Kisah Inspiratif Sakichi Toyoda, Anak Tukang Kayu Pendiri Toyota Motor Corporation

Sakichi Toyoda | id.pinterest.com

Sakichi Toyoda, pendiri Toyota Motor Corporation yang menginspirasi

Toyota menjadi salah satu brand kendaraan yang terkenal hingga mancanegara. Di Indonesia sendiri, kepopulerannnya menjamah bahkan sampai ke pelosok desa.

Di balik nama besar Toyota, ada seorang pendirinya yang merupakan anak tukang kayu. Ia adalah Sakichi Toyoda.

Sakichi Toyoda adalah anak yang berhasil mendirikan Toyota Motor Corporation. Simak kisah inspiratifnya di bawah ini.

Prinsip Jidoka | www.pexels.com

Kehidupan awal:bBermula dari tenun

Sakichi Toyoda adalah seorang penemu dan industrialis Jepang. Ia dilahirkan di Kosai, Shizuoka. Anak seorang tukang kayu miskin, Toyoda ini disebut sebagai Raja Penemu Jepang.

Karier Sakichi Toyoda sering disebut sebagai bapak revolusi industri Jepang. Ia juga merupakan pendiri Toyota Industries Co, Ltd. Lahir pada 14 Februari 1867 di Jepang, Meninggal 30 Oktober 1930 di Jepang.

Dia menciptakan berbagai perangkat tenun. Penemuan yang paling terkenal adalah kekuatan otomatis tenun di mana ia menerapkan prinsip Jidoka (otonom otomatisasi).

Prinsip Jidoka berarti bahwa mesin berhenti sendiri bila masalah terjadi, kemudian menjadi bagian dari Toyota Production System.

Toyoda Loom Wood | www.toyota-global.com

Toyoda mengembangkan konsep dari 5 mengapa. Ketika terjadi masalah, bertanya 'mengapa' lima kali untuk mencoba untuk menemukan sumber masalahnya. Lemudian dimasukkan ke tempat untuk mencegah masalah tersebut dari berulang.

Konsep ini digunakan sekarang sebagai bagian dari standar menerapkan metodologi untuk memecahkan masalah, meningkatkan kualitas, dan mengurangi biaya.

Pada 1926, Sakichi Toyoda berusia 59 tahun. Dia mendirikan Toyota Industries dan empat tahun kemudian dia meninggal dunia pada 30 Oktober 1930 di usia 63 tahun. Setelah meninggal, anaknya mengembangkan Toyota Industries menjadi Toyota Group yang menghasilkan mobil.

Evolusi | www.toyota.co.jp

Berevolusi dari tekstil menjadi automobile

Toyota Motor Corporation didirikan pada September 1933 sebagai divisi mobil Pabrik Tenun Otomatis Toyota. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pada 27 Agustus 1937 untuk menciptakan Toyota Motor Corporation seperti saat ini.

Berangkat dari industri tekstil, Toyota menancapkan diri sebagai salah satu pabrikan otomotif yang cukup terkemuka di seluruh dunia.

Merek yang memproduksi 1 mobil tiap 6 detik ini, ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak daripada memakai nama keluarga pendirinya, Toyoda. Inilah beberapa tonggak menarik perjalanan Toyota.

Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar ketiga di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 5,5 juta unit mobil di seluruh dunia. Jika dihitung, angka ini ekuivalen dengan memproduksi 1 unit mobil dalam 6 detik.

Baca juga: Teknologi Unik Asal Jepang yang Bikin Negara Lain Iri

Mobil Jadul Toyota | www.zzrs.com

Kurang enak didengar

Dibandingkan dengan industri otomotif lain yang menggunakan nama pendirinya sebagai merek dagang seperti Honda yang didirikan oleh Soichiro Honda, Daimler-Benz (Gottlieb Daimler dan Karl Benz), Ford (Henry Ford), nama Toyoda tidak dipakai sebagai merek.

Karena berangkat dari pemikiran sederhana dan visi waktu itu, penyebutan Toyoda kurang enak didengar dan tidak akrab dikenal sehingga diplesetkan menjadi Toyota.

Toyoda Automatic Loom Works | www.toyota-global.com

Sakichi Toyoda lahir pada Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Pria ini dikenal sebagai penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan mengembangkan perakitan tekstil. Di usia 30 tahun, Toyoda menyelesaikan mesin tenun.

Hal ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926. Di sini, hak paten mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt Brothers & Co, Ltd. dari Inggris, Britania Raya.

Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan oleh anaknya Kiichiro Toyoda, tiada henti menghasilkan inovasi terdepan di zamannya.

Mesin Tipe A berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga menghasilkan truk model G1.

Toyoda AA | blog.toyota.co.uk

Toyoda AA: mobil rakyat

Di 1936, mereka meluncurkan mobil penumpang pertama Toyoda AA. Model ini dikembangkan dari prototipe model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A.

Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat. Konsep produk yang terus dipegang Toyota hingga sekarang. Empat tahun menunggu dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil mereka.

Kemudian pada 1937, mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota, bukan Toyoda seperti nama industri tekstil. Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter. Delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang.

Baca juga: 2022 Jepang Targetkan Rilis Sepeda Motor Terbang Super Canggih 

Toyoda AA | www.tamiya.com

Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif merupakan bisnis gaya hidup. Bahkan penyebutan sebuah nama (dan seperti apa kedengarannya) menjadi sisi yang begitu penting.

Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik. Tak ayal, 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.

Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh. Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka, dan Nagoya.

Perjuangan untuk membuat mobil jepang dilanjutkan membangun blok silinder pada 1934. Di September 1935, Toyoda lakukan test run mobil mereka.

Land Cruiser | www.mobil88.astra.co.id

World War II: Land Cruiser

Setelah era Perang Dunia II berakhir, 1950-an merupakan pembuktian Toyota sebagai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu, kendaraan Jeep akrab di Jepang.

Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land Cruiser yang keluar 1950. Setahun kemudian meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model BJ.

Pada Juli tahun itu, test driver-nya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar biasa. Diinspirasi oleh tokoh Samurai Heikuro Magaki yang mendaki Gunung Atago di atas kuda 1643. Taira mengemudikan Toyota BJ-nya ke kuil Fudo di Okasaki.

Land Cruiser | indonesia4wd.com

Hal tersebut sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi Jeep Willys. Bahkan dengan model selanjutnya, Toyota Land Cruiser bisa diterima di pasar yang kala itu sulit ditembus yakni Amerika Utara.

Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai belahan dunia. Termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land Cruiser FJ40/45.

Di Afrika, model Toyota Land Cruiser ini digunakan sebagai Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka). Kendaraan ini diterjunkan di sepanjang konflik bersenjata dengan kinerja tangguh.

Baca juga: Teknologi Ramah Lingkungan yang Bermanfaat Sekali

Corrola | id.pinterest.com

Corrola

Toyota tidak hanya dikenal melalui Toyota Land Cruiser. Mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, sedan kecil. Lewat Corolla yang memulai debutnya pada 1966, sedan mungil generasi awal ini memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor, menuju arah sedan kecil yang kompak, irit, dan ringkas.

Memasuki 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit. Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna. 

Toyota Kijang generasi awal yang dikenal sebagai Kijang Buaya. Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo. Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerek Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo TOYOTA pada grill di bagian bonnet mobil.

Corrola | mobil.mitula.co.id

Di 1989, Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan ellips ketiga mengisyaratkan the spirit of understanding in design.

Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran ellips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan mempengaruhi sekelilingnya.

Di 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing dengan mobil Eropa dan Amerika. Toyota Celica berhasil menjadi juara rally dunia, dan Toyota Camry menjadi mobil paling laris di Amerika.

Artikel Lainnya

Itu tadi kisah inspiratif Sakichi Toyoda dalam mendirikan Toyota Motor Corporation. Semua kerja kerasnya dibayar tuntas dengan keberhasilan yang gemilang. Semoga kisah ini bisa menginspirasimu juga.

Tags :