Kekerasan Domestik Semakin Marak Terjadi, Ini Fakta-Fakta yang Perlu Kamu Ketahui!

kekerasan dalam rumah tangga
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga |

Jangan takut, pertolongan ada di mana-mana.

Setiap hari, di berbagai media, pasti terdapat setidaknya satu berita mengenai kasus kekerasan domestik. Baik yang dilakukan suami ke istri, istri ke suami, orang tua ke anak, pacar ke pasangannya, atau bahkan sesama saudara. Kisahnya pun bermacam-macam dan kerap membuat kita miris.

Contohnya, kasus istri yang dipukul oleh suaminya karena tidak bisa berdandan beberapa waktu lalu. Atau kasus suami yang dibakar oleh istri hanya karena nggak mau memberi sandi handphone miliknya. Sosok yang seharusnya dikasihi dan lindungi, malah harus menanggung gamparan, makian atau bahkan jadi korban pembunuhan oleh orang terkasihnya.

kekerasan dalam rumah tangga
Infografis kekerasan dalam rumah tangga |

Tapi kerapnya pemberitaan terkait kekerasan di ranah privat ini sebenarnya nggak mengherankan. Pasalnya, berdasarkan data dari KOMNAS Perempuan, memang kekerasan di ranah privat sering sekali terjadi, dan perempuan menjadi korban yang paling banyak meski nggak menafikan bahwa laki-laki juga kerap menjadi korban.

Negara pun sudah berupaya memberi perlindungan terhadap kekerasan domestik dengan penetapan UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau UU PKDRT. UU ini menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan kekerasan dalam ranah domestik, termasuk kekerasan fisik, psikis, seksual dan ekonomi dapat dipidanakan dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 500.000.000 Rupiah. Tergantung pada jenis kekerasan yang dilakukan dan dampak apa yang ditimbulkan pada korban.

Artikel Lainnya

Kalau kamu atau temanmu mengalami kekerasan dalam ranah domestik oleh siapa pun termasuk pacar, segera cari pertolongan dan laporkan ke pihak berwajib. Menilik film Posesif yang dibintangi oleh Putri Marino dan Adipati Dolken, berdiam dalam hubungan yang manipulatif dan penuh kekerasan hanya akan memperpanjang lingkaran setan. Jadi jangan takut, bicaralah, bergeraklah, melawanlah. Cari bantuan dan segera tinggalkan situasi tersebut.

Tags :