Etika Pengajuan Surat Pengunduran Diri yang Nggak Memancing Drama

surat pengunduran diri
Contoh surat pengunduran diri | keepo.me

Contoh surat pengunduran diri yang ber-attitude.

Mengundurkan diri dari pekerjaan adalah hak setiap karyawan. Asal alasanmu masuk akal dan melakukannya dengan kesadaran penuh, tidak ada masalah dengan mengajukan resign. Bahkan orang pun bisa melakukannya lebih dari sekali kalau memang dibutuhkan.

Dalam beberapa kasus, lingkungan kerja yang nggak baik untuk kesehatan mental memungkinkan untuk dijadikan alasan resign yang utama. Kamu juga berhak mundur karena adanya kondisi yang mengharuskanmu untuk meninggalkan pekerjaanmu sekarang.

Contoh surat pengunduran diri yang beretika

Namun, kamu sering dilanda dilema dan rasa tak enak pada atasan saat akan melakukannya. Hal ini normal kok. Simak beberapa poin etika penting yang harus kamu taati berikut lengkap dengan contoh surat pengunduran diri yang sopan dan nggak asal-asalan.

surat pengunduran diri
Berikan sebulan sebelumnya | unsplash.com

Ajukan resignation letter paling tidak sebulan sebelum tanggal terakhir bekerja

Mengundurkan diri memang hak sebagai karyawan suatu perusahaan. Tetapi kamu harus mempertimbangkan banyak hal soal konsekuensinya. Kamu harus paham tentang kontrak kerja yang sudah disepakati di awal bekerja serta urgensi dari alasan resign.

Baiknya, ajukan surat ini pada kepala HRD yang atau pihak yang bersangkutan sebulan sebelum tanggal terakhirmu bekerja. Ini bertujuan agar perusahaan pun bisa mengantisipasi pergantian pegawai dan hal administratif lainnya.

Jika perlu, kamu bisa berkonsultasi dengan atasan sebelum memutuskan untuk mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan yang kamu emban. Bicarakan juga soal ikatan kontrak kerja dan tugas yang tidak akan terselesaikan di sisa masa kerjamu.

surat pengunduran diri
Langsung utarakan maksud surat di awal | unsplash.com

Tak perlu bertele-tele, sebutkan sejak awal ini adalah pernyataan formal bahwa kamu akan mengundurkan diri

Mengundurkan diri pertama kali memang bikin jantung berdebar. Normal saja, kok. Semua orang pernah merasakannya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, saatnya kamu mematangkannya dengan membuat surat pengunduran diri dari jabatan kepada atasan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tentu mengetahui kepada siapa surat itu ditujukan. Jika belum tahu, jangan sungkan untuk menanyakan kepada HRD. Di dalam badan surat, sampaikan ke intinya bahwa kamu berniat untuk resign. Lengkapi dengan tanggal atau bulan di mana kamu akan mengakhiri masa kerja di perusahaan.

surat pengunduran diri
Identitas jangan lupa | unsplash.com

Lengkapi surat dengan identitas yang benar dan lengkap

Kamu tidak bisa mengirim surat kaleng ke kepala HRD sebagai surat pengunduran diri kerja. Kamu harus memberikan data lengkap dalam suratmu, terutama nama, jabatan, divisi dan waktu mulai bekerja.

Tulis identitasmu itu di awal surat setelah pernyataan mengundurkan diri agar HRD pun bisa langsung mengambil tindakan yang tepat pada pernyataanmu itu. Tak etis jika tidak menyebutkan identitas sebagai pemohon surat resign.

Jangan pula hanya mencantumkan nama lengkap. Selain itu, harus ada jabatan dan divisi agar HRD pun bisa langsung mencari rekam jejakmu di perusahaan tersebut.

Baca juga: Tips Resign Kerja Secara Elegan dan Sopan Untuk Para Introvert

surat pengunduran diri
Alasan resign yang lugas | unsplash.com

Alasan resign harus diutarakan dengan lugas dan masuk akal

Ketika resign dari pekerjaan, kamu harus menyertakan alasan resign yang masuk alam. Elemen ini tak boleh kamu lewatkan dari cara membuat surat resign. Jika hendak mencari pekerjaan lain, kamu bisa bilang ingin fokus terhadap hal lain sebagai alasan.

Meski punya beberapa alasan lain yang melatarbelakangi keputusanmu, hendaknya sebutkan saja yang benar masuk akal dan tidak berupa pernyataan yang menjatuhkan perusahaan. Biar bebas drama dan cepat pula prosesnya, tak perlu bertele-tele. Usahakan kamu memakai satu kalimat untuk menjelaskan alasanmu itu.

surat pengunduran diri
Tawaran untuk membantu | unsplash.com

Tawarkan bantuan ke perusahaan sebagai tindak lanjut dari keputusan pengunduran dirimu

Setelah mengutarakan alasan resign, tiba saatnya untuk membicarakan proses transisi. Ketika akan mengundurkan diri dari suatu jabatan, kamu sebenarnya memiliki kewajiban untuk terlibat dalam proses tersebut. Jika ada pekerjaan yang belum selesai, maka kamu dan perusahaan pun harus mendiskusikan langkah yang tepat.

Pihak perusahaan bisa pula melakukan perekrutan pegawai baru untuk mengisi posisimu. Kamu pun punya kemungkinan untuk diminta melatih mereka di masa akhir kerjamu. Untuk itu, dalam contoh surat pengunduran diri karyawan, kamu disarankan untuk menawarkan bantuan atau membuka diskusi mengenai proses tersebut.

surat pengunduran diri
Ucapan terima kasih | unsplash.com

Selanjutnya, ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan perusahaan padamu

Kamu tidak bisa melewatkan ucapan terima kasih. Terlepas dari cara perusahaan memperlakukanmu, mereka telah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran hidup. Ucapkan terima kasih atas kesempatan yang dimereka berikan selama masa kerja di surat pengunduran diri karyawan.

Kamu pun bisa menambahkan sentuhan personal dengan menyebutkan secara spesifik pengalaman dan pelajaran apa yang sudah kamu petik selama bekerja di sana. Tak perlu sungkan untuk menyebutkan perubahan positif apa yang sudah perusahaan berikan kepadamu sebagai karyawan. Terakhir, akhiri dengan salam, tanda tangan dan nama terang.

Baca juga: Mitos dan Fakta Menyoal Resign dari Pekerjaan

surat pengunduran diri
Contoh surat resign | unsplash.com

1. Contoh surat resign yang yang formal dan standar

Tak perlu basa-basi lagi, berikut ini adalah cara membuat surat resign yang bisa dicontek jika dibutuhkan. Silakan modifikasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Jakarta, (tanggal bulan tahun)

Kepada Yth. (Nama Lengkap)

(Jabatan dan Nama Perusahaan)

di tempat

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama:

Tempat, tanggal lahir:

Nomor pegawai:

Jabatan:

Departemen/Divisi:

Bekerja sejak:

Bermaksud mengajukan surat permohonan mengundurkan diri dari (Nama Perusahaan) sejak (sebutkan waktu spesifik kamu akan mulai nonaktif). Adapun alasan saya mengundurkan diri adalah (alasan resign yang lugas dan jelas).

Sebuah kehormatan bagi saya bisa menjadi bagian dari (Nama Perusahaan). Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pelajaran yang diberikan segenap direksi dan karyawan (Nama Perusahaan).

Besar harapan saya untuk dilakukannya diskusi lebih lanjut mengenai pernyataan pengunduran diri saya ini, terutama mengenai proses transisi dan keperluan lainnya.

Demikian surat pengunduran diri saya. Mohon maaf atas segala kekurangan selama ini.

Hormat saya,

(Nama Terang)

Artikel Lainnya
surat pengunduran diri
Yang santai | unsplash.com

2. Contoh surat pengunduran diri yang casual tanpa mengurangi unsur kesopanan dan formalitas:

Jakarta, (tanggal bulan tahun)

Kepada Yth. (Nama Lengkap)

(Jabatan dan Nama Perusahaan)

di tempat

Dengan hormat,

Mohon terima surat ini sebagai pemberitahuan resmi pengunduran diri saya dari (Posisi/Jabatan) di (Nama Perusahaan). Sesuai kontrak kerja, saya akan memberi notifikasi sebulan sebelum tanggal terakhir masa kerja saya pada (sebutkan tanggal, bulan, dan tahun).

Saya sangat menikmati masa kerja saya di (Nama Perusahaan). Berbagai kesempatan, pelajaran berharga, bahkan persahabatan telah saya dapatkan di sini. Namun melalui pertimbangan yang berat dan matang, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan saya di jalan yang berbeda. Saya yakin semua yang saya dapatkan di sini akan selalu saya ingat sepanjang hidup dan akan bermanfaat untuk karier saya nantinya.

Saya dengan senang hati membuka diri untuk mendiskusikan konsekuensi dari keputusan saya ini. Termasuk menyoal proses transisi dan diskusi tentang beberapa tugas yang belum sempat dikerjakan atau diselesaikan hingga hari terakhir saya bekerja nanti.

Saya berharap kita bisa tetap menjalin hubungan baik. Tak ada yang bisa saya sampaikan selain doa terbaik untuk kemajuan perusahaan.

Salam,

(Nama terang)

surat pengunduran diri
Lebih menyentuh | unsplash.com

3. Contoh contoh surat resign yang santai dengan sentuhan personal:

Jakarta, (tanggal bulan tahun)

Kepada Yth. (Nama Lengkap)

(Jabatan dan Nama Perusahaan)

di tempat

Dengan hormat,

Mohon terima surat ini sebagai pemberitahuan resmi pengunduran diri saya dari (jabatan) di (Nama Perusahaan). Sesuai kontrak kerja, masa kerja saya akan berakhir pada (sebutkan tanggal, bulan, dan tahun).

Surat ini saya buat sebagai keputusan final setelah saya mendapatkan tawaran peluang kerja baru di sebuah start-up kecil yang saya bangun bersama beberapa rekan saya.

Meski begitu, saya mengucapkan banyak terima kasih untuk segala kesempatan dan pelajaran berharga yang akan selalu saya ingat. Menjadi bagian dari Team Digital Marketing adalah suatu pengalaman yang mengajarkan saya untuk bisa melihat peluang dengan lebih baik. Di sini pula saya belajar bekerja dalam tim besar, menyatukan banyak karakter dan ide adalah suatu yang tak mudah, tetapi saya justru mendapatkan keluarga baru yang tak akan pernah saya lupakan.

Atas keputusan saya ini, saya dengan senang hati untuk membantu proses transisi, terutama untuk beberapa agenda yang belum sempat terealisasi atau terselesaikan. Untuk itu, jangan ragu untuk menghubungi saya mengenai hal-hal tersebut.

Saya berharap untuk kemajuan perusahaan dan agenda apapun yang sedang dikerjakan teman-teman di sini.

Salam,

(Nama terang)

Baca juga: Hal yang Harus Dilakukan di Hari Terakhir Kerja Sebelum Resign

surat pengunduran diri
To the point | unsplash.com

4. Contoh contoh surat resign yang lebih spesifik:

Jakarta, (tanggal bulan tahun)

Kepada Yth. (Nama Lengkap)

(Jabatan dan Nama Perusahaan)

di tempat

Dengan hormat,

Melalui surat ini, saya hendak memberitahukan tentang rencana saya untuk mengundurkan diri dari posisi (Jabatan) di (Nama Perusahaan), tertanggal (tanggal, bulan, dan tahun terakhir masa kerja).

Saya sangat berterima kasih atas segala peluang yang diberikan oleh perusahaan selama empat tahun ini hingga saya bisa mengembangkan diri secara profesional dan personal. Saya sangat menikmati waktu yang saya habiskan di (Nama Perusahaan). Suasana hangat yang selalu diberikan rekan-rekan di (divisi tempat bekerja) akan selalu saya rindukan.

Walau begitu, saya merasa ini saatnya untuk melanjutkan perjalanan karier di bidang yang lain. Saya mendapat tawaran mengajar di kota asal saya dan merasakan bahwa itu adalah sebuah panggilan yang hendak saya ambil saat ini. Tentunya pengalaman yang diberikan perusahaan akan berpengaruh pada performa saya ke depan dan saya tak akan melupakannya.

Atas konsekuensi dari keputusan ini, saya dengan senang hati bersedia untuk membantu menyelesaikan beberapa tugas yang belum sempat terselesaikan selama beberapa waktu ke depan. Tentunya diskusi lebih lanjut mengenai hal-hal lain akan sangat berharga bagi saya.

Mohon maaf atas segala kekurangan. Saya berharap yang terbaik untuk kesuksesan perusahaan di masa depan.

Hormat saya,

(Nama terang)

Jika kamu masuk ke sebuah perusahaan dengan baik-baik, hendaknya kamu pun mengundurkan diri dengan baik-baik pula. Ikuti etika dasar dan tips membuat surat pengunduran diri kerja di atas, alhasil momen pengunduran dirimu pun bebas dari drama. Kamu pun bisa melanjutkan hidupmu dengan langkah ringan tanpa beban.

Tags :