Contoh Alasan Resign yang Baik dan Tepat dari Pekerjaan

Alasan Resign yang Masuk Akal
Alasan Resign yang Masuk Akal | www.rimma.co

Berbagai alasan resign baik dan profesional

Memutuskan untuk berhenti kerja kebanyakan diambil oleh karyawan ketika ia merasa nggak nyaman di perusahaan tempat mereka bekerja. Tentu saja, itu nggak menjadi satu-satunya alasan yang membuat karyawan benar-benar memutuskan untuk keluar dari pekerjaan.

Beberapa orang memiliki alasan tertentu untuk resign. Biasanya mereka mengajukan resign kerja karena merasa nggak nyaman hingga masalah gaji. Jika sudah resign, kamu pun akan mendapatkan pekerjaan baru. Namun, calon karyawan baru pasti akan ditanya tentang alasan resign dari pekerjaan sebelumnya.

Berikut Alasan Resign yang Tepat saat Interview

Banyak karyawan berhenti kerja dan berusaha untuk menemukan pekerjaan baru dengan harapan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Di bawah ini merupakan alasan resign yang bisa kamu utarakan saat ketika ditanya saat interview. Apa saja itu? Simak di bawah ini.

Alasan Resign yang Masuk Akal
Cara resign yang baik | baabun.com

Cara Resign yang Baik

Sebelum kita masuk membahas alasan resign yang tepat saat interview, ada baiknya kamu harus paham cara mengajukan resign yang baik. Ada beberapa hal yang kamu perhatikan. Kamu nggak bisa langsung membawa surat pengunduran diri dan menemui atasan.

Temuilah atasan dan berusahalah untuk mendiskusikannya dengan baik. Usahakan untuk mengutarakan alasan dengan jujur tapi tetap profesional. Sampaikan alasan resign tanpa meninggikan intonasi suara, atau mengolok rekan kerja ataupun kinerja orang lain.

Jika kamu sudah nggak menemukan kesepakatan atau atasan sudah memberikan izin untuk melakukan resign, kamu bisa mengirimkan surat resign pada atasan dan mengikuti proses dengan baik.

Alasan Resign yang Masuk Akal
Alasan resign dari pekerjaan yang masuk akal | www.jobstreet.co.id

Alasan Resign dari Pekerjaan yang Masuk Akal

Di bawah ini alasan yang bisa kamu sampaikan saat bertemu dengan atasan dengan tujuan untuk berhenti dari pekerjaan:

1. Lingkungan kerja tidak nyaman

Nggak masalah jika kamu ingin menjadikan alasan ini sebagai alasan resign. Hal ini karena dalam melakukan suatu pekerjaan tentu kamu haruslah merasa nyaman. Kenyamanan bisa didapatkan dari apa saja, misalnya hubungan baik dengan atasan dan sesama pekerja hingga alasan lainnya.

Walau begitu, ada juga beberapa orang yang merasa bahwa alasan ini terlalu personal.

2. Job desc nggak sesuai.

Setiap pekerjaan memiliki job description atau deskripsi tugas masing-masing. Kamu dengan pekerja lain misalnya, memiliki job desc yang berbeda. Biasanya, sebelum menandatangani kontrak, kamu akan diberi preview atas apa pekerjaan yang akan kamu lakukan.

Nah, ketika kamu merasa bahwa job desc kamu sudah nggak sesuai dengan apa yang dituliskan atau nggak sejalan dengan kompensasi atau gaji, kamu bisa mengajukan komplain terlebih dahulu.

Jika tetap nggak menemui titik terang, kamu bisa menjadikannya sebagai salah satu alasan berhenti kerja.

Baca juga: 15 Kue Buat Teman yang Resign Ini Konyol Banget

3. Melanjutkan kuliah.

Secara sengaja atau hanya iseng, kamu mengajukan aplikasi untuk melanjutkan jenjang pendidikan, namun jadwal yang padat nggak bisa dibarengkan dengan jadwal kerja kamu. Ini bisa menjadi alasan berhenti kerja dari perusahaan tempat kamu bekerja.

Ini merupakan alasan terampuh jika kamu ingin resign dengan alasan yang masuk akal.

4. Pindah rumah.

Alasan yang satu ini terdengar sangat klasik tapi juga ampuh dan susah untuk nggak dikabulkan oleh HRD. Jika kamu dalam kondisi mendesak untuk segera resign, alasan ini bisa menjadi alasan paling jitu. Walau begitu, memakai alasan ini untuk kebohongan agar cepat resign sebaiknya nggak dilakukan.

5. Mengembangkan usaha sendiri.

Mengembangkan usaha sendiri atau berwiraswasta juga bisa menjadi alasan berhenti kerja yang ampuh. Hal ini lebih dapat diterima ketimbang kamu mengatakan bahwa kamu mengundurkan diri karena ingin pindah ke perusahaan lain.

Setidaknya, alasan ini masih etis untuk diucapkan. Dan ketika menggunakan alasan ini, hubungan kamu dengan perusahaan dan orang-orang di dalamnya juga akan terjaga dengan baik.

6. Mengasuh anak atau berencana memiliki anak.

Karena memiliki jadwal kantor yang sama-sama padat, kamu dan pasangan jadi menunda (atau tertunda) untuk memiliki anak. Untuk beberapa pasangan dengan kesepakatan tertentu, mungkin ini nggak masalah.

Namun untuk kamu yang ingin segera memiliki anak tentu ini bisa menjadi masalah, apalagi bila ada desakan dari sisi orang tua.

Kamu bisa menjadikan ini sebagai alasan berhenti bekerja, yaitu ingin konsentrasi mengikuti program kehamilan. Ingin mengasuh anak dan fokus pada keluarga juga merupakan salah satu alasan resign yang baik.

7. Tekanan yang nggak sehat.

Ada kalanya, persaingan antar pekerja adalah hal yang biasa. Tekanan akan target juga menjadi hal yang lumrah terjadi di dalam sebuah pekerjaan. Namun, pada suatu waktu kamu merasa sudah nggak tahan menghadapi tekanan yang nggak sehat.

Tekanan yang nggak sehat itu seperti persaingan sengit hingga menyentuh ranah personal antar pekerja, adanya senioritas dalam divisi hingga target, dan beban serta jam kerja yang mulai nggak masuk akal. Kamu mungkin sayang dan senang bekerja di perusahaan tersebut, namun kamu juga harus sayang pada diri kamu sendiri.

8. Gaji yang nggak cocok.

Rasanya memang agak nggak etis untuk menjadikan gaji sebagai alasan untuk resign. Namun, jika kamu merasa nggak ada keseimbangan dalam porsi gaji, beban kerja, jam kerja hingga target yang begitu menekan, kamu bisa menjadikan hal ini sebagai salah satu alasan i.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Hari Terakhir Kerja Sebelum Resign

9. Bosan dengan rutinitas.

Bosan mengerjakan hal-hal yang itu-itu saja, kamu bisa mulai merasa di perusahaan tersebut kamu nggak mengalami perkembangan. Entah dari segi pekerjaan, posisi hingga gaji. Apalagi jika kamu menyadari bahwa ini bukan minat kamu untuk berada di bidang tersebut, padahal kamu sudah bekerja keras.

Cobalah untuk bertahan sejenak, cari tahu apakah ini hanya keputusan sesaat, dan jika nggak, ajukan resign dan cari pekerjaan yang akan membuat kamu selalu bergairah ketika mengerjakannya.

10. Pindah Profesi

Ada kalanya, kamu hendak memutuskan untuk pindah profesi. Misalkan, dari pekerja kantoran menjadi chef karena kamu hobi dan pandai memasak. Ini nggak jadi masalah dan sah saja. Lebih baik menggeluti apa yang kamu sukai selagi bisa.

Baca juga: Jangan Buru-buru Resign, Coba Renungkan 5 Pertanyaan Penting Ini Dulu

Alasan Resign yang Masuk Akal
Alasan resign yang tepat saat interview | www.consultive.com.au

Alasan Resign yang Tepat saat Interview

Setelah kamu berhenti dari pekerjaan sebelumnya, kamu akan menemukan beberapa pekerjaan baru. Nah, saat interview kerja, kamu akan sering menemukan HRD menanyakan tentang alasan kenapa kamu resign. Tentu saja, ada beberapa alasan yang bisa kamu sampaikan dan nggak boleh kamu sampaikan.

Baca juga: 4 Mitos vs Fakta Resign yang Perlu Kamu Tahu

Alasan Resign yang Masuk Akal
Jenjang karir | uprint.id

1. Jenjang karir

Saat kamu melakukan wawancara kerja, jenjang karir yang nggak menjanjikan bisa menjadi alasan resign yang baik. Kamu bisa menyampaikan bahwa kamu membutuhkan pertumbuhan karir yang signifikan dibandingkan mengatakan bahwa kamu telah melampaui posisi saat ini.

Jawaban tersebut akan memberikan kesan bahwa perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya nggak memberikan pekerjaan atau tanggung jawab yang membuat kamu cukup tertantang.

Kamu bisa menyampaikan secara halus dengan mengatakan bahwa kamu sudah merasa selama kamu bekerja di perusahaan X, kamu mendapatkan ilmu yang baik, namun kamu merasa kamu ingin lebih berkembang lagi di industri lain untuk karir ke depan.

2. Nggak cocok dengan atasan.

Nggak cocok dengan atasan memang. seringkali menjadi alasan karyawan memutuskan untuk berhenti kerja. Tentu saja, kamu bisa mengatakannya alasan ini sebagai alasan resign yang masuk akal.

Namun tentu saja, kamu harus menemukan kata-kata yang baik dan terdengar profesional. Kamu bisa menjawab dengan cara yang lebih positif seperti menjelaskan bahwa visi dan misi antara kamu dan atasan sudah nggak sejalan dan nggak menemukan titik temu.

Baca juga: 11 Sinyal Bagi Para Milenial Untuk Resign Kerja Menurut Ahli

Alasan Resign yang Masuk Akal
Perubahan jalur karier | sendoksayur.co.id

3. Perubahan jalur karier.

Tentunya setiap orang pernah merasakan jika pekerjaan yang saat ini dilakukan nggak sesuai dengan impian yang ingin dicapainya. Untuk itu, banyak orang yang menjadikan ini sebagai salah satu alasan mengapa mereka pindah atau resign. Jika kondisi seperti ini yang kamu alami, kamu bisa mengatakan sejujurnya.

Kamu bisa mengatakan bahwa selama ini kamu menemukan keinginan bekerja sesuai passion. Misalnya saja kamu ingin bekerja sebagai seorang penulis, namun pekerjaan sebelumnya nggak berhubungan dengan menulis. Kamu bisa mengatakan kelebihanmu dan alasan kamu terjun ke dunia penulis.

4. Gaji yang lebih baik

Persoalan tentang gaji memang bukan hal yang tabu untuk dibahas. Gaji selama ini sering menjadi alasan kuat sebagian orang untuk menjadi alasan resign. Jika ini memang menjadi alasan kamu untuk pindah, maka kamu harus menjawab dengan hati-hati.

Kamu bisa mengatakan bahwa kamu senang di perusahaan sebelumnya. Hanya saja, kamu ingin berpindah pada perusahaan karena kebutuhan yang lebih besar dan berhubungan dengan keterampilan kamu.

5. Kondisi kerja

Mungkin pekerjaan lama kurang fleksibel hingga membuat kamu memutuskan untuk berhenti dan pindah. Namun perlu diingat kamu bisa menyampaikan dengan cara positif saat wawancara.

Kamu bisa menyatakan bahwa kondisi kantor sebelumnya yang nggak fleksibel membuat kamu nggak bisa memaksimalkan kinerja kamu. Kamu bisa juga mengatakan jika kamu yakin jika kamu akan nyaman di perusahaan yang kamu lamar ini.

Artikel Lainnya

Itu tadi alasan resign yang masuk akal saat interview. Tentu saja, ada hal yang patut diingat saat interview. Jangan bohong dengan alasan resign-mu, karena itu justru akan menjadi nilai minus di mata perusahaan baru. Sekarang, sudah tahu kan triknya? Selamat mencoba!

Tags :