Miris, Angka Kehamilan pada Remaja di Luar Nikah Ternyata Tinggi!

Hamil
Ilustrasi kehamilan |

Jutaan remaja hamil di luar nikah pada tahun 2013

Bagi banyak perempuan, kehamilan merupakan suatu peristiwa magis yang dinanti. Melewati pengalaman mengandung dan melahirkan merupakan sesuatu yang menurut banyak ibu, menakjubkan.

Masyarakat kita pun mengglorifikasi peristiwa kehamilan dan menjadikannya seperti rite of passage bagi tiap perempuan. Masih terdapat banyak pandangan tentang kesempurnaan perempuan dari prosesnya menjadi seorang ibu.

Namun, tidak semua jenis kehamilan diglorifikasi oleh masyarakat. Sanjungan dan persetujuan ini hanya diberikan bagi perempuan yang hamil dalam ikatan pernikahan. Perempuan yang hamil di luar nikah, terutama mereka yang masih pelajar, justru menerima penghakiman.

Hal ini wajar saja mengingat budaya di Indonesia yang menolak pre-marital seks sehingga dampak kehamilan di luar nikah pun menjadi sesuatu yang turut ditolak dan dihakimi.

Hamil
Infografis kehamilan di luar nikah |

Meski begitu, angka kehamilan pada remaja ternyata masih cukup tinggi di Indonesia. Tercatat dari BKKBN, 48 dari 1000 remaja di Indonesia mengalami kehamilan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga pernah menyebut pada tahun 2014 bahwa angka kehamilan remaja di luar nikah mencapai jutaan jumlahnya.

“Selama 2013, anak-anak usia 10 - 11 tahun yang hamil diluar nikah mencapai 600.000 kasus. Sedangkan remaja usia 15 - 19 tahun yang hamil diluar nikah mencapai 2,2 juta,” ucap Khofifah pada kesempatan pengajian umum puncak hari lahir Muslimat NU ke-68, tahun 2014.

Data tersebut tentu terasa menyentil bagi kita masyarakat Indonesia. Pasalnya kehamilan ini dapat merusak kehidupan remaja yang mengalaminya.

Kebanyakan dari mereka akan putus sekolah dan harus menjalani pernikahan dini. Padahal pernikahan dini cenderung berbahaya karena belum adanya persiapan secara mental.

Belum lagi mempertimbangkan kesehatan reproduksi anak yang terpaksa harus mengalami persalinan sebelum tubuhnya benar-benar siap.

Artikel Lainnya

Hal inilah yang menjadi PR bagi masyarakat untuk menanggulangi kehamilan dini. Berbagai program telah diluncurkan termasuk program bertajuk GenRe dari BKKBN dan pendidikan seks di beberapa sekolah.

Tags :