lepas dari rencana PA 212 yang tidak ingin berada dalam pusaran politik praktis seperti sebelumnya dilakukan.

“Harus melangkah ke depan tanpa mereka (tokoh dan elite partai politik),” jelasnya.

Baca Juga: Syariat Islam Masih Dikaji, Gerindra: Prabowo Siap ‘Akurkan’ Jokowi dengan FPI

3.

Sikap netral

PA 212 Kapok Ajak Partai Politik Berjuang di Ijtima Ulama
Novel Bamukmin berfoto bersama dengan peserta Ijtima Ulama ke I, tahun 2018 lalu. | saluransatu.com

Rencana PA 212 membebaskan diri dari partai politik ini disebut sebagai tindakan antisipasi adanya kecemburuan yang melibatkan partai-partai yang mendukung PA 212.

Novel pun memastikan ke depan PA 212 akan menjadi kelompok yang netral.

“Jadi kita benar-benar netral saja lah. Kalaupun 2024 punya sikap politik saya mau pengurus PA 212 jangan ada lagi orang partai,” beber Novel.

PA 212 sendiri selama ini selalu mendapatkan dukungan penuh dari sejumlah partai seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Berkarya, Partai Gerindra, dan lainnya.

Baca Juga: Dikaji Selama 14 Tahun, Belanda Resmi Larang Penggunaan Cadar

4.

Ijtima Ulama ke IV

PA 212 Kapok Ajak Partai Politik Berjuang di Ijtima Ulama
Konferensi pers usai Ijtima Ulama ke III. | akurat.co

Ijtima Ulama ke IV sendiri digelar pada hari Senin (5/8) di Hotel Lor In Sentul, Bogor.

Musyawarah ulama ini pun disebut tidak ada hubungannya dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

PA 212 pun memastikan jika Ijtima Ulama ke IV akan lebih banyak membahas langkah ulama dalam perjuangan politik dengan dasar Al Quran dan Hadits.

Artikel Lainnya

PA 212 mengaku kapok melakukan perjuangan bersama dengan partai politik dan tokoh-tokoh elitenya jelang digelarnya Ijtima Ulama ke IV.

Novel Bamukmin selaku juru bicara PA 212 pun memastikan tidak akan mengundang elite politik dalam musyawarah lanjutan para ulama tersebut.

Keputusan PA 212 untuk berjalan sendiri tanpa dukungan partai politik pun diambil untuk membebaskan diri dari jeratan politik yang kadang penuh dinamika dan dua wajah.

Tags :