Tega! Hanya Karena Masalah Sepele, Perut Bocah 2 Tahun Ini Dipukul Hingga BAB

Ilustrasi kekerasan yang terjadi
Ilustrasi kekerasan yang terjadi | www.fbcnews.com.fj

Pria yang viral karena pukul balita di Tangerang, terancam hukuman 5 tahun penjara

Seorang balita laki-laki berusia 2 tahun di Kota Tangerang dianiaya pria dewasa bernama Angga Santana Dewa (27) karena masalah sepele. Alasannya, pelaku kesal karena korban yang diajak bermain sempat menangis dan membanting HP miliknya.

1.

Terancam hukuman lima tahun penjara

Tersangka kemudian ditangkap dan terancam hukuman penjara lima tahun.

"Pasal yang kita kenakan adalah pasal 80 ayat 1 dan ayat 2 uu no 35 tahun 214 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ujar Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat jumpa pers di Mapolres Kota Tangerang, Selasa (16/3).

Artikel Lainnya
2.

Tersangka adalah kekasih dari bibi korban

Ilustrasi kekerasan yang terjadi
www.radarcirebon.com

Wahyu mengatakan, tersangka adalah kekasih dari bibi korban. Kejadian bermula saat korban diajak bermain ke rumah tersangka.

"Jadi ini (tersangka) adalah pacar dari bibinya korban. Di bawalah ke rumah tersangka, kebetulan di rumah tersangka ada ponakannya yang seusia dengan korban," kata Wahyu.

3.

Bermula dari hal sepele

Tersangka saat itu tertidur dan korban menangis karena ingin buang air besar. Mendengar suara tangisan itu, tersangka lalu terbangun. Seusai buang air besar, korban tetap menangis, tersangka kemudian memberikan HP-nya agar digunakan untuk bermain.

Menurut Wahyu, korban saat itu tetap menangis dan membanting ponsel seluler tersangka. Tersangka pun naik pitam dan memukul korban hingga beberapa kali.

"Setelah buang air besar, kondisinya masih menangis, kemudian sempat dipinjamkan HP tersangka kepada korban, namun serta merta HP-nya dilempar," ungkap Wahyu.

4.

Aksi penganiayaan viral di media sosial

Ilustrasi kekerasan yang terjadi
Pria di Tangerang yang viral karena merekam aksinya saat menganiaya bocah 2 tahun. | www.indozone.id

Aksi pemukulan ini bahkan tersangka rekam dan videonya pun viral di media sosial. Setelah diperiksa polisi, ternyata tersangka sedang memiliki masalah dengan bibi korban yang merupakan kekasihnya.

"Hasil pemeriksaan juga ternyata tersangka sempat cek-cok dengan bibi korban. Sehingga mungkin akumulasinya adalah marah atau emosi," ujar Wahyu.

"Hasil pemeriksaan sebanyak lima kali, pertama tujuh kali di pukul bagian perut, menggunakan tangan kiri," tambah Wahyu.

Bibi korban yang mendapat rekaman video itu kemudian melaporkan tindakan itu ke orang tua korban. Tidak terima anaknya dipukuli, orang tua korban membuat laporan ke polisi.

Tags :