Tren Brazilian Waxing di Kalangan Perempuan Muda, Apakah 100% Aman?

Brazilian wax | www.elitedaily.com

Tren Brazilian Waxing merebak, apakah aman untuk kesehatan area kewanitaan?

Pernah dengar istilah Brazilian wax? Ini adalah perawatan ini berupa pencabutan rambut di area kewanitaan hingga bersih. Kepopuleran waxing ini semakin meningkat di kalangan perempuan muda. Meskipun menyakitkan, hal itu tidak menyurutkan keinginan mereka untuk menjadi lebih "bersih".

Menjamurnya salon wax di berbagai kota mengindikasikan permintaan yang cukup tinggi untuk treatment ini. Menurut riset tentang Hair Removal Wax Market dari Transparency Market Research, bisnis waxing terutama hard wax akan meningkat dan mencapai angka $4 miliar di 2026. Sebuah angka yang fantastis untuk bisnis di bidang perawatan kecantikan.

Salah satu alasan kenapa perawatan ini laris manis adalah untuk menjaga penampilan agar saat memakai bikini. Pertanyaanya, apakah perawatan ini benar-benar aman?

1.

Brazilian waxing sudah populer sejak ribuan tahun lalu

Teknik waxing | www.unsplash.com

Waxing sudah ada sejak peradaban Mesir Kuno. Raja meminta selir untuk mendatanginya dalam keadaan bersih dari bulu. Ini yang membuat para selir melakukan wax dengan madu atau beeswax.

Orang Romawi kuno juga sudah familiar dengan perawatan ini. Mereka memiliki pandangan bahwa wanita berkelas adalah yang bebas dari bulu. Dengan minyak walnut, wanita Romawi menghilangkan alis dan bulu halus di dahinya dengan teknik ini.

Sejak 1960-an, waxing di area selangkangan semakin diminati. Baru pada 1987, Brazilian wax atau mencukur rambut kemaluan hingga gundul populer dan dipelopori salon di Brazil.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Serum Wajah Di Bawah 200 ribu Agar Wajah Bercahaya di Hari Raya

2.

Ada beberapa cara untuk melakukan brazilian waxing

Cara menghilangkan bulu | www.pinterest.com

Menghilangkan rambut halus di tubuh bisa dilakukan dengan beberapa cara. Ada yang menggunakan bahan alami seperti gula, madu atau lilin.

Seiring dengan perkembangan zaman, beberapa salon menawarkan teknik laser yang dapat menghilangkan rambut yang hasilnya lebih baik dan tidak menyakitkan dibanding teknik lainnya.

3.

Rasa sakitnya membuatmu harus mengonsumsi obat nyeri

Rasa sakit | www.parfaitlingerie.com

Karena kemaluan adalah area yang paling sensitif, proses waxing ini akan terasa menyakitkan. Apalagi jika itu adalah pengalaman pertama, butuh waktu lima hari hingga rasa sakitnya pasca wax-nya bisa hilang.

Untuk mengurangi rasa nyeri di area sensitif, biasanya terapis akan mengoleskan anestesi oles. Beberapa ada yang memberikan obat pereda nyeri golongan ibuprofen. Jika sudah rutin, mungkin kamu akan terbiasa menghadapi rasa sakitnya.

Baca Juga: Tubuh Wangi Surga Sepanjang Hari dengan 3 Parfum Halal. Bikin Ramadan Makin Nyaman!

4.

Memang bikin bersih, tapi ternyata ada banyak resiko yang mengintai

Risiko waxing | www.unsplash.com

Tidak hanya rasa sakit, ada risiko lain yang mengintai saat melakukan Brazilian waxing. Emily Gibson sebagai direktur pusat kesehatan Western University Washington mengungkapkan bahwa waxing di area alat kelamin dapat menyebabkan peradangan dan iritasi. Jika terapis tidak menjaga kebersihan kamu bisa terkena penyakit herpes.

Selain itu, ada risiko lain yang juga bisa membuatmu berpikir ulang. Ini beberapa di antaranya:

Folkulitis atau infeksi di folikel rambut. Jika tidak ditangani dengan tepat, di beberapa kasus ada yang berkembang menjadi nanah sehingga butuh pemberian antibiotik.

Risiko pendarahan meski tidak parah dan rambut yang tumbuh ke dalam.

Jika setelah melakukan perawatan kamu merasa ada yang tidak beres, segeralah ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Artikel Lainnya

Sebenarnya tidak masalah jika melakukan Brazilian wax. Selama menjaga kebersihan organ intim, maka semuanya akan baik-baik saja. Tips yang tak kalah penting adalah pilih salon yang terpercaya agar perawatan yang dilakukan sesuai standar.

Setelah mengetahui fakta dan risiko yang akan terjadi setelah melakukan Brazilian waxing, apa kamu masih tertarik untuk melakukannya?

Tags :