Bikin Adem! Viral Sekelompok Umat Muslim Adakan Doa Bersama di Rumah Kristen

Bikin Adem! Sekelompok Muslim Adakan Doa Bersama di Rumah Kristen, Bukti jika Agama dan Ras Bukan Penghalang Persatuan
Bikin Adem! Sekelompok Muslim Adakan Doa Bersama di Rumah Kristen, Bukti jika Agama dan Ras Bukan Penghalang Persatuan | www.worldofbuzz.com

Bukti jika agama dan ras bukan penghalang persatuan

Belakangan ini situasi sosial politk tampak begitu memanas. Perbedaan padangan politik yang dibumbui isu-isu agama, tampak membuat perbedaan begitu tajam dan mengancam persatuan dan kesatuan. Namun beberapa kejadian baru-baru ini tampaknya lebih membuat semuanya lebih tenang.

Kisah tentang sejumlah umat Kristiani yang membagikan takjil untuk umat Islam yang sedang melakukan ibadah puasa, seharusnya membuat kita yakin jika perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup dalam sebuah masyarakat yang rukun.

Dan baru-baru ini sebuah foto menjadi viral setelah memperlihatkan betapa perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk tetap rukun dalam bermasyarakat.

Foto tersebut menampakkan sebuah kegiatan doa bersama atau yang biasa disebut dengan tahlilan yang diadakan di rumah keluarga Kristen.

Ditengah situasi dan kondisi yang memanas belakangan ini akibat perbedaan yang semakin tajam, foto ini tampak seperti oase yang membuktikan bahwa perbedaan tidak seharusnya membuat kita terpecah belah.

Bikin Adem! Sekelompok Muslim Adakan Doa Bersama di Rumah Kristen, Bukti jika Agama dan Ras Bukan Penghalang Persatuan
Keluarga Kristen meminta rekan dari salah satu anggota keluarganya yang meninggal untuk melakukan salat dan Tahlil. | www.worldofbuzz.com

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh seorang warga Malaysia bernama Amran Sopoh. Foto itu menampakkan sekelompok guru yang melakukan doa bersama di sebuah ruang. Di dalam ruangan tersebut tampak sebuah foto Yesus Kristus dan sebuah jam yang dihiasi dengan salib besar.

Baca juga: Driver Ini Dapat Pizza untuk Buka Puasa dari Pelanggan yang Beda Agama

Menyertai foto tersebut, Amram juga menyematkan sebuah pesan yang mengatakan bahwa pemandangan tersebut bukanlah hal yang aneh di Malaysia. Dia bahkan menegaskan jika pemandangan tersebut merupakan hal yang normal.

"Selamat Jumat dan Selamat Puasa! Beberapa orang mungkin merasa pemandangan ini aneh, tetapi bagi kami orang Malaysia Timur, ini adalah normal. Biarkan catatan menunjukkan bahwa orang yang melakukan salat adalah orang Kelantan, orang yang mengambil gambar itu dari Terengganu, dan ada juga orang Johor di antara kerumunan," tulis Amran.

Tahlil dan doa bersama itu berawal atas inisiasi keluarga Kristen yang meminta Muhammad Uzzair, dan rekan-rekan magangnya di Kent Teachers Training College di Tuaran untuk melakukan salat jenazah dan Tahlil untuk mendiang anggota keluarga mereka.

Mengenai doa bersama tersebut, Muhammad Syukri Abdul Rahim, seorang rekan Uzzair, mengatakan jika dia beserta rekan-rekannya diundang untuk mendoakan Uzzair yang baru saja meninggal dunia.

“Kami diundang untuk melakukan sholat tahlil untuk almarhum karena keluarganya, termasuk orang tuanya, memahami pentingnya upacara tersebut. Beberapa saudara kandungnya juga Muslim," kata Abdul Rahim, seperti dikutip oleh Wolrdofbuzz.

Dia juga menegaskan jika dia senang melihat fakta bahwa keluarga Kristen dan Islam dapat tinggal di bawah satu atap dan masih tetap rukun.

"Penerimaan terhadap agama mereka yang berbeda ini adalah salah satu cara orang tuanya menunjukkan penghormatan kepada anak-anak mereka," Abdul Rahim menambahkan.

Bikin Adem! Sekelompok Muslim Adakan Doa Bersama di Rumah Kristen, Bukti jika Agama dan Ras Bukan Penghalang Persatuan
ilustrasi toleransi | www.romadecade.org

Muhammad Uzzair, yang berasal dari Johor, menambahkan jika beberapa netizen yang berkomentar di foto tersebut menilai jika yang mereka lakukan adalah hal aneh.

“Saya membaca beberapa komentar di Facebook yang mengatakan bahwa orang-orang di Semenanjung Malaysia akan menganggap ini aneh. Sejujurnya, jika saya tidak datang ke Sabah empat tahun yang lalu, saya juga akan merasa aneh melihat orang Muslim melakukan salat tahlil di rumah Kristen," kata Uzzair, seperti dikutip dari Worldofbuzz.

“Perbedaan agama dan ras bukanlah penghalang bagi kita untuk berbuat baik. Agama mengajarkan kita untuk saling mencintai. Kami ingin masyarakat membuka pikiran mereka, dan menyadari bahwa persatuan dimulai dari rumah. Ini terdengar benar di Sabah," lanjutnya.

Artikel Lainnya

Tentu saja, apa yang dikatakan Uzzair sama sekali tidak salah. Perbedaan agama dan ras memang seharusnya tidak menghalagi kita untuk berbuat baik kepada sesama bahkan yang berbeda agama. Terlebih lagi semua agama pasti mengajarkan ajaran untuk saling mencintai satu sama lain.

Tags :