Dinilai Punya Sejarah Hubungan Akrab Dengan Jokowi, Gerindra Akan Merapat ke Koalisi?

Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat berada dalam acara Deklarasai Kampanye Damai jelang Pemilu 2019. | www.merdeka.com

Jokowi buka pintu lebar-lebar untuk Partai Gerindra jika ingin masuk dalam pemerintahannya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan siap membuka pintu lebar untuk partai politik oposisi yang ingin bergabug dalam koalisi pendukung pemerintahan periode 2019-2024.

Salah satu partai yang disebut mendapatkan undangan khusus masuk dalam pemerintahan adalah partai milik Prabowo Subianto, Gerindra. Hal ini jelas menjadi kabar yang sangat mengejutkan karena selama ini Prabowo dikenal sebagai rival Jokowi dalam beberapa kontestasi Pilpres.

Lalu, akankah Gerindra benar-benar bergabung dalam koalisi pemerintaha Jokowi di masa depan?

1.

Jokowi terbuka menerima Gerindra

Capres 01 Joko Widodo berjabat tangan dengan capres 02 Prabowo Subianto setelah menjelanai debat capres. | www.ayobandung.com

Jokowi mengaku terbuka dengan partai manapun yang ingin bekerja bersama membangun negara, tidak terkecuali partai Gerindra yang dikenal selalu menjadi partai opisisi yang kerap memberikan kritik keras pada Jokowi.

Dia pun menegaskan jika tidak mungkin membangun Indonesia menjadi negara yang lebih besar jika tidak menjalin kerja sama dengan semua elemen termasuk partai-partai oposisi.

“Saya terbuka kepada siapa saja yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan dan membangun negara bersama,” ucap Jokowi saat diwawancara The Jakarta Post, Rabu (11/6).

“Sangat tidak mungkin bagi kami untuk membangun negara sebesar Indonesia sendirian. Kami membutuhkan kerja bersama,” tambahnya.

Baca Juga: Kutip Riset Pengamat Asing, Prabowo Nilai Jokowi Tunjukan Gaya Otoriter Orde Baru

2.

Elite koalisi Jokowi pilih undang Gerindra

Keakraba paslon 01, Jokowi-Ma'ruf dan paslon 02, Prabowo-Sandi saat menghadiri deklarasi kampanye damai. | tirto.id

Masih dikutip dari The Jakarta Post, potensi Gerindra masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi pun mendapatkan lampu hijau dari para petinggi partai pendukung pemerintahan seperti PDI-P, PKB, dan juga PPP.

Ketiga partai ini menilai Gerindra bukan partai yang asing karena sudah sangat akrab bekerja sama baik dengan Jokowi maupun partai pendukung di masa lalu.

Kepastian para petinggi partai ini didapatkan setelah salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kedekatan partai Gerindra dibandingkan dengan partai pendukung Prabowo-Sandi lainnya.

Baca Juga: Ngotot! Bagi BPN Posisi Ma'ruf di Bank Langgar Pemilu dan Wajib Didiskualifikasi!

3.

Jokowi dan Prabowo memiliki kesamaan visi

Jokowi dan Prabowo memeluk salah satu atlet pencak silat yang berhasil membawa emas di gelaran Asian Games 2018. | news.detik.com

Berhembusnya angin kencang masuknya Gerindra dalam koalisi pemerintahan juga dinilai karena adanya kesamaan visi dan program yang diutarakan Jokowi dan juga Prabowo sebagai ketua umum Gerindra.

Hal ini lalu disebut politikus PDI-P, Aria Bima sebagai peluang yang terbuka lebar bagi Gerindra masuk dalam koalisi pemerintahan.

“Dalam hal memperjuangkan kepentingan bangsa, Jokowi dan Prabowo memiliki ikatan yang kuat. Mereka memiliki ksamaan dalam program dan kebijakan,” jelas Aria dikutip dari Kompas.com, Selasa (12/6).

Artikel Lainnya

Namun, undangan resmi Gerindra untuk masuk dalam koalisi pemerintahan baru akan dilakukan setelah Jokowi dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Hal ini berkaitan dengan masih berlangsungnya persidangan sengketa pemilu yang diajukan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi.

Lalu, akankah Gerindra benar-benar masuk dalam koalisi Jokowi dan berjuang bersama membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan? Patut kita simak bersama.

Tags :