Belum Lama Jadi Ketua PSSI Baru, Joko Driyono Kini Ditetapkan Jadi Tersangka Mafia Bola!

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapka sebagai tersangka oleh Satgas Mafia Bola. | kabarmedan.com

Badai untuk federasi sepak bola Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola. Joko Driyono diduga terlibat dalam kasus mafia bola yang melakukan pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia.

Penetapan status tersangka Joko Driyono jelas menjadi sebuah tamparan keras bagi PSSI karena Joko Driyono belum lama diangkat menjadi pengganti ketua setelah Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya. Hal ini jelas menjadi PR besar federasi sepak bola Indonesia.

Penangkapan dan penetapan tersangka ini menjadi sebuah pergerakan besar dalam pemberantasan mafia bola di Indonesia. Lalu, bagaimana kronologi hingga akhirnya Joko Driyono ditangkap? Berikut laporannya!

1.

Penetapan dilakukan setelah dilakukan penggeledahan di apartemen Joko Driyono

Joko Driyono (dua dari kiri) melihat penggeledahan yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola pada apartemen miliknya. | www.liputan6.com

Satgas Anti Mafia bola melakukan penetapan status tersangka pada Joko Driyono setelah melakukan penggeledahan pada apartemen milik Joko Driyono di Taman Rasuna, Tower 9, Unit 18C. Penggeledahan itu pun ditujukan untuk mendalami kasus pengaturan pertandingan di sepak bola Indonesia.

“Kamis kemarin penetapan tersangka Pak Joko Driyono, setelah dilakukan mekanisme penetapan tersangka dengan gelar perkara,” ucap Ketua Tim Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono, dilansir dari Liputan6, Jumat (15/2) malam.

2.

Jadi tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan pertandingan

Satgas Mafia Bola menetapkan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka pengerusakan alat bukti kasus pengaturan pertandinga di Indonesia. | www.liputan6.com

Satgas Anti Mafia Bola menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan skor. Hal ini didapat setelah mengumpulkan informasi dan pengembangan kasus pengaturan pertandingan sebelumnya.

Belum lama ini Satgas Mafia Bola juga menetapkan tiga tersangka yang diduga melakukan perusakan alat bukti kasus pengaturan skor di kantor PSSI yang juga kantor PT Liga Indonesia. Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur yang bekerja sebagai OB di PSSI.

“(Tersangka) Perusakan barang bukti,” ucap Argo saat ditanya status tersangka Joko Driyono.

3.

Ada 23 barang sitaan yang merupakan milik Joko Driyono

Dalam penggeledahan di apartemen milik Joko Driyono, Satgas Anti Mafia Bola menyita 23 barang. | sport.detik.com

Satgas Anti Mafia Bola pun melakukan penyitaan beberapa barang pribadi milik Joko Driyono yang diduga terlibat dengan pengaturan pertandingan sepak bola Indonesia. Total ada 23 barang yang disita oleh Satgas Anti Mafia Bola, yaitu:

4 buah bukti trnasfer (struk)

3 buah handphone warna hitam

6 buah handphone

1 bandel dokumen PSSI

1 buku catatan warna hitam

1 buku note kecil warna hitam

2 buah flash disk

1 bandel surat

2 lembar cek kwitansi

1 bandel dokuen

1 buah tablet Sony warna hitam

4.

Selalu menjadi bagian penting dalam 6 rezim pemimpin PSSI

Joko Driyono selalu menjadi bagian penting dalam dunia sepak bola Indonesia dalam 30 tahun kebelakang. Sayang, lama jabatannya tidak sebanding dengan prestasi sepak bola Indonesia. | www.pssi.org

Sebelum menjadi Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono sudah malang melintang dan menjadi bagian penting PSSI. Dilansir dari CNN Indonesia, mengawali karir sebagai pemain, Joko Driyono sudah menjadi bagian dari PSSI dalam 6 rezim kepemimpinan atau setidaknya sudah berkecimpung dalam 30 tahun terakhir dalam dunia sepak bola.

Sosoknya pun dianggap sebagai ahli dan profesional di persepakbolaan Indonesia. Namun, selama 30 tahun itu pula, prestasi Indonesia dalam kancah sepak bola tidak pernah mentereng dan selalu mendapatkan hasil minor.

Joko Driyono juga dikenal sebagai ‘ahli’ rangkap jabatan. Tercatat pada tahun 2013, Joko Driyono pernah menjabat dua posisi penting sebagai CEO PT Liga Indonesia Baru dan Sekjen PSSI. Dirinya juga pernah menjabat sebagai wakil ketua AFF saat menjadi Waketum PSSI era Edy Rahmayadi.

Artikel Lainnya

Penetapan Joko Driyono mungkin akan menjadi angin segar persepakbolaan di Indonesia. Hal ini menjadi sebuah langkah maju untuk melakukan pemberantasan mafia bola yang menjadi parasit persepakbolaan Indonesia selama ini.

Semoga, langkah Satgas Anti Mafia Bola ini bisa membuat PSSI bersih dan profesional. Sehingga timnas Indonesia menjadi juara bukan lagi mimpi yang terus berulang setiap tahunnya.

Tags :