Bom Guncang Sri Lanka Saat Paskah dan Korban Jiwa Sampai 200 Orang, Ini Kronologinya!

Bom Sri Lanka
Bom meledak di delapan titik di Sri Lanka |

Gereja dan hotel jadi korban

Minggu (21/4) pagi, Sri Lanka diguncang oleh ledakan bom di 6 titik berbeda pada saat perayaan paskah. Ledakan bom tersebut ditargetkan di beberapa hotel dan gereja yang memang sedang melangsungkan acara perayaan paskah.

Ledakan yang mengguncang Sri Lanka ini berlanjut pada siang hari di dua titik lainnya sehingga total ledakan bom hingga saat ini adalah delapan titik dengan jumlah korban jiwa mencapai 200 lebih.

Pemerintah Sri Lanka pun sigap bergerak mengamankan negaranya dengan menutup sekolah serta universitas hingga waktu yang tak ditentukan. Transportasi umum pun dihentikan sementara.

Tak berhenti di sana, pemerintah Sri Lanka juga memblokir situs-situs media sosial dan layanan pesan singkat. Hal ini dilakukan guna mengurangi beredarnya kabar palsu yang dapat membuat masyarakat bertambah panik.

Bom Sri Lanka
Kronologi ledakan bom di Sri Lanka |

Hingga saat ini, pihak kepolisian Sri Lanka telah menangkap 24 orang yang diduga terlibat. Meski begitu, suasana Sri Lanka masih terasa mencekam dan himbauan untuk tetap tinggal di rumah pun masih diterapkan.

Nahasnya, sebelum kejadian pengeboman berlangsung, pemerintah Sri Lanka telah menduga adanya kemungkinan serangan di hari perayaan Paskah tersebut. Namun peringatan ini tidak diabaikan sehingga pengamanan di titik-titik rawan berkurang.

Dalam memo tersebut, diduga yang akan melakukan penyerangan merupakan organisasi National Thowheeth Jama’ath (NTJ). Akan tetapi belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Sri Lanka secara pasti.

Dunia pun segera merespon kejadian ini dengan ucapan belasungkawa dan kecaman terhadap serangan teror yang mencerabut hak masyarakat untuk melaksanakan ibadah dengan damai. Mulai dari vatikan hingga PM Selandia Baru dan wakil Presiden Amerika Serikat menyampaikan ucapan belasungkawa bagi Sri Lanka.

Artikel Lainnya

Tragedi nahas di Sri Lanka ini mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dan perdamaian antar umat beragama. Paham radikal tidak seharusnya mendapat tempat di masyarakat.

Indonesia sendiri saat ini sedang mengalami pergesekan hebat akibat politik yang cenderung membawa sentiment politik identitas. Belajar dari kejadian di Sri Lanka, kita juga harus waspada dan tetap menjaga persatuan di Indonesia agar gesekan ini tidak berujung pada kebencian dan aksi-aksi radikal antar kelompok.

Tags :