Imbauan dan Arti Social Distancing di Tengah Pandemi COVID-19

Himbauan dari WHO | unsplash.com

Cari tahu juga soal social distancing measure dan artinya.

Dengan merebaknya penyakit pandemik Corona Virus Diseases 2019 atau yang disebut pula sebagai COVID-19, banyak orang mulai mencari cara berjibaku dengan kelincahan virus ini untuk menekan penyebarannya. Mulai dari pola hidup sehat, menjaga kebersihan, penggunaan masker, dan metode jaga jarak alias social distancing pun dikampanyekan.

Namun, masih banyak yang belum tahu arti social distancing sendiri. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai salah satu hal yang cukup sulit mengingat manusia adalah makhluk sosial. Lebih jauh lagi, kebiasaan orang Indonesia yang mudah akrab dengan orang lain serta kepadatan penduduk yang cukup tinggi di berbagai pemukiman jadi masalah tersendiri.

Info tentang social distancing measure dan artinya

Terlepas dari berbagai masalah yang menyertai metode ini, ada baiknya kita melakukan beberapa hal yang paling tidak bisa mengurangi risiko penyebaran. Simak beberapa info dan kontribusi yang bisa kamu lakukan untuk melakukan memahami social distancing measures artinya dan penerapannya.

1.

Definisi social distancing

@cbarbalis | unsplash.com

Arti sederhana dari social distancing adalah adalah menjaga jarak dari orang lain, utamanya di luar rumah dan di tempat umum. Banyak yang salah kaprah mendefinisikan social distancing sebagai bentuk isolasi sosial yang cukup ekstrem.

Padahal, arti social distancing yang disarankan dalam keadaan ini terbatas pada interaksi fisik. Di masa modern dengan banyak gawai dan koneksi internet yang bisa dihandalkan, orang sebenarnya masih bisa melakukan interaksi sosial dengan orang lain meski tidak bertatap muka langsung, mulai dari telepon, video call, chat, dan lain sebagainya.

Namun, tak bisa dipungkiri banyak kegiatan lain yang tak bisa dilakukan hanya dengan berdiam diri di rumah dan memanfaatkan koneksi internet dan sambungan telepon. Saat harus keluar rumah, social distancing measure artinya adalah menyarankan untuk menjaga jarak minimal 6 kaki atau sekitar 2 meter dari orang lain.

Social distancing juga tidak mengharuskan untuk menjauhi orang yang tinggal dalam satu rumah. Hal itu tak bisa dihindari lagi karena kalian sudah terjebak dalam satu kubus yang sama. Namun, ada baiknya untuk melakukan arti social distancing terhadap tetangga serta orang asing lainnya yang lokasi tinggalnya tidak berdekatan denganmu.

Hati-hati pula dengan orang yang memiliki gejala flu, lebih baik jangan mendekat. Jika kebetulan kamu yang membawa gejalanya, sadar diri dan berusaha untuk tidak berada di tempat umum kecuali benar-benar darurat dan tidak bisa diwakilkan.

Baca juga: Gara-gara COVID-19, Tempat Wisata Populer di Dunia Harus Ditutup Sementara

Salah kaprah soal social distancing

Social distancing measures artinya sering tertukar dengan karantina dan isolasi. Karantina dilakukan pada pasien dalam pengawasan karena risiko terpapar COVID-19, biasanya dilakukan selama 14 hari untuk mengamati perkembangan virusnya dalam tubuh seseorang.

Sementara isolasi adalah prosedur yang dilakukan untuk pasien positif dan pasien suspect atau dalam pengawasan. Mereka sudah jadi indung virus sehingga harus ditempatkan pada ruang perawatan isolasi untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu masih diperbolehkan berinteraksi dengan orang lain dalam jarak yang disarankan dan tetap menjaga kebersihan diri.

Baca juga: Apa Itu Virus Corona? Inilah Bentuk, Penyebaran, Gejala Awal, dan Pencegahannya

2.

Langkah social distancing yang bisa dilakukan

@jesmanfabio | unsplash.com

Setelah mengetahui bahwa social distancing measures adalah kontribusi sederhana untuk mencegah penyebaran lebih luas, kamu bisa mulai membiasakan hal ini. Tidak perlu muluk-muluk, beberapa di antaranya bisa menyelamatkan banyak jiwa.

Melakukan kegiatan di rumah jika memungkinkan

Mulai dari bekerja, belajar, dan beribadah di rumah sendiri adalah cara paling efektif untuk berkontribusi dalam social distancing measures. Tentunya tidak semua pihak punya privilege untuk melakukan ini, terutama untuk pebisnis di bidang kuliner, transportasi, logistik, buruh pabrik, serta beberapa pekerjaan sektor informal lainnya.

Namun, beberapa pekerjaan bisa dilakukan secara remote dari rumah dan tempat lain asal ada koneksi internet. Jika memang kamu bekerja dengan tipe pekerjaan macam ini, ada baiknya kamu bertahan di rumah saja demi mengurangi risiko penularan. Manfaatkan fitur video call, email, dan lain sebagainya untuk berkomunikasi dengan rekan kerja atau klien.

Hindari keramaian bila perlu

Sudah banyak acara dan pertemuan yang dibatalkan karena risiko penularan COVID-19 yang cukup tinggi. Hal ini adalah langkah yang tepat diambil oleh pihak penyelenggara. Selain acara dan pertemuan yang melibatkan banyak orang, ada baiknya pula kamu tidak sering-sering pergi ke tempat umum yang padat manusia.

Jika dapat diwakilkan, tetaplah untuk di rumah. Kamu bis memanfaatkan jasa logistik online untuk membantumu mendapatkan apa yang kamu butuhkan.

Baca juga: Apa Itu Virus Corona? Inilah Bentuk, Penyebaran, Gejala Awal, dan Pencegahannya

Cari kegiatan yang bisa dilakukan di dalam rumah untuk mengurangi kebosanan

Bagi sebagian orang bertahan di dalam rumah adalah hal yang susah dilakukan. Selain masalah karakter, tidak semua orang memiliki fasilitas lengkap di rumah. Oleh karena itu, manfaatkan apa yang kamu punya.

Siapkan bahan atau benda yang bisa kamu manfaatkan untuk menghabiskan waktu di rumah. Bisa dengan buku, board game, kuota internet, dan bahan makanan secukupnya untuk memasak di rumah, dan lain sebagainya.

Saling menjaga

Seperti yang sudah dijelaskan, social distancing measures artinya condong pada reduksi interaksi fisik. Bukan berarti kamu jadi sosok yang egois dan mementingkan diri sendiri. Tetap jaga komunitasmu, tanyakan kabar pada tetangga dan rekan kerjamu, jalin komunikasi jarak jauh dengan keluargamu yang tinggal di kota atau negara lain.

Pikirkan orang-orang yang rentan seperti pedagang kaki lima, driver ojek, lansia di sekitarmu. Jika kamu punya sembako, sabun cuci tangan, dan masker berlebih, sumbangkan ke mereka yang lebih membutuhkan dan lebih rentan. Ingatlah bahwa penyakit ini hanya bisa diselesaikan melalui langkah yang berbasis komunitas, bukan individu.

Baca juga: WHO Nyatakan Virus Corona adalah Pandemi

3.

Dampak dan kontroversi social distancing

@agabriel | unsplash.com

COVID-19 merupakan penyakit tipe baru yang tidak terprediksi sejauh ini. Ia juga punya risiko penularan yang lebih tinggi dibanding pandemi sebelumnya macam MERS, SARS, dan bahkan ebola. Waktu inkubasinya pun cukup lama 14-21 hari, jauh lebih lama dibanding penyakit pandemik lain yang tak sampai 7 hari.

Gejalanya pun sangat ringan dan seringkali tak terdeteksi. Untuk itu social distancing adalah salah satu cara yang paling disarankan di saat ini. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki dampak negatif dan kontroversi.

Baca juga: Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh, Ampuh Tangkal COVID-19

Bagi beberapa orang yang tinggal sendiri, social distancing adalah salah satu pemicu munculnya perasaan kesepian. Kesepian tersebut menurut beberapa riset punya dampak yang setara buruknya dengan kebiasaan merokok. Untuk itu, harus ada hal yang dilakukan untuk mengurangi dampak kesepian bagi sebagian orang.

Manfaatkan teknologi dan koneksi internet untuk terus menjalin komunikasi dengan orang terdekat dan dunia luar. Cara lainnya adalah menyelenggarakan pertemuan dalam kelompok kecil saja, misal 4-6 orang saja.

Kemudian, jalin solidaritas dengan orang atau tetangga terdekat. Saling berkunjung sesekali, saling memberikan makanan dan kebutuhan pokok, ngobrol sejenak juga bisa kamu lakukan meski tidak bisa selama dulu.

Baca juga: Fakta Super Spreader Corona

4.

Sisi positif social distancing di masa pandemi

@jacobaustinrank | unsplash.com

Tak hanya kontroversi dan efek negatif social distancing bisa memiliki dampak positif. Dengan keadaan seperti sekarang, kamu akan punya lebih banyak waktu me-time yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hobi atau hal lain yang kamu suka.

Social distancing adalah saat yang tepat bagimu untuk belajar manajerial waktu untuk menyeimbangkan antara kehidupan personal dengan tuntutan profesional. Kamu juga seakan disadarkan untuk lebih menjaga kebugaran tubuh dan kebersihan diri dengan adanya pandemi COVID-19 ini.

Ingat pula bahwa pengorbanan saat ini akan sangat bermanfaat untuk banyak orang. Utamanya bagi kita yang sehat dan bukan kelompok rentan meski tidak ada jaminan pula bahwa kita akan terbebas dari risiko tertular. Setidaknya dengan mengurangi kegiatan di luar rumah dan di tengah keramaian, kita tidak jadi indung yang bisa menularkan penyakit ke orang yang lebih rentan.

Artikel Lainnya

Dari segala informasi di atas, hal penting saat ini dengan tidak merasa sendiri. Social distancing adalah himbauan yang paling mudah untuk diterapkan secara massal. Bagaimanapun juga, kasus penyakit pandemi macam ini adalah sebuah perjuangan bersama.

Ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Tingkatkan rasa solidaritas, gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki pola hidup dan manfaatkan waktu serta sumber daya sebijak mungkin untuk tetap produktif. Jaga diri baik-baik.

Tags :