Sorot Problema Korea, Ini 6 Judul dalam Seri Film Whispering Corridors yang Sangat Mencekam

Berhasil dobrak industri sinema horor Korea hingga kini.

Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan penghasil film horor terbaik se-Asia. Ada beragam judul film yang dihasilkan oleh industri sinema di sana, di antaranya adalah seri film Whispering Corridors yang melegenda hingga kini.

Seri film yang sudah hadir sejak 1998 silam ini dianggap sebagai salah satu penggebrak industri sinema di masanya. Dengan elemen utamanya yang berlatar di sekolah khusus wanita dan isu-isu mengenai birokrasi di Korea Selatan, film ini menjadi box-office hit seiring munculnya judul terbaru dalam beberapa tahun sekali.

6 Judul dalam Seri Film Whispering Corridors

Apa saja judul-judul yang meliputi seri film Whispering Corridors? Langsung saja lihat daftarnya berikut ini.

1.

Whispering Corridors (1998)

Seri film ini dibuka melalui Whispering Corridors yang dirilis pada 1998 silam. Disutradarai oleh Park Ki-hyung, film horor Korea Selatan ini berkisah tentang guru yang baru saja masuk di sekolah khusus wanita. Namun, dirinya harus berhadapan dengan misteri yang menyelubungi sekolah tersebut, terutama ketika satu persatu karyawan di sana mulai mati dengan tragis.

Whispering Corridors ini sejatinya merupakan film yang mengkritisi tentang skema pendidikan di Korea Selatan yang keras oleh perlakuan tenaga pendidiknya. Diiringi dengan elemen horor yang menegangkan di masanya, film ini menjadi pop culture dan berlanjut menjadi seri dengan beragam sekuelnya.

2.

Memento Mori (1999)

Satu tahun setelah kesuksesan film pertamanya, hadirlah seri film Whispering Corridors yang dilanjutkan dengan Memento Mori. Meski sama-sama berlatar di sekolah khusus wanita, film horor ini berkisah tentang sepasang siswi yang memiliki hubungan romantis satu sama lain sebelum akhirnya salah satunya mati dan menghantui sekolah tersebut.

Diceritakan dengan gaya nonlinear, Memento Mori mengusung elemen LGBT yang dianggap tabu pada industri sinema Korea Selatan di masa tersebut. Elemen yang umumnya jadi sasaran para SJW ini juga dibarengi dengan horor yang tak kalah mengerikan, membuat film ini memberikan ketakutan bagi penontonnya, bahkan setelah menontonnya.

3.

Wishing Stairs (2003)

Setelah Memento Mori, seri film Whispering Corridors tidak langsung berlanjut. Pada tahun 2003, barulah seri ini berlanjut lagi dengan hadirnya film Wishing Stairs yang disutradarai oleh Yun Jae-yeon. Berbeda dengan dua prekuelnya, film ketiga ini bercerita mengenai dua sahabat di satu sekolah khusus wanita. Akan tetapi, tiba-tiba salah satu dari mereka mati setelah menaiki tangga pengabul harapan dan mulailah peristiwa mistis bermunculan.

Lain halnya dengan Whispering Corridors pertama dan Memento Mori yang membawakan social commentary, Wishing Stairs menampilkan urban legend mengenai tangga pengabul harapan yang menjadi pembangun elemen horornya. Meski lebih ringan, film ini masih layak untuk ditonton bagi pencinta horor.

4.

Voice (2005)

Seri film Whispering Corridors memang terkenal akan film-filmnya yang tidak berkaitan satu sama lain. Namun, tradisi ini sedikit diubah melalui kehadiran Voice yang dirilis pada tahun 2005 dan menjadi film keempat pada seri horor tersebut. Disutradarai oleh Choi Ik-hwan, film ini menampilkan kisah dari satu siswi yang mati dan membuat teman-temannya mencari tahu sebabnya, sampai segalanya menjadi semakin runyam.

Voice sendiri tampil bukan untuk mengkritisi birokrasi di Korea Selatan, namun hadir dengan isu mengenai kepribadian ganda yang traumatis. Diiringi pula dengan horornya yang lebih sadis, judul keempat dalam seri film Whispering Corridors ini masih cocok untuk ditonton beramai-ramai.

5.

A Blood Pledge (2009)

Empat tahun berselang setelah Voice, seri film Whispering belum berhenti dan muncul dengan judul baru, yakni A Blood Pledge yang disutradarai oleh Lee Jong-yong. Ceritanya juga berbeda dengan empat prekuelnya, yakni berfokus tentang tiga sahabat karib yang berduka karena salah satu sahabat mereka mati karena bunuh diri dari atap sekolahnya. Hal ini pula yang menyebabkan ketiganya dihantui oleh sang sahabat seiring dengan ragam rumor yang menyelimuti kematiannya tersebut.

Hal menarik dalam A Blood Pledge ini adalah kehadiran sekolah khusus wanita yang cenderung lebih konservatif dan membahas kehamilan di masa remaja. Akan tetapi, pembawaan horornya yang kelewat sadis dan ceritanya yang kurang dalam membuat film kelima ini kurang disukai oleh penikmat seri film Whispering Corridors.

6.

The Humming (2021)

Setelah A Blood Pledge, seri film Whispering Corridors berhenti dalam waktu yang lebih lama dibanding sebelumnya. Setelah kurang lebih 12 tahun, seri ini berlanjut dengan hadirnya The Humming arahan Lee Myung yang kerap dianggap sebagai soft reboot darinya. Kisahnya sendiri seputar seorang guru baru di sekolah khusus wanita. Namun, kehadirannya lalu memunculkan berbagai kejadian mengerikan yang melibatkan guru dan siswi di sana.

Sama seperti beberapa pendahulunya, The Humming tak terkait dengan film-film sebelumnya. Berbekal cerita mengenai trauma masa kecil, isu dari pihak sekolah yang secretive, sampai kerasnya perang saudara di Korea Selatan, membuat film ini terasa lebih dramatis yang seakan dibumbui dengan elemen horor untuk memikat penonton.

Artikel Lainnya

Deretan film di atas cocok untuk pencinta horor yang penasaran dengan seri film Whispering Corridors. Langsung tonton film-film tersebut, terutama bagi yang mencintai horor Korea Selatan dan Asia.

Tags :