Diduga Keracunan, Massa Aksi Demo MK ini Muntah Hingga Pingsan! RS Budi Kemuliaan: Itu Sakit Maag

Bahkan juga muncul hoaks adanya peserta aksi yang meninggal

Sebelumnya muncul dugaan keracunan dialami seorang perempuan peserta aksi yang tengah mengikuti aksi kawal sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis 26 Juni.

Namun usai dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, pihaknya menyatakan bahwa penyebab peserta aksi kawal sidang putusan MK tersebut muntah hingga pingsan bukanlah karena keracunan, melainkan gangguang pencernaan, dispepsia atau sejenis maag.

Situasi aksi massa kawal sidang putusan MK | www.rmolsumsel.com

"Diagnosis dari kami adalah dispepsia, itu adalah semacam gangguan pencernaan. Seperti orang sakit maag-lah," kata Direktur Pelayanan Medik dan ketua tim siaga RS Budi Kemuliaan, dr M Rifki dalam keterangannya (CNNIndonesia.com).

Perempuan bernama Heni tersebut sebelumnya dilarikan ke RS Budi Kemuliaan karena muntah bahkan pingsan usai melahap sepotong roti. Dilarikan ke RS Budi Kemuliaan, perempuan berusia 53 tahun itu dibantu dengan ambulan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Rifki menjelaskan, Heni tersebut ditangani dengan diberi obat maag dan diinfus. Ia melanjutkan bahwa pasien saat datang ke rumah sakit Budi Kemuliaan sudah dalam keadaan sadar.

"Pasien mengatakan bahwa dia muntah di lapangan, kita dari Budi Kemuliaan tidak melihat sama sekali seperti itu (keracunan)," ujar Rifki.

Sebelumnya, aksi massa kawal sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di MK memang diwarnai rumor peserta aksi keracunan.

Koordinator lapangan, aksi tersebut, Abdullah Hehamahua menyarankan agar para peserta aksi tak membeli makanan maupun minuman yang dijajakan oleh pedagang asongan maupun yang diberikan oleh orang tak dikenal agar tak diracun.

"Kepada aksi massa kalau dikasih makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal jangan diterima. Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini," kata Abdullah saat berorasi di atas mobil komando, Kamis (27/6).

Selain itu, beredar juga isu di WhatsApp adanya seorang peserta aksi di sekitar gedung MK yang meninggal karena keracunan makanan. Isu ini terbukti hoaks atau tidak benar karena korban masih hidup.

Dilansir dari Detik.com, hoaks tersebut tersebar di grup WhatsApp yang menyebut adanya relawan 02 yang pingsan saat aksi di sekitar MK dan kemudian meninggal. Berikut isi pesan hoaks yang tersebar di grup WhatsApp tersebut.

"INNALILLAHI. RELAWAN 02 tadi yg pingsan tadi ternyata Beliau udah meninggal dunia 😭😭😭. Tolong bantu kirim al-Fatekhah ditujukan khusus buat Relawan mb tadi ya... Parah eyy udah ada yg kracunan roti ma nasi kotak hati2 kawan kl ada yg kash makanan gratis yg skg ada dpan Mk," demikian pesan hoax yang tersebar itu.

Isi pesan hoaks WhatsApp soal adanya peserta meninggal di aksi kawal sidang putusan MK
Isi pesan hoaks WhatsApp soal adanya peserta meninggal di aksi kawal sidang putusan MK | news.detik.com
Artikel Lainnya

Massa aksi yang dimaksud dalam pesan WhatsApp tersebut ternyata adalah Heni yang nyatanya tidak mengalami keracunan melainkan sakit maag.

Untungnya kabar adanya massa aksi kawal MK yang meinggal tersebut segera diklarifikasi langsung melalui penjelasan pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Menurutmu gimana guys soal isu-isu dalam aksi kawal sidang MK kemarin?

Tags :