7 Film Hollywood dengan Biaya Produksi Rendah Tapi Berpendapatan Tinggi

Lost In Translation
Lost In Translation | leminhha.vn

Film Hollywood dengan Biaya Produksi Rendah

Film, tidak hanya berfungsi untuk menyalurkan kegelisahan pembuatnya terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

Film juga dibuat untuk mendapat penghasilan besar bagi pembuatnya maka itu tidak sedikit para rumah roduksi film membuat film dengan modal besar, bintang-bintang papan atas, dan tim produksi yang besar dengan harapannya film yang dibuatnya akan berkualitas baik, ditonton banyak orang, dan menghasilkan pendapatan jauh lebih besar dari modalnya.

Tapi tidak semua film diproduksi dengan biaya besar. Ada juga film-film yang diproduksi dengan biaya minim namun tetap memiliki kualitas yang baik dengan jalan cerita yang banyak disukai masyarakat.

Bahkan film dengan biaya minim tersebut mampu meraih pendapatan berkali-kali lipat dari biaya produksinya. Inilah 7 film Hollywood dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi.

Film dengan Biaya Produksi Rendah

Banyak sekali film yang terbukti mampu meraih pendapatan tinggi walaupun diproduksi dengan biaya yang sangat minim. Hal itu menunjukkan bahwa, materi bukan modal utama dalam pembuatan film.

Alur cerita, keunikan tema, dan eksekusi yang jitu yang justru jauh lebih penting ketimbang modal materi semata. Berikut ini 7 film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi.

BACA JUGA: Tidak Kalah dengan Drakor, Ini 7 Series Indonesia yang Tayang Eksklusif di Iflix

1.

American Graffiti (1973)

Lost In Translation
American Graffiti (1973) | www.intofilm.org

Film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi yang pertama ialah American Graffiti. Film ini disutradarai oleg sutradara kawakan George Lucas. Tapi saat menyutradari film ini Lucas belum menjadi sutradara yang terkenal karena itu dirinya sempat mengalami kesulitan mencari sponsor untuk membiayai filmnya ini.

Pada akhirnya pihak Universal bersedia membiayai produksi film ini namun hanya sebesar 750.000 dolar saja. Namun ternyata dengan biaya produksi yang terbilang minim tersebut, film American Graffiti mampu meraup pendapatan 115 juta dolar AS. Film ini juga mampu meraih 5 nominasi Oscar pada tahun 1974.

BACA JUGA: Berani Dobrak Industri, Ini 7 Film Indonesia Bertema LGBT

2.

Rocky (1976)

Lost In Translation
Rocky (1976) | variety.com

Rocky menjadi film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi selanjutnya. Naskah film ini dibuat oleh Sylvester Stallone setelah dirinya menyaksikan pertandingan tinju.

Stallone yang saat itu belum terkenal, berusaha keras untuk mencari sumber dana untuk memproduksi film yang akan digarapnya. Akhirnya ada produser yang bersedia membiayai namun hanya punya anggaran 1 juta dolar AS.

Namun tidak disangka-sangka, film Rocky mampu meraih keuntungan yang sangat besar. Film ini berhasil meraih pendapataan sebesar 117,2 juta dolar AS di seluruh dunia.

Film ini juga berhasil mendapat 7 nominasi Oscar dan berhasil membawa 3 piala dalam kategori Film dengan Editing Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik. Sekuel film Rocky pun selalu sukses mengikuti kesuksesan film pertamanya.

3.

The Blair Witch Project (1999)

Lost In Translation
The Blair Witch Project (1999) | members.huntakiller.com

Film ini menjadi film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi. Film ini dibuat oleh sekelompok Mahasiswa yang memburu legenda urban setempat. Film dibuat dalam waktu yang singkat yaitu hanya 8 hari saja.

Setelah dipromosikan oleh Sundance Film Festival, film ini mampu membuat penontonnya takjub. Film ini pun berhasil meraih pendapatan yang sangat tinggi yaitu sebesar 140,5 juta dolar AS.

4.

Lost in Translation (2003)

Lost In Translation
Lost in Translation (2003) | www.rogerebert.com

Film ini disutradari oleh Sofia Coppola yang saat itu belum menjadi sutradara ternama. Film ini juga dibintangi oleh Scarlett Johansson dan aktor kawakan Bill Muray. Film ini diproduksi dengan menhabiskan biaya sebesar 4 juta dolar AS sedangkan pendapatan yang diraihnya sebesar 119, 7 juta dolar AS.

Film ini pun meraih 3 nominasi oscar pada tahun 2004 dan berhasil membawa pulang 1 piala untuk kategori Best Writing Original Screenplay.

5.

Get Out (2017)

Lost In Translation
Get Out (2017) | www.youtube.com

Film ini merupakan salah satu film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi. Film yang menjadi debut penyutradaraan seorang Jordan Peele ini menghabiskan dana sebesar 4,5 juta dolar AS untuk biaya produksi.

Tapi sesuai dugaan, film yang mendapat banyak pujian dari para kritikus film ini sukses meraih pendapatan sebesar 255 juta dolar AS. Film ini juga berhasil membawa 1 piala Oscar untuk kategori Best Original Screenplay tahun 2018 lalu.

6.

Paranormal Activity (2007)

Lost In Translation
Paranormal Activity (2007) | www.facebook.com

Paranormal Activity yang disutradari oleh Oren Peli ini menjadi salah satu film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi. Film ini dikerjakan hanya dalam waktu 7 hari saja dan dikerjakan hanya dengan kamera video biasa. Biaya produksinya pun sangat kecil yaitu sebesar 15.000 dolar AS saja. Tapi pendapatan yang diraihnya sungguh mengejutkan, 193,5 juta dolar AS.

7.

Annabelle (2014)

Lost In Translation
Annabelle (2014) | www.youtube.com

Film yang dirilis pada tahun 2014 ini berhasil menjadi salah satu film dengn biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi. Film yang dibintangi oleh Ward Horton, Annabelle Wallis, Alfre Woodward ini hanya menghabiskan biaya sebesar 6,5 juta dolar AS saja. Tapi film yang disutradari oleh John R. Leonetti ini berhasil meraih pendapatan sebesar 257 juta dolar AS.

Artikel Lainnya

Itulah 7 film dengan biaya produksi rendah tapi berpendapatan tinggi. Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa film yang laris di pasaran tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk keperluan produksi. Ada banyak faktor lain yang lebih penting bagi film demi mencapai kesuksesan.

Tags :