8 Pelajaran Berharga yang Bisa Didapat dari Seorang Tony Stark

Iron Man | comicbook.com

I love you 3000!

[SPOILER] Avengers: Endgame berhasil memecahkan berbagai rekor sejak hari pertama tayang di bioskop seluruh dunia. Jika kita melihat hal tersebut, nggak ada yang mengira jika Marvel berhasil memberikan film yang menjadi fenomena besar di dunia. Tapi perjalanan MCU nggak semulus yang dibayangkan.

Kesuksesan MCU berpusat pada Tony Stark alias Iron Man, sebagai pionir utama dan film pertama dari Marvel. Robert Downey Jr. berhasil membuat karakter Tony Stark sebagai sosok legendaris dan dibanggakan oleh penggemar Marvel di dunia. Setelah 11 tahun, Tony Stark pun harus pensiun dalam Avengers: Endgame.

Berikut 8 Pelajaran Berharga dari Seorang Tony Stark

Selama 11 tahun Tony Stark selalu berusaha keras menjadi seorang pahlawan dan melindungi bumi, banyak pelajaran tentang hidup yang bisa kamu dapatkan. Mulai dari Tony membuat armor Iron Man pertamanya hingga menyelamatkan separuh penduduk bumi. Lalu, apa saja pelajaran berharga tersebut? Simak di bawah ini.

1.

Selalu Belajar dan Berbenah.

Selalu Belajar dan Berbenah | webkino.net

Tony Stark mungkin bukan seorang dewa, atau manusia yang terkena radiasi, atau tubuh yang disuntik oleh serum, tapi Tony merupakan seorang biliuner jenius. Tony adalah seorang ilmuan dan ilmuan nggak pernah lepas dari yang namanya eksperimen.

Iron Man memang menjadi senjata sekaligus pelindung Tony, mahakarya yang dibanggakan oleh sang biliuner, tapi kostum Iron Man berawal dari banyak eksperimen. Kegagalan menjadi guru yang paling penting dalam setiap usaha. Tony Stark hanyalah manusia biasa, kegagalan sering ia alami, namun bukan berarti Tony menyerah begitu saja.

Di Iron Man 2, kostumnya kalah dengan cambukan elektrik milik Whiplash. Dua tahun setelah kejadian tersebut, di Avengers, Thor menyerang Iron Man dengan sambaran petir namun kostumnya langsung bisa menyerap serangan tersebut dan mengubahnya menjadi energi untuk senjatanya.

Pertarungan Iron Man dengan Whiplash membuat Tony mencari cara bagaimana memperkuat kostumnya, bukti bahwa Tony selalu belajar dan tumbuh.

2.

Tahu kapan harus melawan dan mendengarkan.

Tahu kapan harus melawan dan mendengarkan | variety.com

Hubungan Tony Stark dan Steve Rogers nggak pernah benar-benar berjalan mulus meskipun keduanya merupakan anggota Avengers. Keduanya bekerja sama dengan baik dalam melawan penjahat, namun secara pendirian keduanya hampir selalu berseberangan, hingga nggak ada yang aget jika Civil War pun terjadi.

Tony Stark meyakini dirinya adalah seorang jenius, kaya, playboy dan philanthropist, - his words, not us - dengan keyakinan seperti itu, Tony Stark sangat mampu untuk membuat keputusan sendiri. Namun itu nggak pernah menjadi jalannya. Tony tahu kapan ia harus mengambil keputusan sepihak dan kapan ia harus mendengarkan orang lain.

Mampu membuat keputusan sendiri dalam diri manusia memang sangat dibutuhkan, namun kamu nggak bisa memaksakan kehendak dan harus bisa menerima pandangan orang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Karena bagaimanapun juga, sama seperti manusia, keputusan yang dibuat juga nggak akan selalu benar.

Dalam The Avengers, Tony mendengarkan komando Captain America untuk memukul mundur para alien, tapi di film yang sama ia juga menolak komando Cap untuk menutup portal segera karena ada nuklir berbahaya yang menuju pusat kota dan mengorbankan nyawanya sendiri membuang nuklir tersebut melalui portal yang terbuka.

3.

Selalu memiliki rencana cadangan.

Selalu memiliki rencana cadangan | www.polygon.com

Tony Stark selalu memiliki jalan keluar di setiap kemungkinan. Ya, karena Tony terbiasa untuk memiliki rencana cadangan di setiap kemungkinan. Nggak ada yang salah dengan rencana cadangan, karena sebenarnya kita nggak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita, bahkan saat kita sangat merencanakannya begitu rinci.

Ketika menemukan masalah, mempertimbangkan pilihan merupakan hal yang sangat wajar. Persiapan nggak cuman membantu keputusan untuk masa depanmu, tapi perencanaan atau rencana cadangan bakalan membantu menenangkan perasaan dan mengurangi kekhawatiran.

Avengers: Age of Ultron merupakan film yang menunjukkan bagaimana rencana cadangan benar-benar harus bermanfaat. Tony sadar, Hulk merupakan anggota Avenger terkuat dan nggak mungkin jika suatu hari ia akan berbalik menjadi musuh. Karena itu, Tony membuat Hulkbuster yang bisa digunakan ketika Hulk lepas kendali.

4.

Bertanggung jawab dan menikmati hidup.

Tanggung jawab dan nikmati hidup | www.youtube.com

Tony Stark memiliki kepribadian unik, cerdas dan dipenuhi sarkasme yang terlihat nggak ada habisnya keluar dari mulut sang biliuner, terkesan santai dan kadang terdengar sedikit menyebalkan. Tapi lebih dari itu, Iron Man terlahir dengan rasa tanggung jawab yang sangat tinggi.

Kita semua belajar tentang tanggung jawab sejak kecil, namun bukan berarti kita harus serius dan nggak bisa bersenang-senang dalam memegang tanggung jawab tersebut. Situasi seseorang memang berbeda, tapi keseriusan dalam memegang tanggung jawab kadang membuatmu semakin tertekan dan nggak nyaman.

Lakukan dengan santai, asalkan kamu tetap ingat apa yang menjadi tanggung jawab dan kewajibanmu.

Tony Stark membuktikannya dalam Spiderman: Homecoming, dalam perjalanannya ke India, Tony tetap memantau pergerakan Peter Parker dan menjadi figur ayah baginya, bahkan tanpa ragu menarik kostum Spidey Peter.

5.

Atur waktu dengan baik dan jadikan energi positif.

Atur waktu dengan baik dan jadikan energi positif | itreus.com

Kita semua tahu jika Tony Stark mengalami trauma karena pengalaman berbahayanya, mulai dari diculik hingga hampir mati di luar angkasa. Nggak heran jika Tony susah tidur. Tapi apa yang terjadi saat dia susah tidur? Waktu untuk tidurnya ia habiskan untuk membangun kostum Iron Man dengan kekuatan yang berbeda untuk memuaskan ketakutannya.

Hal tersebut bisa menjadi pelajaran dalam hidup, ketika ketakutan, stres, atau kecemasan dapat diubah dengan sesuatu yang positif dan produktif. Meskipun kamu nggak harus membangun 50 kostum Iron Man seperti Tony Stark, paling nggak kamu bisa mengubah kecemasan atau stres dengan hal yang menyenangkan atau kegiatan positif lainnya.

6.

Jangan ragu dalam mengambil keputusan.

Jangan ragu dalam mengambil keputusan | www.distractify.com

Bukan sekali aja Tony Stark mengambil keputusan ekstrem dalam hidupnya. Di film The Avengers, Tony nggak ragu untuk menyelamatkan New York dengan mengorbankan nyawanya. Bahkan dalam Avengers: Endgame, Tony nggak ragu menggunakan Infinity Stone demi mengalahkan Thanos. Keputusannya ia ambil tanpa ragu.

Suka atau nggak, kamu harus membuat keputusan yang menjadi takdir dalam hidupmu, dan hasil keputusanmu itu penting untuk hidupmu di masa depan. Ragu-ragu pasti akan membayangi setiap keputusanmu, tapi jangan sampai hal tersebut membuat kamu malah jadi setengah-setengah.

Ketika kamu mengambil keputusan setengah hati, hasilnya pun nggak maksimal. Kamu akan menyesal dengan hasilnya dan malah membuat kamu nggak bahagia. Buruk atau baik hasil keputusanmu, lakukan dengan sepenuh hati.

Baca juga: Deretan Kekasih Tony Stark Sepanjang Film

7.

Kamu berharga dan kamu harus tahu itu.

Kamu berharga dan kamu harus tahu itu | www.scoopnest.com

Beberapa orang berpikir Tony Stark bukanlah apa-apa, bukanlah seorang superhero tanpa kostum Iron Man-nya, meskipun Tony yang merancang kostum tersebut. Padahal Tony lebih dari itu, kepribadiannya merupakan modal utama dalam kostum Iron Man bisa terbentuk.

Dalam Iron Man 3, Tony Stark benar-benar jauh dari semua peralatan teknologinya, membuat Tony merasa hampa dan nggak yakin dengan dirinya sendiri. Bukan Iron Man yang memberikan kekuatan pada Tony, tapi Tony lah yang membuat Iron Man.

Beberapa orang kadang lupa, bahwa mereka berharga. Depresi, kecemasan atau ketakutan membuat mereka merendahkan dirinya sendiri dan melupakan potensi mereka sebenarnya. Padahal, jika kamu menghargai dirimu sendiri, kamu nggak perlu ragu dengan keputusanmu sendiri.

Artikel Lainnya
8.

Live your life because it’s yours not others.

Live your life because it’s yours not others’ | www.themarysue.com

Tony Stark menolak ajakan Captain America dan Scott Lang untuk mencari tahu bagaimana cara kerja Quantum Realm. Tapi, kenapa dia akhirnya memutuskan untuk bergabung dan justru menemukan pola sendiri?

Tony menemukan fotonya dengan Peter Parker. Kita semua tahu seberapa protektif Tony terhadap manusia laba-laba itu. Setelah melihat Peter berubah menjadi debu di hadapannya, rasa bersalah itu hinggap dalam diri Tony bahkan setelah ia hidup tenang dengan istri dan anak perempuannya.

Tony memilih untuk menemukan cara kerja Quantum Realm, untuk membuat hatinya tenang. Bukan untuk siapa pun. semua yang ia lakukan bukan karena permintaan orang lain, atau paksaan. Tony memilih jalan apa yang dia inginkan, bahkan hingga akhir hayatnya. Tony Stark memilih untuk mati demi melindungi manusia di bumi.

Sama seperti Tony, kita harus hidup karena keinginan kita, bukan orang lain. Jalani hidup karena kamu yang menginginkan, kamu yang memutuskan dan kamu yang ambil risiko. Jalani hidup tanpa ragu, maka kamu nggak akan menyesal pada akhirnya.

Baca juga: 7 Fakta Tersembunyi dari Kostum Iron Man yang Belum Kamu Tahu

Itu tadi 8 pelajaran berharga yang bisa kamu dapatkan dari Tony Stark. Tony memang sudah tiada, tapi seperti yang kita tahu, sosoknya mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Ia belajar dari kesalahan dan nggak pernah menyerah apapun yang terjadi. Whatever it takes. I love you, 3000.

Tags :